BERITA PKBM
Kelas Sabusabu V: Kecil Kecil Punya Karya
Zahra Publishing. Guna mengisi liburan sekolah, Minggu, 27/12/2020 TBM Cahaya PKBM Az zahra Kepahiang mengelar kelas menulis sabusabu V dengan tajuk KECIL KECIL PUNYA KARYA. Kegiatan ini bertempat di rumah Kak Dyah Kelurahan Pasar Ujung dan diikuti oleh pelajar di Kepahiang dan Lebong sebanyak 15 orang yaitu:
| No | Nama Peserta | Asal Sekolah | Kelas |
| 1 | Alifa Eshal Sausan | SDIT cahaya Rabbani | II |
| 2 | Rifda Maharani | SDN 02 Kepahiang | III |
| 3 | Mutiara Zahira | SDIT Cahaya Rabbani | IV |
| 4 | M.Patrialis Akbar | MI Darusalam | IV |
| 5 | Naura Zalfa Rina | SDIT Cahaya Rabbani | IV |
| 6 | Aurora Charolina | SDN 01 Tebat Karai | V |
| 7 | Shafira Ayu Chesa | SDN 04 Kepahiang | VI |
| 8 | Nurul Ayu Azizah | SMP IT Al-Kahfi Lebong | VII |
| 9 | Berlin Dirgantara | MTSN 01 Kepahiang | VIII |
| 10 | Fauziah Luthfiyyah | Rabbani Boarding School | IX |
| 11 | Selvi Novita Sari | SMAN 1 Kepahiang | X |
| 12 | Nabila Septyani | SMAN 1 Kepahiang | X |
| 13 | Dinta Melinda | MAN 2 Kepahiang | XI |
| 14 | Maulida Khairani | SMKN 3 Rejang Lebong | XI |
| 15 | Iis Saropa | SMKN 4 Kepahiang | XII |
Umi Yesi, penulis yang menjadi narasumber kelas menulis menyampaikan rasa takjub dan bangga melihat kemauan dan tekad yang kuat dari calon penulis muda yang ikut kelas hari ini. Sabusabu angkatan V ini diperuntukkan khusus bagi pelajar yang memanfaatkan libur sekolah dengan karya.
Terakhir, Umi memberikan PR, setiap peserta akan menulis karya dengan Tema Curhatku, Sekolah di Masa Pandemi. Kita tunggu hasil karya mereka ya…


Launching Buku Literasi Ayam Sambal Setan dan Kesapo Air Pancuran
Zahra Publishing. Hasil kelas menulis sabusabu angkatan IV menelorkan dua karya berjudul Literasi Ayam Sambal Setan dan Kesapo Air Pancuran. Buku tersebut telah diterbitkan dan dilaunching hari ini, Minggu, 27 Desember 2020.
Launching buku dilaksanakan oleh TBM Cahaya dan Rumah Kreatif BUMN sebagai sponsor cetak buku. Hadir Agung Yudha Prawira, Direktur Pengelola Rumah PLN Jambi dan Kepahiang. Beliau memberi apresiasi pada penulis muda yang ada di Kepahiang.
“Sebenarnya Rumah BUMN berfungsi sebagai pembina UMKM. Namun kami juga mensuport kegiatan literasi seperti ini. Kami menganggap penting para penulis dalam promosi produk-produk UMKM di Kepahiang. Untuk itu kami akan merekrut peserta terbaik hasil kelas menulis ini sebagai tim di rumah kreatif BUMN. Kami akan membayar setiap hasil tulisan mereka terutama dalam hal pengenalan produk dan promosinya”
Ucapan dan janji Pak Agung ini mendapat aplause yang meriah dari peserta yang hadir. Mereka menjadi bersemangat dan antusias dengan adanya harapan penghasilan dari rumah BUMN.

Launching buku itupun berjalan dengan meriah di warung Miso Mas Pon, Kelurahan Pasar Ujung Kepahiang. Tak lupa seluruh penulis mendapat buku hasil karya antologi, dan Kms Fahrudin memberikan buku kepada Pak Agung sebagai bahan bacaan di rumah kreatif BUMN.
Penulis antologi buku Literasi Sambal Ayam Setan adalah Ritchie Ananta Liesfiani; Ariansi; Dwi D Pratiwi; Ratna Ningsih; Elvi Darlena; Nurhayati; dan Danang Seto Wicaksono.
Penulis antologi buku Kesapo Air Pancuran adalah Delia Valentiana Fahrudin; Maulida Khairani; Wika Hartati; Ki Rohana Tuslainy; Titin Sumarni; Octatri Widia Hastuti; Kak Dyah; Hezi Jeniati; Iteng Rasja dan Ulfa Deslia.

Belajar di Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta
ZAHRA PUBLISHING. Untuk memantapkan pengelolaan Batik Diwo Kepahiang maka pada Rabu, 23/12/2020 Ketua PKBM Az zahra Kepahiang belajar langsung ke Kampung Batik Giriloyo yang beralamat di Gazebo Wisata Giriloyo Jalan Imogiri Timur No.Km. 14, Karang Kulon, Wukirsari, Kec. Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55782.
Di sana beliau bertemu Pak Nur Ahmadi, Ketua Kampung Batik Giriloyo yang memimpin 12 Paguyuban dan beranggotakan sekitar 540 pengrajin. Menurut cerita Pak Nur, “Anak anak di kampung ini baru lahir sudah mengenal batik, karena sebagian besar penduduk menjadi abdi dalem kraton Yogyakarta yang bertugas merawat makam raja-raja Yogya-Solo yang dibangun di atas perbukitan Imogiri. Sehingga sebagai abdi dalem kerajaan, semua penduduk bisa membatik. Petugas keraton Yogyakarta mengajari masyarakat kampung Giriloyo membatik untuk memenuhi kebutuhan kain di Keraton secara langsung. Tradisi ini turun temurun diwariskan. Hingga terbentuk kampung batik Giriloyo pada tahun 2008 pasca gempa.”

Harga Batik Tulis di Giriloyo
Kisaran harga batik tulis di Giriloyo mulai dari 350 ribu sampai 2.5 juta. Kadang ada yang harganya lebih tinggi untuk pesanan motif batik yang sangat rumit. Batik tulis diproses sangat panjang dan dengan biaya produksi yang tidak sedikit. Untuk membuat satu kain batik tulis dibutuhkan waktu 1 hingga 2 bulan.
Lamanya waktu pengerjaan tersebut karena setiap 1 kain batik harus melewati beberapa tahap. Mulai dari pemodalan, lalu sekitar 4-5 kali pencantingan yang masing-masing pencantingan dapat memakan waktu sekitar 1 minggu baru kemudian masuk tahap pewarnaan akhir. Bisa beberapa kali pewarnaan.
Dari proses yang panjang dan tradisional tersebut dihasilkanlah satu karya batik yang lebih bernilai dan menawan, yakni batik tulis asli. Yang apabila anda mengenakannya, anda pasti terlihat lebih berwibawa dan berkharisma.



