Roadshow Jemput Bintang
Sukses Gelar Roadshow “Jemput Bintang”, Yayasan Az Zahra Kepahiang Temukan Mutiara Tersembunyi di PAUD Binaan
Sukses Gelar Roadshow “Jemput Bintang”, Yayasan Az Zahra Kepahiang Temukan Mutiara Tersembunyi di PAUD Binaan
KEPAHIANG (15/2/2026)– Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Yayasan Az Zahra Kepahiang melalui program Roadshow “Jemput Bintang” telah resmi rampung dilaksanakan. Kegiatan maraton yang berlangsung mulai 16 Januari hingga 12 Februari 2026 ini menjadi momentum penting untuk melihat langsung wajah pendidikan anak usia dini di wilayah Kepahiang.
Setelah menempuh perjalanan panjang mengunjungi sekolah-sekolah binaan, Yayasan Az Zahra kini melangkah ke tahap evaluasi. Semangat utama dari evaluasi ini bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya menata langkah strategis menuju masa depan pendidikan yang lebih baik.
Mencari Tiga Bintang Utama Dalam roadshow ini, Ketua Yayasan beserta tim turun langsung untuk “menjemput” sosok-sosok inspiratif dalam tiga kategori utama:
-
Bintang Dedikasi (Guru/Kepala Sekolah): Penghargaan bagi pendidik yang menunjukkan kegigihan dan inovasi dalam mengajar, dengan memperhatikan sebaran kualitas guru di tiap sekolah.
-
Bintang Inspirasi (Orang Tua): Diberikan kepada orang tua yang menunjukkan antusiasme tinggi serta memiliki kisah inspiratif mengenai perubahan pola asuh (parenting) yang lebih baik.
-
Bintang Harapan (Anak Didik): Difokuskan pada siswa yang memiliki kesiapan mental dan karakter akhlak yang kuat, bukan sekadar penilaian kemampuan akademik (calistung) semata.
Temuan Lapangan dan Potensi Tersembunyi Evaluasi lapangan mencatat berbagai dinamika menarik. Meski tim menghadapi tantangan teknis seperti kendala cuaca, rute perjalanan yang sulit, hingga pemadaman listrik , sambutan dari sekolah tuan rumah dinilai sangat antusias.
Salah satu insight paling berharga dari perjalanan ini adalah ditemukannya “potensi tersembunyi” dari sekolah-sekolah kecil yang ternyata memiliki semangat luar biasa. Selain itu, interaksi langsung ini merekam banyak cerita menyentuh hati dan menjadi wadah bagi Kepala PAUD untuk menyampaikan aspirasi serta kebutuhan mereka secara langsung kepada Ketua Yayasan.
Menuju Puncak Penganugerahan Sebagai puncak apresiasi atas dedikasi guru, orang tua, dan siswa, Yayasan Az Zahra akan menggelar malam penganugerahan “Awards Bintang Az Zahra”. Acara bergengsi ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Program “Jemput Bintang” ini menegaskan kembali visi yayasan bahwa orang tua dan guru memegang peranan kunci dalam membentuk karakter anak melalui keteladanan. Membentuk kebiasaan baik sejak dini diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi penerus.
Tim Humas Yayasan Az Zahra Kepahiang
Misi Jemput Bintang: Menjemput Peran Ayah, Mencegah Fatherless Syndrome
Misi Jemput Bintang: Menjemput Peran Ayah, Mencegah Fatherless Syndrome
KABAWETAN (5/2/2026) – Pagi ini, Desa Sidorejo tampak lebih cerah. Barisan anak-anak TK IT Bougenville Indah dengan seragam merah menyala menyambut kehadiran rombongan Yayasan Az Zahra Kepahiang. Namun, kehadiran Umi Yesi kali ini tidak hanya untuk menyapa, melainkan membawa sebuah pesan penting yang langsung menyentuh sanubari setiap keluarga: Misi Menjemput Peran Ayah.
Ancaman “Rumah Tanpa Ayah”
Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Umi Yesi mengungkapkan kekhawatiran tentang fenomena Fatherless Syndrome—suatu kondisi di mana meskipun Ayah ada secara fisik, namun kehadirannya tidak dirasakan oleh anak-anak karena kurangnya interaksi.
“Anak-anak kita butuh pahlawan di rumah. Melalui misi Jemput Bintang ini, kami mengajak para Ayah di Desa Sidorejo untuk kembali hadir utuh,” tutur Umi Yesi.
Misi Sederhana, Makna Luar Biasa
Umi menitipkan misi sederhana namun sangat berarti bagi para Ayah:
* Luangkan waktu untuk antar-jemput anak ke sekolah.
* Sempatkan membacakan cerita sebelum anak terlelap di malam hari.
Dua hal sederhana ini dipercaya menjadi kunci agar anak merasa dicintai dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menatap masa depan.
Kejutan Berkah: Hadiah Umrah dari Haqqtour
Misi ini bukan sekadar imbauan. Bekerja sama dengan Ibu Titi Sarimanah dari Travel Haqqtour, Yayasan Az Zahra menyiapkan kejutan luar biasa. Bagi para Ayah yang menunjukkan kesungguhan dan perubahan nyata dalam mendampingi anak-anaknya, tersedia Voucher Umrah sebagai bentuk apresiasi.
“Kami ingin melihat Ayah-Ayah di Kabawetan menjadi pelopor perubahan. Hadiah Umrah ini adalah cara kami menghargai ketulusan seorang Ayah dalam menjaga bintang-bintang kecilnya,” ujar Ibu Titi Sarimanah.
Sinergi untuk Masa Depan
Kunjungan yang juga dihadiri oleh Henny (Instruktur Driver) ini mempertegas komitmen Yayasan Az Zahra bahwa pendidikan anak adalah kerja sama antara sekolah, ibu, dan yang tak kalah penting: Ayah.
Semoga dari dinginnya udara Kabawetan, hangatnya peran Ayah mulai tumbuh kembali, membawa anak-anak TK IT Bougenville Indah terbang tinggi menggapai cita-cita.
Misi Jemput Bintang: Stop Bekal Mie Instan kepada Anak PAUD
Misi Jemput Bintang: Stop Bekal Mie Instan kepada Anak PAUD
Sebuah Pesan Menyentuh dari Umi Yesi (Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang)
Di setiap pagi saat Ayah dan Bunda menyiapkan kotak bekal, sebenarnya kita sedang menyiapkan “bahan bakar” bagi calon pemimpin bangsa.
Melalui misi Jemput Bintang Az Zahra 2026, Umi Yesi secara khusus menitipkan pesan cinta kepada seluruh wali murid: Mari kita hentikan kebiasaan memberikan bekal mie instan kepada anak-anak usia dini.
Mengapa Kita Harus Berhenti Sekarang?
Mungkin mie instan terlihat praktis, namun dampaknya bagi kesehatan anak PAUD adalah ancaman nyata di masa depan. Konsumsi rutin mie instan membawa efek jangka panjang yang mengkhawatirkan:
* Menghambat Kecerdasan: Kurangnya nutrisi penting (zat besi, protein, dan vitamin) membuat otak anak sulit fokus dan konsentrasi belajar menurun.
* Ancaman Penyakit Degeneratif: Kandungan natrium (garam) yang sangat tinggi meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan fungsi ginjal sejak usia muda.
* Gangguan Pertumbuhan (Stunting): Mie instan adalah “kalori kosong” yang tidak mendukung pertumbuhan tulang dan otot secara optimal.
* Ketergantungan Rasa: Lidah anak akan terbiasa dengan penguat rasa (MSG), sehingga mereka menolak rasa alami sayur dan buah yang sangat dibutuhkan tubuh.
Menanam Benih Peradaban Melalui Makanan Sehat
Yayasan Az Zahra Kepahiang memiliki mimpi besar. Kami ingin setiap anak yang bersekolah di sini tumbuh menjadi pribadi yang Sehat, Cerdas, dan Ceria.
Harapan kami bukan sekadar mendidik mereka hari ini, tetapi menyiapkan mereka untuk menjadi Pemimpin Peradaban di masa yang akan datang. Pemimpin yang tangguh hanya lahir dari tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat.
> “Guru-guru kami akan terus menstimulus dan mengajak anak-anak untuk mencintai sayur dan buah di sekolah. Namun, kami butuh Ayah dan Bunda untuk menjadi pahlawan kesehatan bagi mereka di rumah.” — Umi Yesi
>
Mari bersama-sama kita ganti mie instan dengan sayuran, buah-buahan, dan protein bergizi. Mari kita jemput cahaya “Bintang” anak-anak kita dengan pola makan yang benar.
Sehat Mulai Sekarang, Hebat di Masa Depan!


