"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Komsas Yayasan Az zahra Kepahiang

BULETIN PERDANA: Komsas Yayasan Az zahra Kepahiang

BULETIN PERDANA

Senang banget bisa berbagi kabar baik. Yayasan Az Zahra Kepahiang baru saja mengikuti kegiatan Evaluasi Fasilitasi Komunitas Sastra di Jakarta bareng 35 komunitas keren lainnya dari seluruh Indonesia! 🤩

Perjalanan ini nggak instan, lho. Sebelumnya kita sudah seru-seruan bareng lewat: ✅ Workshop Rampai Sastra Rejang (September 2025) ✅ Lomba Menulis Surat Puitis Aksara Ulu (Oktober 2025) ✅ Penerbitan buku karya komunitas 📚)

Siapa nih yang kemarin ikutan lomba nulis surat puitisnya? ☝️ Yuk, terus lestarikan Bahasa Rejang dan Aksara Ulu biar nggak punah!

#AzZahraKepahiang #SastraLokal #BahasaDaerah #Rejang #Bengkulu #InfoKepahiang

PROFIL SANG JUARA: Lomba Menulis Surat Puitis Berbahasa Rejang dengan Aksara Ulu

PROFIL SANG JUARA

Dengan rasa bangga dan sukacita, kami haturkan selamat kepada para pemenang yang telah menuangkan rasa, karsa, dan cinta mereka pada bahasa Rejang

Juara 1: Kurt Rayhans Adriansyah

Kurt Rayhans Adriansyah, mahasiswa Universitas Bengkulu yang lahir di Bengkulu pada 5 Oktober 2003. Di usianya yang muda, Kurt telah menunjukkan bakat dan kepedulian yang mendalam terhadap warisan budaya Rejang. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa semangat pelestarian budaya tidak mengenal batas usia. Semoga prestasi ini menjadi pemantik bagi generasi muda lainnya untuk semakin mencintai dan mempelajari Aksara Ulu dan Bahasa Rejang.

Juara 2: Sesna Wati, S.Pd., Gr.

Sesna Wati, S.Pd., Gr., seorang guru SLB yang lahir di Kepahiang pada 9 April 1994. Sebagai seorang pendidik, pencapaiannya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi anak didiknya. Kemenangan ini adalah cerminan dedikasi seorang guru dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai luhur budaya kepada generasi penerus.

Juara 3: Sikulo, M.Pd

Bapak Sikulo, M.Pd., seorang guru yang lahir di Curup pada 8 November 1978. Pengalaman dan kedalaman pemahaman Bapak akan budaya Rejang terpancar indah dalam surat puitis yang dihasilkan. Semoga karya Bapak menjadi teladan dan sumber ilmu bagi kita semua untuk terus menggali dan memahami kekayaan sastra dan aksara warisan leluhur.

Kepada ketiga pemenang, karya kalian bukan sekadar untaian kata, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, memastikan bahwa Aksara Ulu dan Bahasa Rejang akan terus hidup dan bernafas di tengah masyarakat.

Terima kasih telah menjadi bagian penting dari gerakan kebudayaan ini. Teruslah menulis, teruslah menginspirasi, dan teruslah menjadi penjaga warisan budaya Rejang
___
Komsas Yayasan Az Zahra Kepahiang kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen

Pemenang 10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Surat Puitis Berbahasa Rejang dengan Aksara Ulu

Kepahiang, 13/10/2025. Pemenang 10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Surat Puitis Berbahasa Rejang dengan Aksara Ulu

Komsas Yayasan Az zahra Kepahiang telah mengumumkan pemenang lomba menulis surat puitis berbahasa Rejang dengan aksara ulu pada hari Minggu, 12 Oktober 2025 di Aula Yayasan Az zahra Kepahiang.

Acara yang digagas untuk melestarikan salah satu kekayaan intelektual Suku Rejang ini berhasil menarik antusiasme puluhan peserta dari berbagai kalangan, terutama pelajar dan mahasiswa. Mereka ditantang bukan hanya untuk merangkai kata-kata puitis dalam bahasa Rejang, tetapi juga menuangkannya dalam goresan indah Aksara Ulu, sebuah sistem penulisan kuno yang sarat akan nilai filosofis.

“Tujuan kami bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah gerakan kebudayaan,” ujar Helmiyesi, Ketua Komsas Yayasan Az-Zahra dalam sambutannya. “Kami ingin menunjukkan bahwa Aksara Ulu dan Bahasa Rejang bukanlah sekadar artefak masa lalu yang dipajang di museum, melainkan media yang hidup, relevan, dan indah untuk berekspresi di zaman sekarang.”

Selain mengumumkan tiga pemenang utama, panitia juga memberikan apresiasi khusus dengan memilih 10 naskah terbaik. Karya-karya terpilih ini rencananya akan dibukukan dalam sebuah antologi digital dan cetak sebagai monumen dan sumber inspirasi bagi para pegiat literasi dan budaya di masa mendatang. Nama-nama pemenang 10 naskah terbaik antara lain:

NO NAMA UNSUR DOMISILI
1 SINTA KOMALA, S.Pd.Gr. Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Rejang Lebong
2 RAHMA SYIFANI Lembaga Adat / Komunitas Kota Bengkulu
3 DERLI AGUSTINA Pelajar/ Mahasiswa Kepahiang
4 YULIA KHRISTINA Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Kepahiang
5 CARLES Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Kepahiang
6 ULFAH HERBA PANGESTU Pelajar/ Mahasiswa Rejang Lebong
7 RIKA NALINDA APRIYANI Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Kepahiang
8 ELSINTA RAMDANI Pelajar/ Mahasiswa Kepahiang
9 MUHAMMAD BAHTIAR Lembaga Adat / Komunitas Kepahiang
10 YANI MULYA Lembaga Adat / Komunitas Kepahiang

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah dan sesi pembacaan surat puitis oleh sang juara, yang berhasil menghanyutkan seluruh hadirin dalam keindahan sastra Rejang. Keberhasilan acara ini menjadi oase di tengah kekhawatiran akan lunturnya budaya lokal, sekaligus menumbuhkan harapan baru bahwa Aksara Ulu akan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang