"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia

Perempuan Adat Dunia Berkumpul di Kabawetan, Perjuangkan Hak Atas Hutan

Perempuan Adat Dunia Berkumpul di Kabawetan, Perjuangkan Hak Atas Hutan

KEPAHIANG, 1 Februari 2026 – Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, menjadi saksi sejarah digelarnya International Indigenous Women’s Conference yang kedua.

Mengangkat tema strategis “Rebuilding The Commons, Defending Life Itself”, konferensi ini menjadi ruang konsolidasi bagi perempuan adat dari berbagai belahan dunia untuk melawan keterasingan masyarakat dari ruang hidup mereka, seperti hutan dan laut.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Erwin Basrin, Ketua LSM AKAR Provinsi Bengkulu ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Kepahiang yang mewakili Bupati Kepahiang.

Dalam sambutannya, beliau memberikan pernyataan ikonik bahwa peran perempuan bersifat fundamental dalam kehidupan. “Perempuan tidak bisa dilawan karena semua berasal dari perempuan,” tegasnya, sembari berharap agenda ini menjadi pemantik keberlanjutan gerakan perempuan di masa depan.

Solidaritas Tanpa Batas
Konferensi ini dihadiri oleh peserta dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Tak hanya itu, perwakilan internasional dari Filipina (Bu Jil), Denmark (Sen), Inggris (Noumi), dan Malaysia (Josephine) turut hadir untuk berbagi perspektif global mengenai perlindungan hak adat.

Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina AKAR, menegaskan bahwa momentum ini adalah titik balik bagi aktivis perempuan untuk memperjuangkan hak masyarakat adat, khususnya Suku Rejang, agar kembali dekat dan berdaya atas alamnya.

Keramahtamahan Berbasis Komunitas
Keunikan konferensi kali ini terletak pada keterlibatan penuh warga desa. Dibawah komando Ibu Supriyanti (Ketua Kelompok Tani Desa Bandung Jaya), para peserta dari luar daerah hingga luar negeri menginap di rumah-rumah warga.

Kepala Desa Bandung Jaya, Suwandi, menjamin kondisi kondusif dan mengajak warganya untuk berbaur langsung dengan para tamu dunia.

Turut hadir memberikan dukungan penuh, Umi Yesi, Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepahiang, yang mengapresiasi tinggi langkah Komunitas AKAR dalam mendekatkan perempuan dengan pengelolaan lingkungan.

Kehadiran FPPI mempertegas komitmen lokal dalam mengawal isu pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.

Menuju Jakarta
Diskusi intensif yang berlangsung di tengah sejuknya kebun teh Kabawetan ini direncanakan akan menghasilkan rekomendasi kuat. Puncaknya, pada 1-4 Februari 2026, perwakilan perempuan pilihan akan bertolak ke Jakarta untuk menyampaikan hasil konferensi ini kepada pengambil kebijakan di tingkat nasional.

Secara Aklamasi, Umi Yesi Kembali Pimpin DPC FPPI Kabupaten Kepahiang Periode 2025-2030


Secara Aklamasi, Umi Yesi Kembali Pimpin DPC FPPI Kabupaten Kepahiang Periode 2025-2030

KEPAHIANG – Umi Yesi secara aklamasi kembali terpilih untuk memimpin Dewan Pengurus Cabang (DPC) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepahiang. Kepercayaan ini diamanahkan untuk periode kedua masa bakti 2025-2030 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi Zoom pada hari Minggu, 7 September 2025. Musyawarah yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menjadi bukti soliditas dan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinan Umi Yesi.

Dukungan kuat bagi Umi Yesi untuk melanjutkan kepemimpinannya datang dari berbagai pihak, salah satunya secara khusus diusulkan oleh Ibu Jernilan, seorang tokoh perempuan yang disegani. Dalam pandangannya, Ibu Jernilan menegaskan bahwa sosok dan peran Umi Yesi masih sangat diperlukan untuk menggerakkan roda organisasi dan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Kepahiang saat ini. Usulan ini pun disambut dengan persetujuan penuh dari seluruh peserta yang hadir, menandakan keberhasilan kepemimpinan beliau pada periode sebelumnya.

Muscab virtual ini diikuti oleh perwakilan perempuan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kepahiang yang menunjukkan partisipasi aktif dari tingkat basis. Turut hadir memberikan hak suaranya antara lain Mardhatillah dari Kecamatan Ujan Mas, Sri Wanti yang mewakili Kecamatan Kabawetan, dan Linda Hartati dari Kecamatan Muara Kemumu. Selain itu, hadir pula Eni Lastari sebagai wakil Kecamatan Tebat Karai, serta perwakilan dari Kecamatan Kepahiang yaitu Jeniar Ferary, Fromes, dan Widya Hastuti.

Dengan terpilihnya kembali Umi Yesi, harapan besar disandarkan pada kepengurusan DPC FPPI Kepahiang untuk lima tahun ke depan. Di bawah kepemimpinan beliau, FPPI diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak dalam memperjuangkan kesetaraan, meningkatkan kapasitas, dan memperluas peran perempuan dalam setiap aspek pembangunan di Kabupaten Kepahiang. Amanah periode kedua ini menjadi tonggak baru untuk melanjutkan dan menyempurnakan program kerja yang telah dirintis.

Perempuan Kepahiang Ikuti Musda 2 DPD FPPI Provinsi Bengkulu

Zahra publishing. Perempuan Kepahiang Ikuti Musda 2 DPD FPPI Provinsi Bengkulu

Minggu, 29 Oktober 2023 bertempat di Gedung Serbaguna Pemda Provinsi Bengkulu telah di laksanakan Musyawarah Daerah ke-2 Dewan Pengurus Daerah Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia Provinsi Bengkulu.

Hasil musda menetapkan secara aklamasi Hj. Eli Dahniarti, S.Sos. sebagai ketua DPD FPPI Provinsi Bengkulu periode 2023-2028.

Selanjutnya dilakukan pelantikan/pengukuhan pengurus DPD FPPI Provinsi Bengkulu oleh Hj. Dr. Marlinda Irwanti, SE, M.Si selaku Ketua Umum DPP FPPI.

Dalam pelantikan tersebut hadir Gubernur Bengkulu yang di wakili oleh Kepala Dinas PMD Provinsi Bengkulu beserta OPD dan perwakilan organisasi perempuan se-provinsi Bengkulu.

Helmiyesi, Ketua DPC FPPI Kabupaten Kepahiang hadir bersama anggota. Anggota DPC FPPI Kabupaten Kepahiang yang hadir yakni Widya Hastuti Bidang Organisasi, Eni Lestari Bidang Pendidikan, Siti Asma Bidang Kesehatan, Nurhayati Bidang Ekonomi Kewirausahaan dan Sri Wanti Bidang Sosial Budaya.

Mereka kompak berpakaian seragam putih hitam dan berangkat bareng dari Kepahiang menuju Provinsi Bengkulu.

Harapan terbesar dari Musda ini adalah pemberdayaan perempuan semakin meningkat. Dengan slogan perempuan Indonesia cerdas mandiri dan berprestasi mari kita bangun Provinsi Bengkulu agar lebih maju.

Hal ini juga di sampaikan oleh Ketua Umum DPP FPPI, Marlinda, bahwa DPD FPPI Provinsi Bengkulu yang baru di lantik hendaknya dapat membantu pemerintah daerah dalam mengerakkan potensi perempuan sehingga keterwakilan perempuan ada di segala bidang.

FPPI adalah wadah perempuan berkumpul, berkarya dan berprestasi. Organisasi ini tidak terafiliasi dengan partai politik namun merangkul semua warna untuk berjuang dengan visi dan misi yang sama yakni pemberdayaan perempuan Indonesia.

Terakhir dilakukan penandatanganan Deklarasi pemilu damai 2024. Semua perempuan yang hadir menandatangani deklarasi tersebut.

 

 

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang