Resmi Ditetapkan Perpusnas, 8 Pegiat Literasi Bengkulu Siap Mengemban Tugas sebagai Relima 2026
Resmi Ditetapkan Perpusnas, 8 Pegiat Literasi Bengkulu Siap Mengemban Tugas sebagai Relima 2026
JAKARTA – Upaya penguatan budaya baca di tingkat akar rumput kembali mendapat dorongan besar dari pemerintah pusat. Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia secara resmi telah menerbitkan Keputusan Nomor 98 Tahun 2026 tentang Penetapan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tahun 2026. Keputusan ini ditetapkan langsung di Jakarta pada tanggal 11 Mei 2026.
Melalui langkah strategis ini, Perpusnas mengukuhkan ratusan relawan dari seluruh penjuru negeri. Provinsi Bengkulu sendiri berhasil menempatkan 8 perwakilan pegiat literasi terbaiknya yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Berdasarkan lampiran resmi SK tersebut, berikut adalah daftar nama Relima asal Provinsi Bengkulu yang siap mengabdi:
- Vriska Arianti – Kab. Bengkulu Selatan
- Awandri Akbar – Kab. Bengkulu Tengah
- Yuni Anti – Kab. Kaur
- Helmiyesi – Kab. Kepahiang
- Dhea Hajaru Maredita – Kab. Lebong
- Dani Fazli – Kab. Rejang Lebong
- Cici Trisna – Kab. Seluma
- Evryeni Jusmadi – Kota Bengkulu
Tugas, Fungsi, dan Masa Kontrak Kerja Para Relima yang telah ditunjuk ini memiliki mandat resmi yang diatur secara spesifik dalam Keputusan Kepala Perpusnas. Tugas utama mereka meliputi melakukan inventarisasi data yang dibutuhkan untuk kajian perpustakaan Indonesia , melakukan pelaporan berkala , serta mendukung program kajian strategis Perpusnas RI. Seluruh pembiayaan operasional dalam pelaksanaan tugas ini dibebankan langsung pada Anggaran Perpustakaan Nasional.
Para relawan terpilih asal Bengkulu ini akan segera tancap gas memulai masa pengabdian intensif mereka yang dijadwalkan berlangsung dari bulan Juni hingga Oktober 2026 ke depannya.
Peluang Emas: Ajakan Kolaborasi Membangun Literasi Berdampak Kehadiran Relima di setiap daerah merupakan angin segar sekaligus peluang emas yang wajib dimanfaatkan oleh ekosistem literasi lokal. Salah satu fungsi utama Relima adalah melakukan advokasi dan membangun kemitraan erat dengan perpustakaan daerah, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga komunitas literasi.
Oleh karena itu, bagi pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), jaringan Kampung Dongeng, maupun para pegiat literasi perorangan yang sedang atau akan merancang kegiatan edukatif, sangat disarankan untuk melibatkan dan memanfaatkan keberadaan Relima di kabupaten masing-masing. Relima dapat berperan sebagai jembatan strategis, rekan diskusi, sekaligus fasilitator program yang menghubungkan gerakan di akar rumput dengan kebijakan pemerintah daerah maupun pusat.
Mari kita rapatkan barisan, saling bergandengan tangan, dan mengesampingkan ego sektoral. Ini adalah momentum terbaik untuk berkolaborasi dan bersinergi demi membangun ruang-ruang baca yang inklusif. Bersama Relima, mari kita wujudkan literasi masyarakat Bengkulu yang tidak hanya semakin kuat secara kapasitas, tetapi juga membumi dan berdampak nyata bagi kesejahteraan kehidupan sehari-hari.
#Relima2026
#BersamaRelima
#RelawanLiterasiMasyarakat
#PerpustakaanNasionalRI
#RelimaKabupaten Kepahiang

Tinggalkan Balasan