Pendekatan Inovatif di MPLS Program Desa Setara Cugung Lalang
Pendekatan Inovatif di MPLS Program Desa Setara Cugung Lalang
Ujan Mas, 5/8/2025 – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Program Desa Setara di Desa Cugung Lalang, Kecamatan Ujan Mas, seru.
Acara ini bertempat di aula PAUD Gilang disambut gembira oleh peserta didik dari berbagai usia, yaitu 6 hingga 22 tahun.
Mereka yang kembali bersekolah melalui program Kesetaraan Paket A, B, dan C ini tampak antusias, menunjukkan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia.
MPLS diawali dengan perkenalan yang hangat, dilanjutkan dengan pemutaran video motivasi tentang pentingnya kerja sama tim.
Namun, daya tarik utamanya adalah aneka permainan seru yang berhasil memecah suasana kaku menjadi penuh keakraban. Salah satunya adalah meniup bola di atas air dan permainan pesan berantai, yang tak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan konsentrasi dan kekompakan.
Yang membuat acara ini berbeda adalah hukuman ringan yang justru menambah keceriaan. Bagi kelompok yang kalah, mereka harus menyanyikan lagu dengan satu huruf vokal saja dan menyebutkan nama teman-teman yang hadir.
Hukuman ini tidak membuat peserta merasa malu, melainkan menciptakan gelak tawa dan mempererat tali persaudaraan.
Suasana yang seru, ceria, dan bahagia ini menjadi bukti bahwa kembali bersekolah bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan.
Melalui pendekatan yang inovatif dan penuh kegembiraan ini, Program Desa Setara mampu menumbuhkan motivasi dan keyakinan diri para peserta. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga merasakan kembali gairah untuk belajar.
MPLS ini membuktikan bahwa pendidikan bisa diakses siapa saja, kapan saja, dan bisa menjadi perjalanan yang penuh tawa serta kebahagiaan.
Bimas Al Azhari merupakan Pemuda Pelopor Desa setara di Desa Cugung Lalang, bersama tutor bantu lainnya menginisiasi pemuda pemudi di desa untuk kembali bersekolah.
Kegiatan ini merupakan program unggulan Yayasan Az Zahra Kepahiang dalam rangka menuntaskan wajib belajar 13 tahun, dan menjadikan desa setara dalam hal pendidikan dan keterampilan.

Tinggalkan Balasan