"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Pak Efendi: “Putus Sekolah itu Warisan Kolonial, Jangan Mau Terjajah!”

Pak Efendi: “Putus Sekolah itu Warisan Kolonial, Jangan Mau Terjajah!”

 

Bermani Ilir, 13 Juli 2025 – Semangat membara untuk memajukan pendidikan di Desa Bukit Menyan semakin terasa dengan dukungan penuh dari Koordinator Kecamatan Bermani Ilir, Bapak Efendi. Dalam pidatonya yang penuh semangat, Pak Efendi menegaskan bahwa Program “Desa Setara” adalah solusi konkret untuk mendekatkan pendidikan langsung ke desa-desa, sekaligus membangkitkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi kemerdekaan bangsa.

“Program ‘Desa Setara’ ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk memastikan semua anak wajib sekolah,” tegas Pak Efendi. “Tidak ada lagi alasan bagi anak-anak kita untuk tidak mengenyam pendidikan. Kita harus menjemput bola, membawa sekolah ke tengah-tengah masyarakat.”

Pendidikan sebagai Senjata Melawan Penjajahan Modern

Dengan nada berapi-api, Pak Efendi juga menyentil isu putus sekolah yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. “Putus sekolah itu adalah warisan kolonial! Itu adalah cara penjajah untuk membuat kita bodoh, agar kita mudah diatur, mudah dieksploitasi,” serunya. “Jangan mau terjajah lagi! Pendidikan adalah senjata kita untuk melawan penjajahan modern, untuk meraih kemerdekaan sejati!”

Menurut Pak Efendi, Program “Desa Setara” bukan hanya sekadar program pendidikan, melainkan sebuah gerakan moral untuk memutus rantai kebodohan yang diwariskan dari masa lalu. Dengan konsep pendidikan kesetaraan yang fleksibel dan mudah diakses, diharapkan tidak ada lagi anak di Bermani Ilir, khususnya di Desa Bukit Menyan, yang tertinggal dari pendidikan.

“Mari kita jadikan Desa Bukit Menyan sebagai percontohan, bahwa dengan semangat gotong royong dan kesadaran akan pentingnya pendidikan, kita bisa menciptakan generasi yang cerdas, mandiri, dan tidak mudah dipecah belah,” pungkas Pak Efendi, disambut tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.

 

 

FLEKSIBILITAS “DESA SETARA” SEBAGAI SOLUSI ANAK DESA KEMBALI BERSEKOLAH

FLEKSIBILITAS “DESA SETARA” SEBAGAI SOLUSI ANAK DESA KEMBALI BERSEKOLAH

Bermani Ilir, 13 Juli 2025 – Peluncuran program “Desa Setara” di Desa Bukit Menyan, Kecamatan Bermani Ilir, mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Umi Yesi, Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang, seorang pemerhati anak yang dikenal aktif menyuarakan hak-hak anak, menegaskan pentingnya inisiatif ini dalam mengembalikan anak-anak ke bangku pendidikan.

“Setiap anak memiliki hak dasar untuk mendapatkan pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat belajar membaca dan menulis, tetapi juga ruang untuk tumbuh kembang, bersosialisasi, dan mengeksplorasi potensi diri,” tegas Umi Yesi dalam sosialisasi program desa setara.

Batasan Kerja Anak dan Pentingnya Pendidikan

Umi Yesi secara khusus menyoroti isu pekerjaan anak di pedesaan. “Kami memahami bahwa anak-anak di desa seringkali membantu orang tua di ladang atau pekerjaan rumah tangga. Namun, ada batasan yang harus dipatuhi: anak tidak boleh bekerja lebih dari 3 jam sehari jika itu mengganggu waktu belajar atau bermain mereka,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan anak-anak.

Fleksibilitas “Desa Setara” sebagai Solusi

Menurut Umi Yesi, program “Desa Setara” menawarkan solusi inovatif melalui pendidikan nonformal yang fleksibel. “Dengan konsep ‘belajar di desa sendiri’, anak-anak tetap bisa membantu orang tua tanpa harus meninggalkan pendidikan mereka. Ini adalah win-win solution,” ujarnya.

Fleksibilitas ini mencakup jadwal belajar yang disesuaikan, metode pembelajaran yang interaktif, dan yang terpenting, ijazah yang setara dengan pendidikan formal. Hal ini memastikan bahwa lulusan “Desa Setara” memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja.

“Kami berharap, dengan adanya program ini, tidak ada lagi anak di Desa Bukit Menyan yang putus sekolah atau kehilangan haknya untuk belajar. Mari kita dukung bersama ‘Desa Setara’ demi masa depan anak-anak kita,” pungkas Umi Yesi.

Informasi lebih lanjut tentang program Desa Setara di Desa Bukit Menyan, dapat menghubungi Koordinator Kecamatan, Efendi (0822 5232 1864) atau langsung dengan Pak Kades Suweknyo (0853 0732 0030)

Mou Desa Setara di Bukit Menyan: Ciptakan Pendidikan Fleksibel dan Menyenangkan

Mou Desa Setara di Bukit Menyan: Ciptakan Pendidikan Fleksibel dan Menyenangkan

Bermani Ilir, 13 Juli 2025 – Yayasan Az Zahra Kepahiang, hari ini secara resmi meluncurkan program inovatif “Desa Setara” di Desa Bukit Menyan Kecamatan Bermani Ilir. Program ini merupakan inisiatif untuk mewujudkan pendidikan kesetaraan yang lebih inklusif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Kami ingin menciptakan konsep ‘sekolah yang bersahabat’, di mana belajar tidak lagi terikat oleh ruang dan waktu,” ujar Bapak Suweknyo, Kepala Desa Bukit Menyan dalam sambutannya. “Melalui ‘Desa Setara’, pendidikan bisa diakses di mana saja dan kapan saja, menjadikan proses belajar lebih menyenangkan dan sesuai dengan ritme kehidupan masyarakat di sini.”

Fokus pada Kebutuhan Lokal

Umi Yesi, Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang menjelaskan Program “Desa Setara” dirancang khusus untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi warga Desa Bukit Menyan dalam mengakses pendidikan formal. Salah satu poin utamanya adalah pendidikan kesetaraan yang disesuaikan. Ini berarti kurikulum dan metode pengajaran akan lebih fleksibel, mempertimbangkan mata pencaharian, usia, dan tingkat pendidikan awal para peserta.

“Kami menyadari bahwa banyak warga desa yang sibuk dengan pekerjaan atau memiliki keterbatasan waktu. Oleh karena itu, ‘Desa Setara’ akan menawarkan modul pembelajaran yang bisa diakses secara mandiri, didukung dengan pertemuan tatap muka yang tidak memberatkan,” tambah Kms Fahrudin Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang.

Sekolah Menyenangkan, Belajar Fleksibel

Konsep “sekolah menyenangkan” akan diwujudkan melalui penggunaan metode pembelajaran yang interaktif dan partisipatif. Pemanfaatan sumber daya lokal, seperti praktik pertanian, kerajinan tangan, atau kearifan lokal lainnya, akan diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran untuk membuatnya lebih kontekstual dan menarik.

Diharapkan, program “Desa Setara” ini dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Desa Bukit Menyan, mengurangi putus sekolah, serta membekali masyarakat dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengembangkan program pendidikan kesetaraan yang adaptif dan berpusat pada masyarakat.

Informasi lebih lanjut tentang program Desa Setara di Desa Bukit Menyan, dapat menghubungi Koordinator Kecamatan, Efendi (0822 5232 1864) atau langsung dengan Pak Kades Suweknyo (0853 0732 0030)

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang