"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

17 tahun Az Zahra bisa apa?

17 tahun Az Zahra bisa apa?

Maret adalah bulan sejarah lahirnya Az Zahra, tepatnya tanggal 1 Maret 2003. Lahir di garasi rumah yang beralamat di Jln Tunggal Kelurahan Sejantung. Pada mulanya Az Zahra dibentuk untuk memberikan pendampingan kepada anak Sekolah Dasar di sekitar rumah (SD Kompleks Pasar Kepahiang). Saat itu sedang marak keusilan anak laki-laki yang suka membuka rok anak perempuan untuk mengetahui warna celana dalam yang sedang mereka kenakan.

Umi Yesi yang baru pulang dari Jawa setelah menamatkan kuliah di Universitas Diponegoro Semarang merasa terpanggil untuk ikut serta dalam membimbing anak-anak tersebut. Maka bersama teman-teman anggota pengajian membuka Bimbingan Belajar yang diberi nama Az-Zahra, artinya bunga. Harapannya lembaga ini akan memberi kesejukan dan keharuman selayaknya bunga yang indah. Siswa yang mendaftar saat itu ada 7 orang, laki-laki semua. Alhamdulillah dari 7 siswa tersebut ada 5 siswa yang berhasil merubah diri dari siswa rangking akhir menjadi tiga besar di sekolahnya. Dari anak laki-laki yang usil menjadi anak yang periang dan populer di sekolah.

Semakin tahun siswa semakin bertambah, layananpun bertambah hingga akhirnya memutuskan menjadi satuan pendidikan bernama PKBM Az Zahra Kepahiang pada tahun 2005. Program paket C dimulai pada tahun ini dengan jumlah siswa 60 orang. Tahun 2006 layanan paket B dimulai dengan jumlah siswa 26 orang. Dan tahun 2007 program paket A, PAUD, lifeskill dan pemberdayaan perempuan di mulai.

Tahun ini usia Az Zahra tepat 17 tahun. Selama itu apa yang telah dilakukan untuk memberi kontribusi membangun di Kabupaten Kepahiang? 17 tahun Az Zahra bisa apa? Berikut mungkin bisa menjadi memoar Az zahra dari berdiri hingga usia 17 tahun saat ini. Apa sih yang sudah dilakukan?

PENDIDIKAN KESETARAAN (Paket A/B/C)

Pendidikan Kesetaraan adalah program pendidikan nonformal yang ditujukan bagi warga masyarakat yang karena keterbatasan sosial, ekonomi, waktu, kesempatan dan geografi tidak dapat mengikuti pendidikan di sekolah formal.

Faktor utama anak tidak bersekolah yaitu kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya. Kemiskinan di Kabupaten Kepahiang masih sangat tinggi, hal ini tercermin dari data Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) sebanyak 5.589 Keluarga Miskin (sumber data dari operator PKH Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang per 5 Februari 2020). Dominansi anak putus sekolah berada dalam keluarga penerima manfaat ini. Anak-anak tersebut biasanya membantu orangtuanya bekerja di kebun atau menjadi buruh dengan bayaran rendah sebab keterampilan yang di miliki masih minim. Ada juga anak yang bekerja di warnet, penjaga toko baju, pembantu rumah tangga atau jadi pengasuh anak, kuli angkut di pasar pagi dan jadi kuli bangunan.

 

Faktor kedua anak tidak sekolah atau putus sekolah karena faktor permasalahan sosial yang menimpanya. Contohnya adalah anak korban perkosaan, mereka di keluarkan dari sekolah formal dengan alasan mempermalukan sekolah. Hal ini menurut saya tidak benar, sebab tidak ada satupun anak yang mau dan suka di perkosa, lalu mengapa pihak sekolah mengeluarkan dan memberikan sanksi berat tersebut.

Contoh lainnya adalah anak korban pergaulan bebas yang berujung pada pernikahan usia dini. Pengaruh internet dan video porno sangat besar bagi pendidikan anak anak kita. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan fisik dan otak anak-anak kita. Mereka tumbuh dewasa melebihi batas kewajarannya. Dan fenomena pernikahan dini ini sudah merambah ke tingkat pendidikan SD dan SMP. Berikut jumlah peserta didik 3 tahun terakhir yang bersekolah di PKBM Az Zahra Kepahiang:

Th Pelajaran Jumlah Peserta Didik Paket Total
A B C
2017/2018 32 85 118 235
2018/2019 36 110 111 257
2019/2020 19 119 117 255
Total 87 314 346 747

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

Usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan masa keemasan sekaligus masa krisis dalam kehidupan manusia yang akan menentukan perkembangan kehidupan anak selanjutnya. Masa ini merupakan masa yang tepat untuk meletakan dasar-dasar pengembangan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosional, konsep diri, seni, moral dan nilai-nilai agama, sehingga upaya pengembangan seluruh potensi anak usia dini harus dimulai agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.

 

Undang undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa membuka peluang bagi gerakan pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan nonformal. Gerakan satu desa satu PAUD di Kabupaten Kepahiang di mulai tahun 2014. PKBM az zahra Kepahiang ikut serta dalam mensukseskan gerakan tersebut, maka jumlah PAUD dan Desa binaan semakin meningkat yaitu:

No Nama PAUD Tanggal Berdiri Alamat
Desa/Kel Kecamatan
1 Bougenville Indah 22/10/2007 Sidorejo Kabawetan
2 Fatonah 10/03/2007 Tapak Gedung Tebat Karai
3 At Thoriq 01/09/2009 Padang Lekat Kepahiang
4 Pondok Qalam 10/01/2010 Pasar Kepahiang Kepahiang
5 Asyifa 17/01/2011 Bayung Seberang Musi
6 Miftahunnajjah 19/09/2011 Taba Baru Bermani Ilir
7 Pandan Wangi 28/08/2014 Taba Padang Seberang Musi
8 Ar Rosyad 22/12/2014 Talang Gelompok Seberang Musi
9 Pelita Hati 28/12/2014 Tebat Laut Seberang Musi
10 Oryza Sativa 28/08/2014 Limbur Lama Bermani Ilir
11 Tunas Bangsa 22/12/2014 Cinta Mandi Baru Bermani Ilir
12 Al Fattah 24/12/2014 Karang Endah Kepahiang
13 Nu Fallah 79 23/06/2017 Suka Merindu Kepahiang

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Pemberdayaan, mengandung makna membuat agar orang mampu bekerja untuk pembangunan mereka sendiri ke arah perubahan pola pikir dan sikap perilaku sebagai manusia yang bertanggung jawab untuk mejalankan fitrahnya, yaitu manusia yang mampu memberikan potensi yang ada dalam dirinya untuk kesejahteraan diri dan lingkungannya, bagi kelompoknya, bagi organisasinya dan bagi komunitas masyarakatnya.

Permasalahan sosial yang sering di jumpai antara lain banyaknya perempuan menikah di bawah umur akibat menganggur dan putus sekolah, serta banyaknya perempuan menjadi kepala keluarga (PEKA) pada musim paceklik dikarenakan suaminya pergi ke kota untuk menjadi buruh serabutan, sementara mereka ditinggal di kampung dengan bekal seadanya dan kerepotan pula dalam mengasuh dan mendidik anak mereka.

 

Dampak dari permasalahan tersebut membuat perempuan rentan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, adanya kematian ibu hamil dan melahirkan dan ketidak berdayaan perempuan dalam mengelola ekonomi keluarga. Program yang sudah dan pernah dilakukan oleh PKBM Az Zahra Kepahiang untuk perempuan ekonomi menengah ke bawah dan bermasalah sosial tersebut antara lain:

Tahun Nama Keterampilan Jumlah Peserta Lokasi Kegiatan
2020 Membatik/batik tulis Diwo Kepahiang 26 Desa Sidorejo Kec Kabawetan
2019 Teknik Potong Rambut level dasar 30 Desa Tugurejo kec Kabawetan
2018

 

Menjahit 20 Panti Bina remaja Bengkulu
2017 Tata Rias Pengantin 20 Laili salon, Dusun Kepahiang
2016 Pembuatan saos dan dodol pepaya 20 Desa Tebat Monok Kec Kepahiang

SATU BULAN SATU BUKU (Sabusabu)

Kami belum menjadi penulis yang hebat. Kami juga bukan penulis yang terkenal. Buku baru beberapa yang diterbitkan. Belum banyak yang membaca dan berminat membelinya. Namun, kami mempunyai mimpi. Mimpi yang besar, yaitu mengajak orang lain untuk ikut menulis. Kami berpikir bahwa mengajak orang lain untuk gemar membaca harus dimulai dengan menulis. Sebab jika sudah pandai menulis, otomatis mereka akan mahir membaca. Minimal mereka akan membaca hasil tulisannya sendiri.

 

Maka, bismillah tim Az Zahra berembuk dan membuat ide brilian dengan membuka kelas menulis fiksi Sabusabu. Apa Sabusabu? Itu adalah istilah dan doa kami yang merupakan singkatan dari Satu Bulan Satu Buku. Harapannya semua alumni kelas menulis mampu membuat karya setiap bulannya. Baik karya bersama maupun karya pribadi, buku sendiri. Sabusabu adalah candu. Ketika mereka berhasil membuat satu naskah maka akan lahirlah naskah-naskah lainnya. Berikut beberapa judul buku karya alumni kelas sabusabu.

No Judul Penulis Kategori
1 Hamari Adhuri Kahani, Kisah Kita Yang Belum Tuntas Umi Yesi

Ketua PKBM Az Zahra Kph

 

Novel

2 Tak Cukup Dengan Mimpi Umi Yesi

Ketua PKBM Az Zahra Kph

Kumpulan Cerita Pendek
3 Perempuan Membangun Kepahiang Maju Mandiri Sejahtera Umi Yesi

Ketua PKBM Az Zahra Kph

 

Biografi

4 Jejakku di Pendidikan Nonformal Tutor Bantu SPNF SKB Lebong Kumpulan Cerita Pendek
5 Rindu Tak Bertepi Oscar Marwan

Tutor SKB Lebong

Kumpulan Cerita Pendek
6 Purnama di Ufuk Kerinduan Nurul Insan

Tutor SKB Lebong

Kumpulan Puisi
7 Fenomena Mulai dari Nol Budi Susanto Diporedjo Kumpulan Puisi
8 Dandelion Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-1 Kumpulan Cerita Pendek
9 Melawan Rasa Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-2 Kumpulan Cerita Pendek
10 Epilog Dua Hati Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-3 Kumpulan Cerita Pendek
11 Edelweis Catatan Seorang Bidan Desa Leci Zohar

Alumni Kelas Menulis

Novel
12 Mikrofthalmia, Dua Mata Tapi Tak Sama Siti Asma

Alumni Kelas Menulis

Novel
13 Perjalanan Pembuktian Cinta Susilaeviyanti

Alumni Kelas Menulis

Novel
14 Bias Asa Puji Astuti alumni kelas menulis Puisi

PENDAMPINGAN DAN PERAWATAN SOSIAL LANJUT USIA (Homecare)

Homecare lanjut usia merupakan pelayanan pendampingan dan atau perawatan lanjut usia di rumah dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari
yang dilakukan oleh keluarga, kerabat atau warga masyarakat setempat. Homecare lanjut usia memiliki beberapa fungsi antara lain pencegahan,
promosi, rehabilitasi dan perlindungan serta pemeliharaan. Jumlah lansia yang sudah didampingi 3 tahun sebagai berikut:

No Tahun Jumlah Lansia
1 2019 75
2 2018 50
3 2017 100
Total 225

 

 PRESTASI

Selama 17 tahun mengabdi, beberapa prestasi telah di raih oleh PKBM, Pengelola dan Tutor, baik tingkat Kabupaten/Provinsi/Nasional.

No Bentuk Penghargaan Diperoleh dari Tahun Keterangan
1 Juara I Manajemen  Kelembagaan tingkat Kabupaten Kepahiang Dinas Pendidikan Kabupaten Kepahiang 2007 Helmiyesi, S.Si
2 Juara II lomba Dokumen PKBM tingkat Provinsi  Bengkulu, Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2007 PKBM
3 Juara I Manajemen  Kelembagaan tingkat Kabupaten Kepahiang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang 2008 Helmiyesi, S.Si
4 Juara I lomba Dokumen PKBM  tingkat Provinsi Bengkulu, Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2008 PKBM
5 Juara I lomba karya nyata ” Manajemen PKBM Berbasis Agama tingkat provinsi Bengkulu Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2008 Helmiyesi, S.Si
6 Juara Harapan I lomba karya nyata pada Jambore PTK-PNF Tingkat Nasional di Semarang, Direktorat Pendidikan Non Formal dan Informal, Jakarta 2008 Helmiyesi, S.Si
7 Juara I Manajemen  Kelembagaan tingkat Kabupaten Kepahiang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang 2009 PKBM
8  Juara II lomba Karya Nyata  (LKN) Manajemen PKBM Berbasis Cinta, tingkat Provinsi Bengkulu Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2009 Helmiyesi, S.Si
9 Juara I Lomba Karya Tulis Tutor Paket B Tingkat Kabupaten Kepahiang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang 2010 Essy Destiana, S.Pd
10 Juara I Lomba Mendongeng bagi Pendidik PAUD Tingkat Kabupaten Kepahiang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang 2010 Selvi Marcelia
11 Juara I Lomba Karya Nyata Perluasan Akses Layanan PAUDNI Pengelola PKBM Tingkat Kabupaten Kepahiang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang 2011 Helmiyesi, S.Si
12 Juara II Lomba Karya Nyata Perluasan Akses Layanan PAUDNI Pengelola PKBM Tingkat Provinsi Bengkulu Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2011 Helmiyesi, S.Si
13 Juara II Lomba Tutor Paket C Berprestasi Tingkat Provinsi Bengkulu Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2013 Essy Destiana, S.Pd
14 Juara II Lomba Tutor Paket B Berprestasi Tingkat Provinsi Bengkulu Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2014 Essy Destiana, S.Pd
15 Juara III Lomba Tutor Paket C Berprestasi Tingkat Provinsi Bengkulu Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2014 Fery Irsyari Putra, S.Pd.I
16 PKBM Pembina dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang 2015 PKBM
17 Juara 1 Tutor Paket A Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang 2016 Yosi Paraski, S.Pd
18 Juara 1 Tutor Paket B Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang 2016 Merti Dwi Ariesti, S.Hut
19 Juara II Tutor Paket A Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2016 Yosi Paraski, S.Pd
20 Juara II Tutor Paket B Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2016 Merti Dwi Ariesti, S.Hut
21 Juara I Pengelola PKBM Tingkat Provinsi dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2017 Helmiyesi, M.Si
22 Juara VI Pengelola PKBM Tingkat Nasional dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI GTK PAUD dan Dikmas 2017 Helmiyesi, M.Si
23 Juara I LKS Berprestasi Tingkat Provinsi dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Sosial Provinsi Bengkulu 2017 LKS
24 Juara 2 Tutor Paket A Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang 2018 Merti Dwi Ariesti, S.Hut
25 Juara 1 Tutor Paket B Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang 2018 Yosi Paraski, S.Pd
26 Juara 2 Tutor Paket B Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang 2018 Rilla Aria Duta, S.Pd
27 Juara 1 Tutor Paket C Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang 2018 Irawan, S.Pd
28 Juara 2 Tutor Paket C Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang 2018 Kms Fahrudin, S.Pd
29 Juara I Pengelola SPS Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2018 Sri Wanti, S.Pd
30 Juara I Tutor Paket C Tingkat Provinsi dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2018 Irawan, S.Pd
31 Juara I Pengelola SPS Tingkat Provinsi dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2018 Sri Wanti, S.Pd
32 Juara I Pengelola KB/TPA/SPS Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang 2019 Ida Royani, S.IP
33 Juara 1 Tutor Pendidikan Kesetaraan Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang 2019 Yosi Paraski, S.Pd
34 Juara 1 Tutor Pendidikan Kesetaraan Tingkat Provinsi dalam Rangka Lomba Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu 2019 Yosi Paraski, S.Pd

 

 

Umur 17 tahun ibarat anak gadis yang sedang tumbuh ranum, elok dan memikat, ibarat pemuda tampan yang bercahaya indah dipandang mata. Selama 17 tahun tumbuh banyak suka duka temui. Namun…semua dapat dilalui dengan kebersamaan dan rasa kasih sayang antara pengelola dan tutor-tutornya. Semoga Az zahra semakin tumbuh dewasa, memberi manfaat, memuliakan masyarakat dan menjadi rujukan pengelolaan pendidikan masyarakat yang lebih luas.

Happy birthday Az zahra

Sweet seventeen.

 

Memilih Menjadi Pribadi Unggul Demi Membangun Desa

Kepahiang, 12/3/2020. Memilih Menjadi Pribadi Unggul Demi Membangun Desa

Rabu, 11 Maret 2020 pukul 13.30 Wib berkumpul calon tutor program kelas jauh untuk kelompok belajar PKBM Iqro’ Az Zahra. Mereka adalah masyarakat Desa Batu Bandung Kecamatan Muara Kemumu yang memiliki niat membangun desa melalui pendidikan nonformal. Hadir Ibu Reti Maryani, beserta timnya Linda Hartati, Wika Hartati, Helmi, dan Gita Wulandari, mereka akan menjadi valuntir dan relawan kelas jauh tersebut.

Umi Yesi beserta tutor menyambut baik keinginan mereka untuk membuka layanan kelas jauh dikarenakan jarak domisili kegiatan yang cukup jauh dari PKBM Az Zahra Kepahiang. Hal ini juga sebagai upaya membantu masyarakat desa dalam mengenyam pendidikan dan keterampilan yang memadai. Kelas jauh juga berfungsi sebagai basis data dan pendampingan program lainnya.

 

Melihat semangat dan antusias pengelola dan calon tutor kelas jauh ini merupakan kebanggaan buat kami yang dipercaya menjadi pembimbing dan Pembina layanan program. Hanya orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi mau dan mampu berbuat untuk masyarakat sekitarnya, tanpa memikirkan dapat apa setelah kegiatan ini. Mereka bisa di sebut sebagai pribadi unggul.

Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai oleh-Nya potensi dan bakat untuk unggul. Lebih beruntung lagi bagi siapapun yang di karuniai kemampuan untuk mengoptimalkan potensi dan bakatnya sehingga menjadi manusia unggul dan prestatif. Namun, betapa banyak pula orang yang cukup potensial tetapi tidak menjadi unggul. Betapa banyak orang yang memiliki bakat terpendam dan tetap “terpendam”, tidak tergali karena tidak tahu ilmu untuk mengoptimalkannya. Padahal tiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk unggul, termasuk kita.

Berikut ini beberapa kiat menjadi pribadi unggul dan prestatif yang saya kutip dari artikel yang ditulis K.H. Abdullah Gymnastiar.

PERCAYA DIRI

Bagi orang yang ingin memacu percepatan dirinya, maka tidak bisa tidak waktu adalah kuncinya. Sebab sesungguhnya waktu adalah hidup kita. Orang bodoh adalah orang yang diberi modal hidup berupa waktu kemudian ia sia-siakan. Ada tiga kelompok orang yang menggunakan waktu, yaitu : Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, salah satu cirinya adalah ia melakukan sesuatu hal yang tidak di minati oleh orang gagal. Orang malang, yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan dan selalu memulai sesuatu pada keesokan harinya. Orang hebat, yaitu orang yang bersedia melakukan sesuatu sekarang juga. Bagi orang hebat tidak ada hari esok, dia berkata bahwa membuang waktu bukan saja kejahatan, tetapi suatu pembunuhan yang kejam. Karena mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai hidup dan kehidupan ini. Oleh karena itu, yang pertama dan utama yang harus dilakukan untuk menjadi pribadi unggul adalah pantang menyia-nyiakan waktu. Kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan sia-sia, sebab semua yang dilakukan sangat pasti memakan waktu, sedangkan waktu itu sangat berharga. Tidak mungkin kita melakukan yang sia-sia (mubadzir), bukankah perbuatan mubadzir itu adalah perbuatan syetan, Alloh SWT berfirman : “sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan, dan syetan itu sangat ingkar pada Tuhan-Nya”. (QS. Al Israa (17:27)

SISTEM YANG KONDUSIF

Sistem yang kita masuki itu akan sangat mempengaruhi percepatan diri kita, salah dalam memilih sistem, memilih lingkungan maka akibatnyapun akan segera kita rasakan. Maka barang siapa ingin memiliki percepatan diri yang baik untuk menjadi unggul, maka harus bisa mencari sistem dan lingkungan atau teman-teman yang berkualitas. Sistem yang memiliki keunggulan dari standar biasa, lingkungan yang memuliakan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan budi pekerti yang tinggi. Apa bila kita memasuki dalam sistem seperti ini, maka imbasnya pada diri kita jua. Percepatan kita akan terkontrol untuk menjadi unggul dan bermutu. Lembaga atau organisasi yang memiliki sistem yang unggul, banyak yang telah membuktikan dirinya tampil dalam kehidupan bermasyarakat lebih maju dan lebih bermutu.

Maka kalau ingin memiliki pribadi yang unggul, tangguh dan prestatif, pastikan untuk tidak salah dalam memilih pergaulan. Sebab salah dalam memilih pergaulan lingkungan, salah dalam memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan. Ingatlah pepatah “Bergaul dengan tukang minyak wangi akan kebawa wangi, bergaul dengan pandai besi akan kebawa bau bakaran”.

BERDAYA SAING POSITIF

Dalam setiap kesempatan dan lingkungan, kita harus memiliki naluri berdaya saing positif. Kalau tidak, pasti kita akan berat menghadapi hidup ini. Majalah “Panji” pernah memberitakan bahwa beberapa tahun lagi Universitas-Universitas luar negri, seperti Oxford, Harvard, UCLA, Stanford dan Universitas beken lainnya, akan masuk ke Indonesia. Kenyataan ini akan membuat miris beberapa perguruan tinggi. Sikap ini nampaknya dipicu oleh kenyataan adanya kesenjangan kualitas Perguruan Tinggi dalam negri dan Perguruan Tinggi luar negri.

Bagi Perguruan Tinggi yang tidak memiliki mental berdaya saing positif, akan membuat mereka panik, kalang kabut karena takut kesaingan. Melihat kenyataan yang sama atau lebih darinya, maka akan dianggap sebuah ancaman yang seolah-olah akan menghancurkanya.Namun bagi yang memiliki mental bersaing yang positif, hal itu justru akan di tanggapi dengan senang hati, seolah-olah dia mendapatkan sparing partner yang akan memacunya lebih berkualitas lagi. Sebab mereka yang tidak diberi pesaing, kadang-kadang tidak membuat mereka maju.

Pepatah mengatakan bahwa “lebih baik menjadi juara dua di antara juara umum, dari pada jadi juara satu dari yang lemah, atau juara utama dari yang bodoh”. Karena yang terpenting bukan jadi juaranya, tapi bagai mana caranya kita memompa kemampuan optimal dalam menjalani kehidupan. Lebih baik juara dua di antara juara dari pada juara umum di antara yang kalah. Sahabat-sahabat sekalian, kita janganlah sebel jika melihat orang lain lebih baik dari kita, karena orang-orang yang suka iri hati, sebel dongkol kepada prestasi orang lain, biasanya tidak akan unggul. Berani bersaing secara sehat dan positif adalah kunci menuju gerbang kesuksesan.

MAMPU BERSINERGI (BERJAMAAH).

Steven R. Covey, mencantumkan sinergi sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan yang efektif. Dalam bersinergi atau berjamaah akan tercermin perbedaan nilai tiap individu, yang kalau kita mampu mengelolanya akan melahirkan team work yang solid, dimana nilai hasilnya akan jauh lebih besar, lebih dahsyat atau lebih unggul dibandingkan kalau dilakukan sendiri-sendiri. Makin besar kekuatan sinerginya dalam setiap kali berinteraksi dengan yang lain, maka akan semakin besar pula kemampuan yang di hasilkan , itulah diantara kunci menjadi unggul. Jadi kalau ingin menjadi unggul, nikmati hidup berjamaah, karena seorang yang pintar jika bertemu orang yang pintar akan bertambah pintar. Untuk itu berjamaahlah, tapi berjamaah yang positif, karena berjamaah itu ada kalanya saling melemahkan dan saling melumpuhkan. Maka, lakukanlah branchmarking (studi banding) ke institusi lain sebagai perbandingan, dan ini sangat penting. Hal ini agar pemikiran kita terus berkembang tidak mandek atau di situ-situ terus.. Oleh karena itu jangan pernah meremehkan orang lain, setiap bertemu orang harus jadi sarana perubahan dan penambahan wawasan kita. Jangan merasa pintar sendiri, merasa yang terbaik, yang terbagus, maka sebenarnya kita telah menjadi yang terbloon.

MANAJEMEN KALBU

Tidak bisa tidak, bagi pribadi yang ingin unggul dan prestatif maka dia harus mampu mengendalikan suasana hatinya, karena orang itu tergantung suasana hatinya. Kalau hatinya merasa gembira, maka dia gembira. Kalau hatinya sedang sedih maka sedih pula dirinya, kalau hatinya lagi dongkol, ngambek , maka seperti itulah dirinya. Semua tergantung pada suasana hatinya, maka bagi orang yang tidak mampu mengendalikan/mengelola hatinya akan merasa repot dalam menghadapi hidup ini. Rosululloh SAW bersabda “ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, tetapi bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati”,(HR. Bukhari – Muslim).

Terakhir, pesan ini agar menjadi acuan bagi pengelola dan calon tutor di PKBM Iqro’ Az Zahra yang akan memulai tugasnya hari Rabu, 18 Maret 2020 nanti. Bismillah….niatkan ini karena mengharap Ridho Allah semata. Jadilah pribadi unggul yang membangun desa dan sekitarnya. Boleh jadi ini adalah sarana menuju kesuksesan dan impian yang selama ini anda harapkan.

 

 

RUMAH TANGGA YANG MENYENANGKAN

RUMAH TANGGA YANG MENYENANGKAN

——————————————————————————–

Hari Minggu (8/3/2020) kemarin, kita digegerkan oleh berita penikaman suami terhadap isterinya di Dusun Baru Desa Kelobak Kecamatan Kepahiang. Penyebabnya diperkirakan karena terjadinya percecokan diantara keduanya, suami menuduh isterinya selingkuh dengan pria lain.

Sebelumnya kita juga dihebohkan oleh berita pembunuhan sadis di Desa Sekayun Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah pada Minggu (26/1/2020). Adalah Revi Puspitasari (20), yang diduga menjadi korban pembunuhan dengan terduga pelaku adalah Eliya Pranata (22), suami korban. Permasalahannya sangat sepele yaitu korban terpancing emosi karena dimarahi isteri yang menyebutnya sebagai suami pemalas. Suami tega mengorok leher isterinya yang baru dinikahi 5 bulan, masih pengantin baru.

Berita-berita seperti ini nyaris setiap hari mewarnai media kita, baik online maupun offline. Apa penyebab rumah tangga yang rentan kekerasan? Bukankah tujuan menikah adalah untuk merasa tentram dan bahagia? Untuk itu ada baiknya kita belajar dari Ustad Aa Gym yang memaparkan tentang Rumah Tangga Yang Menyenangkan berikut ini:

Banyak orang yang menyangka bahwa pernikahan itu indah. Padahal sebetulnya? Indah …sekali. Tak sedikit yang menyesal, kenapa tak dari dulu menikah. Sahabat, itu adalah secuplik ungkapan yang lazim terdengar tentang pernikahan. Namun jelas, tak segampang yang dibayangkan untuk membina sebuah keluarga. Membangun sebuah keluarga sakinah adalah suatu proses. Keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang diam tanpa masalah. Namun lebih kepada adanya keterampilan untuk manajemen konflik.

Ada tiga jenis manajemen konflik dalam rumah tangga, yaitu pencegahan terjadinya konflik, menghadapi tatkala konflik terlanjur berlangsung, dan apa yang harus dilakukan setelah konflik reda. Pada kesempatan pertama, insya Allah kita akan mengurai tentang bagaimana meminimalkan terjadinya konflik di dalam rumah tangga kita.

Siap dengan hal yang tidak kita duga

Pada dasarnya kita selalu siap untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Mudah bagi kita bila yang terjadi cocok dengan harapan kita. Namun, bagaimanapun, setiap orang itu berbeda-beda. Tidak semuanya harus sama “gelombangnya” dengan kita. Maka yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri agar potensi konflik akibat perbedaan ini tidak merusak.

Dalam rumah tangga, bisa jadi pasangan kita teryata tidak seideal yang kita impikan. Maka kita harus siap melihat ternyata dia tidak rapi, tidak secantik yang dibayangkan atau tidak segesit yang kita harapkan., misalnya. Kita harus berlapang dada sekali andai ternyata apa yang kita idamkan, tidak ada pada dirinya. Juga sebaliknya, apabila yang luar biasa kita benci. Ternyata isteri atau suami kita memiliki sikap tersebut.

Memperbanyak pesan Aku

Tindak lanjut dan kesiapan kita menghadapi perbedaan yang ada, adalah memperbanyak pesan aku. Sebab, umumnya makin orang lain menegetahui kita, makin siap dia menghadapi kita. Misalnya sebagai isteri kita terbiasa katakanlah mengorok ketika tidur. Maka agar suami dapat siap menghadapi hal ini, kita bisa mengatakan “Mas, orang bilang, kalau tidur saya itu suka ngorok,…. jadi Mas siap-siap saja. Sebab, sebetulnya, saya sendiri enggak niat ngorok.”

Lalu sebagai suami, misalnya kita menyatakan keinginan kita: “Saya kalau jam tiga suka bangun. Tolonglah bangunkan saya. Saya suka menyesal kalau tidak Tahajjud. Dan kalau sedang Tahajjud, saya tidak ingin ada suara yang mengganggu.”

Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi riak-riak masalah akibat satu sama lain tidak memahami nilai-nilai yang dipakai oleh pasangan hidupnya. Sebab sangat mungkin orang membuat kesalahan akibat dia tidak tahu tata nilai kita. Yang dampaknya akan banyak muncul ketersinggungan-ketersinggungan. Maka di sinilah perlunya kita belajar memberitahukan. Memberitahukan apa yang kita inginkan. Inilah esensi dari pesan aku.

Dengan demikian, ini akan membuat peluang konflik tidak membesar. Karena kita telah mengkondisikan agar orang memahami kita. Sungguh tidak usah malu menyatakan harapan ataupun keberatan-keberatan kita. Sebab justru dengan keterbukaan seperti ini pasangan hidup kita dapat lebih mudah dalam menerima diri kita. Termasuk dalam hal keberadaan orang lain.

Misalnya orang tua kita akan datang. Maka adalah suatu tindakan bijaksana apabila kita mengatakan kepada suami tentang mereka. Sebagai contoh, orang tua kita mempunyai sikap cukup cerewet, senang mengomentari ini itu. Maka katakan saja: “Pak… saya tidak bermaksud meremehkan. Namun begitulah adanya. Orang tua saya banyak bicara. Jangan terlalu dipikirkan, itu memang sudah kebiasaan mereka. Juga dalam hal makanan, yang ikhlas saja ya Pak…kalau nanti mereka makannya pada lumayan banyak…”

Sungguh sahabat, makin kita jujur maka akan semakin menentramkan perasaan masing-masing di antara kita.

Alkisah, ada sebuah keluarga. Sering sekali terjadi pertengkaran. Akhirnya, suatu ketika si isteri bicara “Pak, maaf ya, keluarga kami memang bertabiat keras. Sehingga bagi kami kemarahan itu menjadi hal yang amat biasa.”

Lalu suaminya membalas “Sedangkan Papa lahir dari keluarga pendiam, dan jarang sekali ada pertempuran…”

Jelas itu akan membuat keadaan berangsur lebih baik dibanding terus menerus bergelut dalam pertengkaran-pertengkaran yang semestinya tak terjadi.

Jadi kita pun harus berani untuk mengumpulkan input-input tentang pasangan kita. Misalnya ternyata dia punya BB atau bau badan. Maka kita bisa menyarankan untuk meminum jamu, sekaligus memberitahukan bahwa kadar ketahanan kita terhadap bau-bauan rendah sekali. Sehingga ketika kita tiba-tiba memalingkan muka dari dia, isteri kita itu tidak tersinggung. Karena tata nilainya sudah disamakan.

Tentunya, dengan saling keterbukaan seperti itu masalah akan menjadi lebih mudah dijernihkan dibanding masing-masing saling menutup diri. Ketertutupan, pada akhirnya akan membuat potensi masalah menjadi besar. Kita menjadi mengarang kesana kemari, membayangkan hal yang tidak tidak berkenaan dengan pasanagan hidup kita. Dongkol, marah, benci dan seterusnya. Padahal kalau saja didiskusikan, bisa jadi masalahnya menjadi sangat mudah diselesaikan. Dan potensi konflik pun menjadi minimal.

Tentang aturan

Kita harus memiliki aturan-aturan yang disepakati bersama. Karena kalau tak tahu aturan, bagaimana orang bisa nurut? Bagaimana kita bisa selaras? Jadi kita harus membuat aturan sekaligus…sosialisasikan! Misalnya isteri kita jarang mematikan kran setelah menggunakan. Bisa jadi kita dongkol. Disisi lain, boleh jadi isteri malah tak merasa bersalah sama sekali. Sebab dia berasal dari desa. Dan di desa.. pancuran toh tak pernah ditutup. Begitu pula pada anak-anak. Kita harus mensosialisasikan peraturan ini. Tidak usah kaku. Buat saja apa yang bisa dilaksanakan oleh semua. Makin orang tahu peraturan, maka peluang berbuat salah makin minimal.

Nah, semoga pesan yang disampaikan ustad Aa Gym melalui artikel Manajemen Qalbu ini dapat meminimalisir permasalahan dalam keluarga. Ingat Menikah itu ingin mendapatkan Kebahagiaan. Menikah untuk merasa nyaman satu dengan lainnya. Mari bangun rumah tangga yang menyenangkan.

 

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang