"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

CALON ORANG BESAR MEMULAI PERUBAHAN

CALON ORANG BESAR MEMULAI PERUBAHAN

Sebulan yang lalu, kami diundang untuk mengikuti kegiatan pelatihan pengembangan tutor PAUD yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang berkerjasama dengan PKK Kabupaten Kepahiang, dengan Tema “Kita Tingkatkan Pembinaan Bagi Pendidik PAUD Untuk Terciptanya Anak-anak Yang Berkarakter dan Berpotensi.

Inti dari pelatihan tersebut adalah diharapkan kesadaran Pendidik PAUD dalam melaksanakan aktifitasnya sebagai pendidik anak usia dini. Bahwa menjadi seorang pendidik tidaklah gampang, apalagi dengan tujuan untuk menghasilkan anak-anak yang berkarakter. Sebab kebanyakan pendidik PAUD adalah guru yang bertipe nyasar alias hanya bekerja sambilan dengan niat mengisi waktu luang saja. Ada juga pendidik PAUD yang bertipe guru bayaran yaitu rajin mengajar jika ada insentif atau uang transport saja.

Apa penyebab guru PAUD bertipe nyasar dan bayar? Salah satunya karena tidak memahami potensi dalam dirinya, yaitu potensi lahiriah seorang perempuan (kebanyakan pendidik PAUD adalah perempuan). Jika potensi ini bisa tersalurkan melalui upaya pendampingan tumbuh kembang anak usia dini maka fitrah sebagai perempuan alias ibu akan maksimal. Sayangnya, beban ekonomi dan pandangan sosial masyarakat kadang menjadi pemicu tidak maksimalnya pendidik dalam melaksanakan aktifitasnya. Belum lagi, ketidak mampuan dalam berkonsentrasi terhadap kebutuhan anak didik. Banyak pendidik yang membawa permasalahan pribadinya di sekolah sehingga perhatian terhadap anak didikpun terabaikan.

Sebagian besar pendidik kita terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar dirinya. Juga terlalu banyak energi dan potensi untuk memikirkan selain diri, baik itu merupakan kesalahan, keburukan mau pun kelalaian orang lain.

Ketika peserta didik tidak mengalami kemajuan berarti, biasanya antar pendidik saling menyalahkan satu sama lain, sehingga suasana mengajarpun tambah runyam.
Banyak pendidik yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud.

Siapa pun yang bercita-cita besar, rahasianya adalah perubahan pada diri sendiri. Ingin mengubah anak didik menjadi berkarakter dan berakhlak mulia?, caranya ubah saja diri sendiri. Betapapun kuatnya keinginan kita untuk mengubah anak didik, tapi kalau tidak dimulai dari diri sendiri, semua itu menjadi hampa. Setiap keinginan mengubah hanya akan menjadi bahan tertawaan kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Orang di sekitar kita akan menyaksikan kesesuaian ucapan dengan tindakan kita.

Boleh jadi orang yang banyak memikirkan diri sendiri itu dinilai egois. Pandangan itu ada benarnya jika kita memikirkan diri sendiri lalu hasilnya juga hanya untuk diri sendiri. Tapi yang dimaksud di sini adalah memikirkan diri sendiri, justru sebagai upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk memperbaiki kualitas diri yang lebih luas.

Perumpamaan yang lebih jelas untuk pandangan ini adalah seperti kita membangun pondasi untuk membuat rumah. Apalah artinya kita memikirkan dinding, memikir kan genteng, memikirkan tiang sehebat apa pun, kalau pondasinya tidak pernah kita bangun. Jadi yang merupa kan titik kelemahan manusia adalah lemahnya kesungguhan untuk mengubah dirinya, yang diawali dengan keberanian melihat kekurangan diri. Nah…bagaimana pendidik akan menciptakan anak-anak PAUD yang berkarakter dan berpotensi  jika dirinya belum mau berubah?.

Pemimpin mana pun bakal jatuh terhina manakala tidak punya keberanian mengubah dirinya. Orang sukses mana pun bakal roboh kalau dia tidak punya keberanian untuk mengubah dirinya. Kata kuncinya adalah keberanian.

Berani mengejek itu gampang, berani menghujat itu gampang, tapi, tidak sembarang orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri. Ini hanya milik orang- orang yang sukses sejati.

Orang yang berani membuka kekurangan orang lain, itu biasa. Orang yang berani membincangkan orang lain, itu tidak istimewa. Sebab itu bisa dilakukan semua orang yang tidak punya apa-apa sekali pun. Tapi, kalau ada orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri, bertanya tentang kekurangan itu secara sistematis, lalu dia buat sistem untuk melihat kekurangan dirinya,inilah calon orang besar.

Mengubah diri dengan sadar, itu juga mengubah orang lain. Walaupun dia tidak mengucap sepatah kata pun untuk perubahan itu, perbuatannya sudah menjadi ucapan yang sangat berarti bagi orang lain. Percayalah, kegigihan kita memperbaiki diri, akan membuat orang lain melihat dan merasakannya.

Memang pengaruh dari kegigihan mengubah diri sendiri tidak akan spontan dirasakan. Tapi percayalah, itu akan membekas dalam benak orang. Makin lama, bekas itu akan membuat orang simpati dan terdorong untuk juga melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Ini akan terus berimbas, dan akhirnya seperti bola salju. Perubahan bergulir semakin besar.

Jadi kalau ada orang yang bertanya tentang sulitnya mengubah anak, jawabannya dalam diri orang itu sendiri. Jangan dulu menyalahkan orang lain, ketika mereka tidak mau berubah.

Jangan terlalu banyak bicara. Lebih baik bersungguh-sungguh memperbaiki diri sendiri. Jadikan perkataan makin halus, sikap makin mulia, etos kerja makin sungguh-sungguh, ibadah kian tangguh. Mudah-mudahan, kita bisa menjadi pendidik yang sadar bahwa kesuksesan peserta didik diawali dari keberanian melihat kekurangan diri sendiri, dan berusaha memulai perubahan ke arah lebih baik.

Kitalah yang akan menghargai diri sendiri dan kemudian orang lain juga akan menghargai kita. Tak ada pribadi yang BIASA-BIASA saja dalam jagad raya ini. Yang ada adalah pribadi yang GAGAL menjadikan dirinya LUAR BIASA. Kesuksesan itu adalah  kepercayaan dalam  mengaktualisasikan diri dalam bentuk pengabdian dan kasih sayang. Maka banggalah dengan dirimu sendiri, jangan pernah bermimpi untuk menjadi orang lain. Mari mulai perubahan…..(salam Az-zahra)

Az Zahra, 20 Oktober 2014.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + 18 =