Az Zahra Kepahiang
TK AS SAADAH PEDULI BATIK DIWO SEJAK DINI
ZAHRA PUBLISHING. TK As Saadah Peduli Batik Diwo Sejak Usia Dini.
Lindawati, Kepala Sekolah TK As Saadah Desa Barat Wetan Kecamatan Kabawetan mengajak siswa siswi nya untuk peduli batik Diwo sejak dini.
Mereka mengikuti paket edukasi dan wisata batik di rumah kreatif batik Diwo Desa Sidorejo.
Sri Wanti, Ketua IKM Rumah Kreatif menyambut mereka dengan gembira. Beliau berterimakasih kepada TK As Saadah yang peduli dan mau belajar membatik.
“Batik Diwo adalah batik khas dan kebanggaan masyarakat di kabupaten Kepahiang. Oleh karena itu harus kita jaga dan lestarikan. Edukasi kepada anak usia dini sangat pas, agar mereka mengenal motif dan cara membuat batik tersebut”
Pembatik cilik ini datang belajar membatik didampingi guru dan orang tua mereka.
Mereka bekerjasama dalam membimbing anak menjiplak motif, mencanting dan mewarnai kain. Suasana akrab dan bahagia tercipta antara anak dan orang tua nya.
Pemandangan ini sangat menyenangkan. Belajar membatik membangkitkan kasih sayang. Belajar membatik melestarikan budaya
Mari ajak buah hati anda peduli dan belajar membatik di Rumah Kreatif Batik Diwo Desa Sidorejo kecamatan Kabawetan.
Informasi lebih lanjut hubungi Umi Sri di 0813-6950-9986.


Gerakan Santri Menulis di Ponpes At Tauhid
ZAHRA PUBLISHING. Gerakan Santri Menulis di Ponpes At Tauhid
Menulis itu MUDAH karena menulis itu BERCERITA.
Itulah kalimat sugesti yang diberikan Umi Yesi pengelola kelas sabusabu (Satu bulan satu buku) kepada ratusan santri di pondok pesantren At Tauhid Yayasan Kampoeng Tauhid Sriwijaya. Ponpes ini terletak di desa Talang Pangeran Ulu. Kecamatan Pamulutan Barat. Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Para santri begitu antusias dan langsung mempraktekkan teknis menulis yang disampaikan Umi dengan gamblang dan sederhana.
“Waktu menulis sudah habis. Silahkan adik adik letakkan pena dan berhenti menulisnya” perintah Umi kepada santri yang khusyuk menulis. Mereka tidak berhenti menulis sesuai instruksi, rupanya waktu 10 menit tidak cukup bagi mereka. Maka Ustadzah Dini yang memandu acara meminta tambahan waktu 5 menit.
Melihat keseriusan santri ponpes At Tauhid ini membuat Umi tersenyum bangga. Sebab ilmu yang beliau sampaikan sudah mampu dipraktekkan. Terbukti santri tetap asyik menulis meski waktu sudah habis.
Ustad Ali Efendi, pimpinan ponpes pun jadi terharu dan tak menyangka santri santrinya mampu menulis dan tak ragu membacakan tulisan mereka di depan teman temannya.
“Terimakasih banyak Umi sudah datang dan berbagi ilmu literasi dan trik menulis mudah semudah bercerita. Kami berharap Umi akan terus membimbing dan membantu santri kami supaya dapat menerbitkan buku. Buku yang menjadi buah karya santri di sini. Sering-sering datang ke sini ya Umi” pesan ustad Ali dengan senyum ramahnya.
Umi Yesi mengapresiasi para peserta yang kreatif dengan memberikan buku-buku karya beliau. Santri yang beruntung mendapat buku itu adalah Rahmad, Erlangga, Jesfin, Yasmin, Juan dan Jihan.
Terakhir semua santri mendapat PR menulis, minimal 5 halaman dalam waktu dua Minggu. Kita tunggu hasil karya mereka ya.


Literasi Wong Palembang

ZAHRA PPUBLISHING. Literasi khusus wong Palembang.
Sabtu, 20 Januari 2021 Taman Bacaan Masyarakat Cahaya mengadakan kelas menulis sabusabu VI khusus wong Palembang.
Bertempat di PAUD IT Tarbawi Kota Palembang 8 orang calon penulis yang semuanya perempuan. Mereka adalah Indah Putri, Endang Lestari, Dwi Apriyanti, Risa Sukma Tania, Liska Piani, Yeni Eliza, Merry Gustoni dan Ema Naseha. Latar belakang profesi adalah guru PAUD, Mahasiswa, Pengurus Yayasan dan dari BP PAUD Dikmas Palembang.
Umi Yesi, narasumber dan pengelola kelas sabusabu menyampaikan beberapa trik dalam menulis.
“Menulis itu MUDAH karena menulis adalah BERCERITA”
Ada empat point’ yang perlu diperhatikan ketika hendak menulis yaitu Bahan tulisan atau cerita yang hendak disampaikan, Tokoh cerita yang disertai dialog, Masalah yang dihadapi dalam cerita dan penyelesaian masalah yang berisi nasehat atau inspirasi positif bagi pembaca.
Terakhir, seluruh calon penulis mendapat PR untuk menulis minimal 5 halaman yang diketik dengan format kertas A4, font Times new roman dan spasi 1.5. Tulisan ini wajib dikumpulkan selambat-lambatnya 5 hari kedepan.
Kita tunggu karya perempuan Palembang ini ya.


