Az Zahra Kepahiang
Emi Nata: GOW adalah Organisasi Terbesar bagi Perempuan di Kepahiang
Kepahiang, 2 Juli 2021.
Hj. Emi Nurhayati Zurdi Nata dilantik sebagai Ketua GOW Kabupaten Kepahiang Periode 2021-2024 oleh Bupati Kepahiang, yang dihadiri Wakil Bupati Kepahiang, Sekda Kepahiang dan Unsur Muspida lainnya. Hadir pula Ketua BKOW Provinsi Bengkulu dan Ketua GOW tetangga yakni Ketua GOW Bengkulu Tengah dan Ketua GOW Rejang Lebong.
Dalam sambutannya, Bu Emi menyampaikan bahwa gabungan organisasi wanita (GOW) ini adalah wadah organisasi terbesar bagi kaum perempuan di Kabupaten Kepahiang. Ada 26 organisasi aktif yang memiliki massa dan ikut berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Kepahiang. Mereka dipimpin oleh perempuan-perempuan hebat dengan kemampuan dan prestasi dibidang masing-masing sesuai visi dan misi organisasi. Dan GOW adalah tempat mereka berkumpul, bersinergi dalam mewujudkan visi misi Kabupaten Kepahiang yang maju, mandiri, sejahtera dan berdaya saing.
Ada enam bidang yang akan membantu mewujudkan visi misi tersebut.
Bidang Organisasi, memiliki program kerja melakukan inventaris ulang seluruh organisasi wanita yang ada sehingga mempunyai database semua kegiatan organisasi wanita sebagai media informasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
Bidang Pendidikan dan Pelatihan akan menciptakan perempuan Kepahiang yang kompeten dan berkualitas melalui pelatihan, seminar, workshop dan berbagai jenis perlombaan.
Bidang Sosial dan Budaya akan meneruskan program unggulan yang bertajuk GOW KETOK PINTU, yaitu suatu gerakan berkunjung ke rumah-rumah masyarakat miskin/cacat/perempuan rawan ekonomi dan anak yatim piatu, dengan memberikan berbagai jenis kebutuhan yang mereka butuhkan.
Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, kami akan memberikan kesadaran terhadap lingkungan dan pola hidup sehat di masyarakat melalui penyuluhan kesehatan, penanaman pohon dan gerakan bersih-bersih di arial kumuh yang padat dengan aktifitas masyarakat. Contohnya di Pasar pagi.
Bidang Ekonomi dan Koperasi, kami akan melanjutkan Mou dengan Forum Bulog dalam hal penyediaan sembako murah dan mengerakkan UMKM yang ada di Kabupaten Kepahiang. Contoh produk UMKM perempuan Kepahiang dapat bapak/ibu lihat di stand bazzar di depan gedung ini. Bapak/ibu dapat membeli produk tersebut sebagai oleh-oleh dari perempuan kepahiang.
Bidang advokasi, kasus yang menimpa perempuan dan anak masih sangat tinggi di Kepahiang. Oleh karena itu bidang advokasi ini sangat diperlukan dalam upaya memberikan pelayanan terhadap perempuan dan anak yang bermasalah terutama jika berhadapan dengan hukum. Untuk itu pada kesempatan ini kami juga mohon kepada Bupati dan unsur terkait agar dapat memberikan fasilitas berupa RUMAH AMAN agar para perempuan ini memiliki tempat singgah dan mendapat konseling guna melanjutkan kehidupannya lebih baik dimasa yang akan datang.
Terakhir, beliau menutup kata sambutan dengan pantun.
Pergi kondangan memakai Batik
Amatlah cantik serta menawan
Perempuan Kepahiang sudah dilantik
Amanat baru harus dilaksanakan
Buah duku buah durian
Manis rasanya bikin ketagihan
Cukup dulu kata sambutan
Kita jumpa dilain kesempatan

Bupati Kepahiang Melantik Emi Nurhayati Nata Menjadi Ketua GOW Kepahiang
Kepahiang-02 Juli 2021, Bupati Kepahiang Melantik Ketua dan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kepahiang Periode 2021-2024, bertempat di Guest House Kabupaten Kepahiang.
Turut Hadir Wakil Bupati Kabupaten Kepahiang, Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang, Yang Mewakili Kejaksaan Negeri Kepahiang, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepahiang, Yang Mewakili Kapolres. Danramil Kepahiang, Ketua Gabungan Organisasi Wanita [GOW] Kabupaten Kepahiang, Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita [BKOW] Provinsi Bengkulu , Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepahiang, Ketua GOW Bengkulu Tengah. Ketua GOW Rejang Lebong. Ketua Dharmawanita Persatuan Kabupaten Kepahiang, Yang Mewakili Polres Kepahiang.
Else Melyafera, Ketua Panitia melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Rapat Koordinasi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kepahiang tanggal 17 Mei 2021 tentang Susunan Pengurus dan Rencana Program Kerja GOW Kabupaten Kepahiang Periode 2021 – 2024.
Jumlah pengurus GOW Kepahiang periode 2021-2024 sebanyak 40 orang yang merupakan perwakilan dari 26 organisasi perempuan se Kabupaten Kepahiang
Dalam sambutannya Bupati Kepahiang Bapak Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM,.IPU mengucapkan Selamat kepada Ibu Hj. Emi Nurhayati Zurdinata serta Pengurus yang sudah di Lantik sebagai ketua Gabungan Organisasi Wanita [GOW] Kabupaten Kepahiang Periode 2021-2024.
“Potensi besar GOW ini diharapkan dapat berkiprah dalam memberdayakan perempuan di Kabupaten Kepahiang dalam berbagai bidang yang ada, Kita berharap GOW Kedepannya dapat memberikan kontribusi dalam Pembangunan Daerah Kabupaten Kepahiang tentu saja selaras dan sesuai dengan Program Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang, sehingga Pemerintah Daerah dan GOW ini dapat bersinergi, bekerja sama membangun Kabupaten Kepahiang”. Ungkap Bupati Kepahiang,
Bupati Kepahiang Menghimbau Kepada Seluruh Tamu Undangan serta Seluruh Masyarakat Kabupaten Kepahiang Untuk Tetap Patuh Terhadap Protokol Kesehatan, Mari Bersama-sama Membantu Tim Satgas Covid-19 Mencegah dan Menghentikan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kepahiang.

Duhai Cinta, Aku Pulang
Bertemu dan ngobrol dengan perempuan calon penulis di kelas sabusabu adalah hal yang biasa bagiku.
Mendengar keluh kesah atau sekedar curhatpun adalah hal yang tak asing bagiku.
Namun, ada yang tak biasa terjadi pada kisah perempuan perempuan hebat yang kutemui hari ini.
Kisah tentang cinta, cinta yang terperangkap dalam jiwa. Dan upaya keras mereka untuk menemukan jawaban atas segudang tanya tentang cinta.
“Umi, apakah cinta harus memiliki? Tidak bukan? Tidak semua cinta bisa kita miliki,” tanya perempuan muda pengelola TBM Pelita Bangsa ini. Perempuan energik dengan aura positif yang terpancar dari wajahnya.
Dia bertanya, dia pula yang menjawab, “Tidak semua cinta harus memiliki, iya kan Mii?” tanyanya lagi meminta pembenaran.
“Oh..nggak dong…kalo cinta dan memang benar benar cinta justru harus saling memiliki. Memiliki di sini bukan berarti dia harus selalu ada di sisi kita. Cinta itu keyakinan, ada ikatan yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kedua insan yang mencinta.”
Belum selesai penjelasanku tentang cinta, seorang perempuan macho disamping kananku berteriak, “Yes….! Cinta itu ikatan hati. Keren banget Umi. Ini yang aku tunggu-tunggu” jawab perempuan itu sembari mengepalkan tangan dan meninju tepi dinding rumah makan, tempat kami sedang diskusi.
Spontan kami tertawa melihat reaksinya itu. Sebut saja namanya Ani. Beliau volunteer di TBM Pelita Bangsa. Perempuan berpenampilan macho yang nampak unik dan berbeda dengan wanita kebanyakan.
“Umi, aku ingin bicara cinta melalui gemericik air. Kenapa dengan air? Bisakah menghitung air yang sedang berirama itu? Tentu tidak kan? Begitulah besarnya cintaku padamu. Sebanyak air yang tak bisa kau hitung itu”
Aku terkesima dibuatnya. Pandai dia merangkai kata, ucapku dalam hati.
“Cie ….cie…cie, begitu dalam cinta itu merasuk dalam kalbu, hingga aku tak bisa bernapas tanpamu,” tambah Santi, tutor PKBM Songgo Langit menimbali puisi cinta Ani tadi
“Eh ….lagi ngomongin apa sih? Bisa diulang nggak?” celetuk Bu Rini Pengelola PKBM Cendikia Ananda.
“Ada deh!” jawab Ani dan Santi berbarengan. Timbullah gelak tawa mereka memenuhi ruangan. Beberapa tamu yang sedang makan menoleh kearah kerumunan perempuan yang asyik bicara cinta ini.
“Aku suka membuat puisi. Mengungkap rasa melalui untaian kata. Meski terkadang sering disalahartikan. Dan sudah lama aku tidak menuangkan rasa itu. Aku takut orang bilang sok romantis, lebay atau menuju kegilaan.” papar Ani lagi.
“Mengapa harus memikirkan perasaan orang lain? Jadilah dirimu sendiri. Jika engkau suka menulis puisi, buatlah. Itu caramu berdialog menyampaikan isi hati. Tak usah pikirkan penilaian orang lain. Agar hidup tidak dibayangi oleh orang lain. Hiduplah merdeka, dengan keistimewaan yang kau punya.” jawabku berfilosofi.
“Oke, siap Umi. Aku akan kembali. Tapi dengan Dia yang berbeda!” jawabnya sigap dan percaya diri.
“No ..bukan kembali dengan Dia yang berbeda. Tapi kembalilah dengan dirimu yang berbeda”
“Duhai Cinta, Aku Pulang” jawab Santi memberi inspirasi.
“Wahai Cinta, Aku Pulang, Tapi pulang dengan aku yang berbeda!” Ani menyempurnakan.
“Good…bisa jadi judul buku ni,” Jawab Ketua TBM Pelita Bangsa.
“Yup…akan kutulis kisah cinta ini. Sayang aku kembali….” balas Ani lagi. Kamipun tertawa bersama sama tanpa menghiraukan pengunjung lain yang melirik kearah kami.
Biarlah kisah ini abadi.
Catatan kecil di rumah makan Kampoeng, Senin, 28 Juni 2021.



