Kisah Desa Setara Bayung: Kisahku Lebeah Kuet Kunai Sinyal
Harga aslinya adalah: Rp120.000.Rp99.000Harga saat ini adalah: Rp99.000.
Deskripsi
Karya Literasi Menembus Keterbatasan: Antologi Cerpen Kisahku Lebih Kuat dari Sinyal
Bukti nyata lain dari keberhasilan gemilang Program Desa Setara terwujud dalam antologi cerpen berjudul Kisahku Lebih Kuat dari Sinyal (Kisahku Lebeah Kuet Kunai Sinyal). Buku ini adalah manifestasi suara hati anak-anak Desa Bayung yang membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan meraih pendidikan.
1. Penulis Tangguh dari Desa Bayung Buku ini merupakan kumpulan karya dari peserta didik Program Desa Setara di Desa Bayung, Kecamatan Seberang Musi. Di bawah bimbingan Umi Yesi, dkk., sepuluh anak hebat menorehkan sejarah mereka sendiri: Kurnia Safitra, Angel Monica, Dani Maulana Haryadi, Utama Saputra, Siti Subaedah, Khevin Dyas Saputra, M. Riduansyah, Heri Muhammad Marpel, Ema, dan Dela Kamila Putri. Karya ini mengonfirmasi bahwa aksi jemput bola ke akar rumput benar-benar mengasah permata terpendam di pelosok desa.
2. Pesan Resiliensi yang Sangat Kuat Ada satu kutipan luar biasa di sampul belakang buku ini yang bisa menjadi punchline (kalimat pamungkas) saat Anda presentasi nanti:
“Koneksi internet bisa hilang karena cuaca, tapi tulisan di buku adalah jejak yang abadi.”
Kutipan ini merepresentasikan kondisi riil daerah pelosok yang sering mengalami kendala jaringan internet (Blank Spot). Namun, melalui kelas menulis Sabusabu di Program Desa Setara, anak-anak ini diajarkan bahwa di saat teknologi mungkin gagal, literasi dan karya tulis mereka akan terus abadi dan menginspirasi.
3. Konsistensi Pelestarian Aksara dan Bahasa Lokal Sama seperti karya sebelumnya, buku ini mempertahankan komitmen pada pelestarian kearifan lokal. Judul dan isi yang menyertakan bahasa Rejang, serta pencantuman aksara Kaganga di sampul depan, menegaskan bahwa pendidikan yang difasilitasi oleh PKBM Az Zahra sangat membumi dan bangga terhadap identitas budaya daerah.
4. Sinergi Pemuda Pelopor Desa dan Rencana Kemendesa Buku ini dengan jelas mencantumkan bahwa pelaksanaannya didukung oleh Pemuda Pelopor Desa, selaras dengan rencana strategis Kementerian Desa (Kemendesa). Para pelopor di Desa Bayung—Ariansi, S.Pd., Desvi Yunitasari, S.Pd., Reka Meliana, Sulastri, dan Versi Sartika—berhasil menjadi jembatan peradaban bagi warga desanya. Dedikasi mereka memastikan bahwa layanan pendidikan benar-benar menyentuh akar rumput.





Tinggalkan Balasan