"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Desa Setara Bayung: Ketika Jalan Raya Menjadi Ruang Kelas Online 

Ketika Jalan Raya Menjadi Ruang Kelas Online

Seberang Musi, 29/9/2025- Program Desa setara Desa Bayung, pemandangan yang kontras sekaligus menyentuh tersaji ketika tatap muka hari ini.

Peserta didik program kesetaraan Paket B dan C dari program Desa Setara berkumpul, bukan di dalam ruangan yang nyaman, melainkan di tepian jalan raya yang ramai. Di bawah bimbingan tutor yang setia mendampingi, mereka menatap layar gawai masing-masing, berusaha keras menyerap materi pelajaran secara daring.

Inilah potret perjuangan pendidikan di era digital, di mana semangat untuk belajar harus beradu kuat dengan kenyataan pahit keterbatasan infrastruktur. Aplikasi belajar yang seharusnya menjadi jembatan ilmu justru terhalang oleh dinding tebal bernama sinyal yang lemah.

Kondisi ini menciptakan sebuah drama sunyi yang sarat akan ironi. Jalan raya, sebuah simbol konektivitas fisik, secara terpaksa mereka jadikan satu-satunya tempat untuk mendapatkan konektivitas digital.

Dengan duduk di atas rumput dan bebatuan, mereka fokus mencari satu atau dua bar sinyal yang muncul di layar gawai mereka. Suara deru motor dan mobil yang sesekali melintas menjadi musik latar yang mengiringi perjuangan mereka.

Para tutor pun dengan sabar memastikan setiap anak didiknya tidak menyerah meski tantangan begitu nyata di depan mata.

Pemandangan ini menyajikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Di satu sisi, ada rasa prihatin yang mendalam melihat bagaimana anak-anak bangsa harus mempertaruhkan kenyamanan dan bahkan keselamatan mereka demi mendapatkan hak dasar atas pendidikan.

Ini adalah sebuah tamparan keras, pengingat nyata akan kesenjangan digital yang masih menganga lebar antara perkotaan dan pedesaan. Namun di sisi lain, pemandangan ini adalah monumen hidup tentang kekuatan semangat.

Kegigihan mereka adalah bukti paling sahih bahwa keinginan untuk meraih masa depan yang lebih baik tidak bisa dipadamkan oleh rintangan apa pun.

Pada akhirnya, kisah para pelajar di Desa Bayung ini lebih dari sekadar cerita tentang sinyal yang sulit. Ini adalah narasi tentang ketangguhan, dedikasi, dan harapan. Semangat mereka yang menyala di tepi jalan raya menjadi pesan kuat bagi semua pihak, bahwa api ilmu akan selalu dicari walau harus menembus kegelapan keterbatasan.

Perjuangan mereka layak mendapatkan apresiasi, tetapi yang lebih penting, layak mendapatkan solusi nyata agar kelak jalan raya dapat kembali ke fungsi sejatinya, dan ruang kelas mereka tak lagi beratapkan langit dan bising kendaraan, melainkan penuh dengan fasilitas yang memadai untuk menyongsong asa.

Program Desa setara adalah inisiatif Yayasan Az Zahra Kepahiang untuk menjembatani peserta didik di pelosok desa agar tetap melanjutkan pendidikannya dengan program pendidikan kesetaraan di PKBM Az Zahra Kepahiang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang