"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

PKBM Az zahra Kepahiang

KADIS DIKBUD KEPAHIANG MEMBATIK BERSAMA KOMISI X DPR RI

Dr. Hartono, M.Pd. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang hadir mewakili Bupati Kepahiang pada Pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) PKBM Az zahra Kepahiang, dengan jenis keterampilan Batik Diwo. Hadir menemani beliau Ibu Efie Hartono dan Ibu Suriani, S.Pd. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Dikbud Kab. Kepahiang. Kegiatan dibuka oleh ibu Hj. Dewi Coryati, M.Si. Komisi X DPR RI.

Batik Diwo adalah Batik tradisional khas Kabupaten Kepahiang yang dominan bermotif jenis tumbuh-tumbuhan seperti biji kopi, lada, daun teh dengan variasi huruf aksara rejang kha ga nga.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap PKBM Az zahra Kepahiang yang aktif dalam membantu masyarakat marginal di Kabupaten Kepahiang.

“Umi Yesi ini Srikandi Kepahiang. Beliau sudah banyak melakukan terobosan guna membantu anak usia dini, anak putus sekolah maupun masyarakat marginal lainnya. Kami, atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terimakasih kepada PKBM Az zahra Kepahiang yang akan melakukan PKW Batik Diwo. Semoga akan banyak pembatik trampil yang ada dan menjadikan Batik Diwo sebagai icon pariwisata di Kepahiang.”

Diakhir kegiatan Kadis Dikbud mencanting bersama Ibu Dewi, Srikandi Provinsi Bengkulu yang berhasil menjadi anggota DPR RI komisi X, komisi Pendidikan. Pak Kadis juga mencanting ditemani isteri dan kadis disperindag provinsi Bengkulu.

Mereka dengan gembira dipandu mengoreskan lilin pada kain yang sudah berpola. Instruktur membatik berasal dari IKM Sumber Hayati yaitu Ibu Nurhayati dan Ernawati. Saat mencanting, Irawan, S.Pd Ketua pelaksana kegiatan mengiringi dengan puisi indah yang menjelaskan proses membatik dan filosofi batik diwo Kepahiang.

Tak lupa mereka juga memperagakan kain batik yang sudah jadi, hasil karya peserta didik tahun sebelumnya.

“Ayo order ya….Batik Diwo Kepahiang…Ambo niaaan”

PEMBUKAAN PKW BATIK DIWO PKBM AZ ZAHRA KEPAHIANG

Pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dengan keterampilan Batik Diwo Kepahiang telah dibuka oleh Ibu Hj. Dewi Coryati, M.Si. Komisi X DPR RI pada Kamis, 20 Agustus 2020 di Guest House Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang.

Hadir tamu undangan mewakili Gubernur Bengkulu yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Bengkulu, Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Bengkulu, Dinas Peternakan Prov. Bengkulu, Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dan hadir pula Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov Bengkulu.

Program PKW dengan keterampilan Batik Diwo ini juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, M.M.IPU. Beliau juga mengutus beberapa Kepala Dinas untuk hadir yaitu Dr. Hartono, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kepahiang; Agussaman dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kab Kepahiang; Tedi Adeba, ST. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab Kepahiang; Suryani, S.Pd. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Dikbud Kab Kepahiang.

Pembukaan juga dihadiri oleh Yunanto Budi Nugroho, S. Hut. Camat Kecamatan Kabawetan Kab.Kepahiang dan Hartono. Kepala Desa Sido Rejo Kec.Kabawetan Kab.Kepahiang.

Kedatangan Ibu Hj. Dewi Coryati, M.Si. beserta tamu undangan tersebut disambut meriah dengan tari tradisional kuda kepang yang diperankan dengan apik oleh anak-anak PAUD Bougenville Indah.

Dalam sambutannya, Bu Dewi menyampaikan bahwa PKBM sudah sangat pas menterjemahkan kebutuhan masyarakat dan kekinian.

“Saya apresiasi upaya PKBM Az zahra Kepahiang dalam mengatasi permasalahan sosial yang ada yakni banyaknya anak putus sekolah dan perempuan kepala keluarga. Permasalahan tersebut dominan karena faktor ekonomi. Maka perlu adanya pemberdayaan dan keterampilan berusaha. Saya yakin PKW Batik Diwo bisa menjawab permasalahan hingga dapat mengurangi pengangguran dan tercipta wirausahawan baru.”

Berita tentang Pembukaan PKW Batik Diwo ini juga dapat dibaca di media RADAR BENGKULU; ttps://www.radarbengkuluonline.com/2020/08/20/ayo-belajar-batik-diwo/

HARIAN SILAMPARI https://www.hariansilampari.co.id/komisi-x-dpr-ri-buka-pkw-batik-diwo-kepahiang/

WARTA INSPIRASIhttps://wartainspirasi.com/2020/08/pembukaan-pkw-batik-diwo-kepahiang-oleh-komisi-x-dpr-ri-hj-dewi-choryati-m-si/

Tambahan info media cetak harian Radar Bengkulu, Jumat, 21/8/2020.

Senyum Terakhir Regi dan Harapan Anak Thalasemia di Kepahiang

Regi, (14 tahun) anak yang mengidap Thalasemia, penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika, sehingga menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal.

Thalasemia adalah kelainan darah yang diturunkan dari orang tua. Kelainan ini membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah. Kurang darah yang dialami penderita thalasemia akan menimbulkan keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak napas. Akibatnya, aktivitas penderita thalasemia akan terganggu.

Ananda Regi baru diketahui menderita Thalasemia setelah berumur 10 tahun. Dan baru transfusi darah sebanyak 3 kali. Selanjutnya putus obat hingga tiga tahunan. Padahal Thalasemia merupakan kelainan genetik yang berkepanjangan, sehingga perawatannya perlu dilakukan seumur hidup. Penderita thalasemia akan melalui transfusi darah berulang untuk menambah sel darah yang kurang.

Dan penyakit ini sebenarnya dapat dideteksi sejak dini. Sejak anak usia empat bulan penyakit thalasemia dapat terdeteksi, sehingga untuk pengobatan yang tepat bisa membuat penderita lebih cepat tertangani dengan baik.

Kini Regi telah tiada, dia kembali menghadap Rabbnya dengan senyuman. Senyuman yang akan dikenang banyak orang. Orang-orang yang peduli dengan anak seperti Regi. Menurut info dari Komunitas Pecinta Anak Thalasemia, Ibu-Ibu Isteri Keluarga Anggota Dewan (IKAD) Kepahiang, ada 15 anak thalassemia di Kepahiang. Dan mereka masih berusia muda belia, seumuran Regi.

Melakukan transfusi darah secara teratur pada anak penderita thalasemia dilakukan untuk mengurangi komplikasi anemia dan eritropoesis yang tidak efektif. Hal ini dilakukan juga untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak serta memperpanjang harapan hidup pada penderitanya.

Untuk membantu anak-anak thalassemia ini diperlukan banyak pendonor darah. Maka setiap dua minggu sekali ibu-ibu IKAD ini berusaha mencari dan mengiventarisir orang-orang yang mau mendonorkan darahnya.

Bagi masyarakat yang mau mendonorkan darahnya dapat menghubungi Ibu Reka (IKAD) di nomor 0821-1173-8555 atau ke Umi Yesi (FPPI Kepahiang) di nomor 0852-6788-7453. Mari kita selamatkan Regi-Regi yang lain.

Selamat jalan Regi…surga menantimu nak!

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang