“Alhamdulillah….terimakasih ya Mii…dananya bisa untuk ongkos ke sekolah. Bisa beli buku dan baju baru untuk tatap muka.”
Rini – Paket B.
Kepahiang, 6 Agustus 2020, beberapa peserta didik paket A setara SD dan paket B setara SMP datang ke PKBM untuk mengambil dana PIP tahun 2020.
Mereka datang secara bergantian karena masih ada larangan untuk berkerumun lebih dari 20 orang, di masa pandemi covid-19.
Program Indonesia Pintar (PIP) ini sangat dinanti oleh peserta didik di masa pandemi. Setiap tahun mereka rutin mendapat dana tersebut. Dana dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar di PKBM seperti membeli buku dan biaya ongkos ke sekolah untuk mengikuti tatap muka.
Kepada peserta didik paket A dan Paket B yang mendapat dana PIP agar segera ke PKBM untuk mengambil dananya.
Nama-nama penerima PIP dapat dilihat pada papan pengumuman di sekolah.
“Saya bangga, lima orang guru/tutor kami menang lomba Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi tahun 2020. Ini bukti bahwa mereka adalah SDM unggul. Mereka sudah mengabdi dan mendedikasikan diri untuk pendidikan nonformal dapat dikenal dan dipercaya masyarakat. Prestasi ini menjadikan PKBM Az zahra Kepahiang layak menjadi percontohan bagi satuan pendidikan nonformal lainnya.”
Helmiyesi, M.Si – Ketua PKBM Az zahra Kepahiang.
Luar biasa!
Setelah empat orang siswa paket a, paket b dan paket c menang lomba dan mendapat apresiasi dari Bupati Kepahiang Dr.Ir Hidayatullah Syahid, M.M.IPU beberapa hari yang lalu. Kini giliran GTK PKBM Az Zahra Kepahiang yang menang lomba. Perlombaan dalam rangka Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi tahun 2020 yang dilaksanakan bulan April 2020. Hasilnya 5 orang GTK PKBM Az Zahra Kepahiang menang dengan berbagai kategori.
Juara 1 kategori Pengelola PKBM Berprestasi dimenangkan oleh Kms Fahrudin, S.Pd dengan judul karya nyata Strategi Pengelolaan PKBM melalui Pendekatan Budaya Dalam Meningkatkan Karakter Peserta Didik.
Juara 1 kategori Tutor Paket C Berprestasi dimenangkan oleh Irawan, S.Pd dengan judul karya nyata Implementasi Pembelajaran Triple Marker dalam Meningkatkan Pemahaman Grammar Peserta Didik dalam Mata Pelajaran Bahasa Inggris.
Juara 2 kategori Tutor Paket C Berprestasi dimenangkan Foni Susanti, A.Md dengan judul karya Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Paket C Melalui Kewirausahaan Pembuatan Keripik Singkong.
Juara 2 kategori Tutor Paket B Berprestasi dimenangkan Merti Dwi Ariesti, S.Hut dengan judul karya Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif dan Tim Kuis Untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Peserta Didik Paket B
Juara 2 kategori Tutor Paket A Berprestasi dimenangkan oleh Imelda Andriani dengan judul karya Strategi Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket A Dalam Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Pendekatan Belajar Experiential Learning.
Pemenang mendapat piagam penghargaan dari Pak Dr. Hartono, M.Pd. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, dan uang pembinaan dari Ibu Suriani, S.Pd. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Dikbud Kab Kepahiang.
Regi Patrio, dinyatakan menderita sakit Thalasemia sejak berumur 1,5 tahun.
Thalasemia merupakan kelainan genetik yang berkepanjangan, sehingga perawatannya perlu dilakukan seumur hidup. Penderita thalasemia akan melalui transfusi darah berulang untuk menambah sel darah yang kurang. Penyakit thalasemia dapat menyebabkan komplikasi berupa gangguan tumbuh kembang, kerusakan tulang, hingga penyakit jantung.
Sayangnya, Regi putus berobat, sejak Oktober 2017 Regi tidak lagi berobat medis dan tranfusi darah. Orangtua Regi lebih memilih berobat kampung dengan cara dimandikan dan diberi ramu-ramuan.
Kondisi Regi saat ini seperti anak usia 7 tahun dengan postur tubuh layu, perut buncit dan kedua kaki yang mengecil dan tidak bisa berdiri dan berjalan sebagaimana mestinya.
“Regi tidak mau tranfusi darah lagi karena pernah mengalami kejang saat tranfusi darah tiga tahun yang lalu.” ujar Pak Suanto, ayah Regi yang berprofesi sebagai tukang becak.
Umi Yesi, Ketua Yayasan Az zahra Kepahiang sekaligus Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kab Kepahiang langsung berkunjung untuk menengok kondisi Regi.
Saat ini usia Regi sudah 14 tahun, seharusnya sudah SMP. Namun Regi hanya dua minggu mengecap bangku Sekolah Dasar dan putus sekolah akibat penyakitnya.
Mendengar informasi tersebut Umi Yesi langsung menawarkan program paket A setara SD untuk Regi.
“Regi bisa sekolah di Az zahra, gratis. Sekolahnya setiap hari Jumat dan Sabtu.”
Regi mengangguk tanda mengiyakan. Insyaallah minggu depan Regi dapat mulai sekolah lagi. Meski kondisinya tidak bisa berdiri, dia bisa duduk dengan bimbingan khusus.
Sementara itu untuk membantu transfusi darah kembali, Umi Yesi menghubungi Ibu Reka, anggota IKAD yang getol memperjuangkan nasib anak thalasemia di Kepahiang.
Golongan darah Regi adalah O. Maka dibutuhkan pendonor dengan golongan darah tersebut. Biasanya sekali transfusi, Regi membutuhkan 4 sampai 5 kantong darah.
Bagi kawan-kawan yang ingin menjenguk dan membantu Regi dapat menemui di alamatnya, belakang SD 09 gang flmboyan RT.03 RW.05 no.44 Kelurahan Pasar Ujung Kecamatan Kepahiang.
Dan bagi para dermawan semoga bisa membantu Regi untuk berobat dan transfusi darah lagi. Yang ingin berdonasi bisa melalui Nomor Rekening Donasi Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kepahiang : 562201017469531 a/n Fromes Media Bagite.