"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

PKBM Az zahra Kepahiang

Peringati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan Literasi Budaya

Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia maka pada Hari Rabu, 28 Oktober 2020 TBM Cahaya PKBM Az zahra Kepahiang mengadakan pelatihan menulis dengan tema Literasi Budaya Pengembangan Destinasi Wisata dan Budaya di Kepahiang.

Hadir dan membuka acara tersebut Franco Escobar, S.Kom. Komisi Pendidikan DPRD Kab Kepahiang. Hadir juga Dr. Hartono, M.Pd Kadis Dikbud Kab Kepahiang. Ibu Suriani, M.Pd. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF. Bapak Sadikin, S.Pd Kabid Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Serta Yogi Sumantri dan Ayu dari Rumah BUMN Kepahiang.

Narasumber kegiatan adalah Kimli Haroswati, S.Pd. M.TPd Ketua FTBM Provinsi Bengkulu dengan materi berjudul Pengelolaan TBM Dalam Rangka Pengembangan Destinasi Wisata Dan Budaya. Emong Soewandi, Budayawan Kepahiang dengan materi berjudul Literasi Budaya Dalam Rangka Pengembangan Destinasi Wisata Dan Budaya. Dan Umi Yesi, penulis buku yang memberikan tips dan trik menulis semudah bercerita.

Hasil akhir kegiatan ini nanti adalah terciptanya para penulis yang mampu menulis buku terutama tentang budaya-budaya yang ada di Kabupaten Kepahiang.

“Semua peserta yang hadir akan mendapatkan e-sertifikat dan karya-karnyanya akan diterbitkan dan dicetak menjadi buku.” ujar Kms Fahrudin, S.Pd. Ketua TBM Cahaya yang menjadi Ketua panitia kegiatan.

Kegiatan ini disponsori oleh TBM Cahaya bekerjasama dengan FTBM Provinsi Bengkulu dan Rumah BUMN Kepahiang.

Geliat TBM di Kepahiang Mencerahkan

Kimli Haroswinarti, S.Pd.M.TPd Ketua Forum TBM Provinsi Bengkulu datang ke Kepahiang. Beliau menemani Pak Ali Chatani, tim dari Kemdikbud yang melakukan kunjungan ke Taman Bacaan yang ada di Kepahiang, antara lain TBM Cahaya dan TBM Widya Kencana.

Keunggulan TBM Cahaya dalam gerakan literasi di Kepahiang adalah Kelas Menulis Sabusabu. Kelas ini melatih para calon penulis, menerbitkan buku dan mencetak buku hasil karya mereka tersebut.

Menjelang siang mereka berkunjung ke TBM Widya Kencana. Kali ini ikut serta Pak Hendri Ketua FTBM Kabupaten Kepahiang. Keunggulan TBM ini adalah adanya Pekan Ceria yaitu kegiatan membaca buku sambil mendongeng.

Pak Ali sangat antusias dengan gerakan pegiat literasi di Kepahiang. Beliaupun menanyakan apa saja kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan literasi.

Menurut Umi Yesi, salah satu penulis mengungkapkan bahwa solusi mengajak masyarakat gemar membaca adalah dengan menulis. Dengan menulis maka otomatis mereka akan membaca. Namun kendalanya adalah ketika masyarakat sudah bisa menulis maka perlu dicetak menjadi buku. Nah…biaya mencetak buku ini yang menjadi kesulitan di kelas menulis yang beliau ampu.

Sedangkan kesulitan TBM Widya Kencana adalah dalam mengarsipkan buku. Panduan katalog dan dokumen buku lainnya. Hal ini perlu adanya pelatihan bagi pengelola TBM.

Senada dengan ungkapan pegiat literasi Kepahiang tersebut, Ibu Kimli berharap agar Pak Ali menyampaikan keluhan dan kesulitan tersebut kepada tim literasi di Kemdikbud.

“Geliat TBM di Kepahiang ini mencerahkan. Kegiatan mereka nyata dan bervariasi dalam mengerakkan literasi. Untuk itu saya mohon mereka ini dibantu dengan pelatihan dan dana-dana yang menunjang kegiatan. Serta adanya honor yang memadai bagi pengelola TBM . Supaya mereka fokus dalam melakukan literasi ini”

Menanggapi hal tersebut Pak Ali berjanji akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan beliau. “Insyaallah….saya telah mencatat apa saja kendala dan kesulitan yang dihadapi TBM di sini. Nanti usulan dan harapan pegiat literasi ini akan saya sampaikan. Saya yakin masa depan pengelola TBM bakal cerah. Kami sedang berjuang dan mengusahakan adanya honor bagi pengelola TBM sesuai UMR”

Mendengar kabar baik tersebut, semua yang hadir mengaminkan. Terakhir, mereka berkunjung ke Rumah Kreatif Batik Diwo Kepahiang di obyek wisata Mountain Valley Kabawetan. Di sini mereka menyaksikan literasi budaya para pengrajin batik diwo. Batik Diwo adalah literasi budaya dalam melestarikan huruf kha ga nga, huruf aksara Redjang.

Terima Jasa Kreasi Hantaran Seserahan Pernikahan

Pada acara pernikahan atau lamaran biasanya ada prosesi pemberian hantaran seserahan pernikahan. Tradisi yang sudah lama dilakukan sejak dulu ini menjadi prosesi wajib dalam setiap acara pernikahan.

Apa saja isi seserahannya? Untuk soal isi seserahan mungkin masih banyak yang bingung sebenarnya apa saja sih isi seserahan pernikahan dan apa saja item- item yang perlu dipersiapkan. Isi seserahan pernikahan yang biasanya dibawa sebagai hantaran dari keluarga pria untuk sang wanita sebagai simbol bekal untuk kehidupan kelak sang wanita.

Berikut beberapa contoh kreasi hantaran yang dibuat oleh perempuan Kepahiang dalam program peningkatan kualitas hidup perempuan tahun 2020.

Perlengkapan Sholat / Ibadah

Sebagai bekal untuk sang wanita agar menjadi pendamping dan istri yang sholehah, maka sang pria biasanya selalu menyiapkan hantaran perlengkapan ibadah ini. Sebagai bentuk dan simbol bimbingannya kelak kepada sang istri. Untuk isinya dimulai dari Mukena, sajadah, dan Al – Quran / Kitab suci.

Perlengkapan Mandi

Biasanya untuk perlengkapan mandi ini dimulai dari sabun, shampo, handuk, shower puff, produk perawatan tubuh, dan wewangian.

Pakaian Dalam

Pakaian dalam juga menjadi isi seserahan pernikahan yang perlu disiapkan nih. Untuk isinya mulai dari satu set underwear,  lingerie dan juga  baju tidur. Tetapi untuk urusan membelinya biasanya sang wanita sudah memilihkan barang – barangnya dan diserahkan kepada sang pria untuk dihias ke dalam kotak seserahan agar lebih cantik.

Perlengkapan Pesta

Perlengkapan pesta ini bermacam – macam isinya. Mulai dari kebaya dan kain, heels, tas, dress, hingga jam tangan.

Perlengkapan Kamar Tidur

Perlengkapan tidur berupa kain sprai, bunga atau pengharum ruangan menambah kesan romantis pada kamar pengantin.

Kain Perempuan

Perlengkapan lainnya yang tak kalah penting adalah kain, biasanya kain panjang. Hal ini sangat diperlukan oleh perempuan dalam rumah tangganya dikelak kemudian hari.

Berapa  kotak seserahan pernikahan yang perlu disiapkan?

Untuk jumlah kotak seserahan sebenarnya tidak ada ketentuan wajib. Semuanya bisa disesuaikan oleh kesepakatan bersama. Akan tetapi ada beberapa tradisi seperti Jawa yang biasanya memberikan kotak seserahan berjumlah ganjil (5, 7, 9, 11 )

Isi seserahan pernikahan ini sebenarnya tidak ada item wajib yang harus sama. Semua isi seserahan pernikahan di dalamnya disesuaikan dengan budget kalian juga. Seserahan yang menjadi hantaran dari pihak pria ini biasanya berisi barang-barang keperluan sang calon pengantin wanita, yang nantinya akan digunakan oleh sang wanita. Jadi bisa dibilang isi barang- barang seserahan pernikahan ini simbol bekal dikehidupan bagi sang wanita kelak.

Tips, sebaiknya sang calon pengantin wanita (CPW ) menentukan barang apa saja yang ingin dijadikan isi seserahan. Karena kalau semuanya diserahkan kepada CPP khawatir barang- barang yang dibeli tidak sesuai dengan keinginanmu.

Atau jika ingin berbagi tugas maka para CPW bisa memberikan daftar isi seserahan pernikahan yang diinginkan atau jenis- jenis produk tertentu yang biasa kalian gunakan sehingga memudahkan sang CPP untuk mencari. Atau solusi paling efektif yang biasa dilakukan adalah dengan berbelanja isi seserahan bersama. Jadi sang CPW bisa memilih sambil berdiskusi dengan sang CPP.

Bagi yang berminat mengunakan jasa kreasi hantaran kami dapat menghubungi Umi Yesi (0852-6788-7453) atau Dyah Kreasi (0852-6727-9103)

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang