FPPI Kepahiang
Pembukaan Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH P) di Kepahiang
Kepahiang, 18 September 2020, bertempat di Aula PKBM Az zahra Kepahiang hadir puluhan perempuan yang akan menjadi peserta Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH P) tahun 2020.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Kepahiang yang diwakili Pak Burlian, SE Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra. Hadir juga Ibu Efie Hidayatullah Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Kepahiang, Bu Suryani, M, Pd Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Dikbud Kab Kepahiang, Bu Sri Kurniati Kabid Pemberdayaan Perempuan DPKBP3A Kab Kepahiang dan Bu Mulyanti Wakil Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI).

Umi Yesi, Ketua PKBM Az zahra Kepahiang menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 25 perempuan Kepahiang dengan jenis keterampilan pernak-pernik souvenir pernikahan. Kegiatan didanai oleh Kemdikbud dan bekerjasama dengan Industri Kecil Menengah (IKM) Sumber Hayati dan Rumah Kreatif BUMN Kepahiang.

Perempuan tidak dilarang untuk berkembang, di Kepahiang sudah banyak bidang-bidang yang dikuasai perempuan. Contohnya Wakil Bupati, Asisten, Kepala Dinas hingga Kepala Desa perempuan. Emansipasi perempuan di Kepahiang mulai berkembang.
Meski demikian, tingkat kekerasan terhadap perempuan di Kepahiang cukup tinggi. Maka perlu wadah bagi perempuan berkumpul untuk saling belajar dan saling mendukung terutama untuk menopang ekonomi keluarga. Kegiatan seperti PKH P ini sangat baik dan ikut membantu pembangunan SDM terutama perempuan di Kepahiang. Maka ikuti kegiatan ini sampai selesai dan buktikan bahwa perempuan Kepahiang berkualitas, pesan Pak Burlian dalam kata sambutannya.


Perempuan Kepahiang Lestarikan Batik Daerah
“Batik Diwo sudah ada sejak tahun 1985-1990. Namun nyaris punah. Tidak ada yang membuat dan melestarikannya. Padahal batik ini ciri khas daerah yang bernilai ekonomis tinggi. Pakaian para Raja-Raja Rejang dahulu kala”
Menurut Ibu Nurhayati Founder IKM Sumber Hayati, Diwo berasal dari kata Dewa, nama Diwo dipakai karena baju adat para Raja Suku Rejang. Batik Diwo merupakan varian dari Batik Kaganga (aksara rejang) yang artinya Kepahiang.

Ciri khas Batik Diwo adalah pada motifnya yaitu Selempang emas, Pucuk rebung, Stabik, Bunga bangkai (amorphophallus)/ bunga raflessia, Huruf lingkung/kha ga nga dan motif hasil perkebunan seperti kopi dan lada.
Sangat disayangkan jika batik tradisional ini hilang dari Bumi Sehasen Kabupaten Kepahiang ini. Untuk itu PKBM Az zahra Kepahiang bersama IKM Sumber Hayati berkolaborasi untuk melestarikan batik diwo sehingga kembali berjaya dan dapat menjadi icon di Kabupaten Kepahiang.

“Perempuan Kepahiang akan ikut andil dalam melestarikan batik diwo sebagai warisan sejarah. Kita patut menjaga pakaian khas Raja-Raja Suku Rejang tersebut agar tidak punah” Ujar Umi Yesi Ketua PKBM sekaligus Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepahiang.

PEMBUKAAN PKW BATIK DIWO PKBM AZ ZAHRA KEPAHIANG
Pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dengan keterampilan Batik Diwo Kepahiang telah dibuka oleh Ibu Hj. Dewi Coryati, M.Si. Komisi X DPR RI pada Kamis, 20 Agustus 2020 di Guest House Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang.
Hadir tamu undangan mewakili Gubernur Bengkulu yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Bengkulu, Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Bengkulu, Dinas Peternakan Prov. Bengkulu, Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dan hadir pula Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov Bengkulu.

Program PKW dengan keterampilan Batik Diwo ini juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, M.M.IPU. Beliau juga mengutus beberapa Kepala Dinas untuk hadir yaitu Dr. Hartono, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kepahiang; Agussaman dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kab Kepahiang; Tedi Adeba, ST. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab Kepahiang; Suryani, S.Pd. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Dikbud Kab Kepahiang.

Pembukaan juga dihadiri oleh Yunanto Budi Nugroho, S. Hut. Camat Kecamatan Kabawetan Kab.Kepahiang dan Hartono. Kepala Desa Sido Rejo Kec.Kabawetan Kab.Kepahiang.
Kedatangan Ibu Hj. Dewi Coryati, M.Si. beserta tamu undangan tersebut disambut meriah dengan tari tradisional kuda kepang yang diperankan dengan apik oleh anak-anak PAUD Bougenville Indah.

Dalam sambutannya, Bu Dewi menyampaikan bahwa PKBM sudah sangat pas menterjemahkan kebutuhan masyarakat dan kekinian.
“Saya apresiasi upaya PKBM Az zahra Kepahiang dalam mengatasi permasalahan sosial yang ada yakni banyaknya anak putus sekolah dan perempuan kepala keluarga. Permasalahan tersebut dominan karena faktor ekonomi. Maka perlu adanya pemberdayaan dan keterampilan berusaha. Saya yakin PKW Batik Diwo bisa menjawab permasalahan hingga dapat mengurangi pengangguran dan tercipta wirausahawan baru.”

Berita tentang Pembukaan PKW Batik Diwo ini juga dapat dibaca di media RADAR BENGKULU; ttps://www.radarbengkuluonline.com/2020/08/20/ayo-belajar-batik-diwo/
HARIAN SILAMPARI https://www.hariansilampari.co.id/komisi-x-dpr-ri-buka-pkw-batik-diwo-kepahiang/
WARTA INSPIRASIhttps://wartainspirasi.com/2020/08/pembukaan-pkw-batik-diwo-kepahiang-oleh-komisi-x-dpr-ri-hj-dewi-choryati-m-si/
Tambahan info media cetak harian Radar Bengkulu, Jumat, 21/8/2020.




