"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Kelas Menulis Sabusabu

Literasi Spiritual Ponpes EHQ Embong Ijuk

Zahra Publishing. Literasi Spiritual Ponpes EHQ Embong Ijuk

Literasi pertama dalam Islam adalah turunnya surat Al alaq ayat 1-5 yang berisi perintah MEMBACA. Bacaan pertama masyarakat muslim adalah Al-Qur’an.

Hal inilah yang membuat Ustadz Juli Akhirin pimpinan Pondok Pesantren Enterpreneur Hafiz Qur’an mengundang Umi Yesi dan tim TBM Cahaya untuk melatih ustadz dan ustadzah agar bisa menulis buku. Ada 9 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, dan semua adalah para Asatidz di ponpes EHQ.

Dari TBM Cahaya hadir Kms Fahrudin beserta anggotanya yaitu Ariansi dan Eni Lastari.

Dengan tema Literasi Spiritual, Umi Yesi menyampaikan tips menulis itu MUDAH karena menulis adalah BERCERITA. Kegiatan ini adalah program unggulan TBM Cahaya dalam rangka membumikan gerakan literasi Indonesia melalui Kelas Menulis Sabusabu (satu bulan satu buku)

Kita tunggu hasil karya mereka ya.

Bismillah

 

 

Workshop Menulis Cerita Rakyat

Zahra Publishing. WORKSHOP MENULIS CERITA RAKYAT

Ruang rupa metamorfosa dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepahiang mengadakan Workshop Menulis Cerita Rakyat, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Kegiatan ini dibuka oleh Pak Muhdi, Kepala Perpusda Kepahiang dengan narasumber Pak Eko Pranoto dari Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Bengkulu, Pak Sadikin dari Dinas Perpusda Kab Kepahiang dan narasumber utama adalah Emong Soewandi, seorang penulis dan sastrawan tingkat nasional di Provinsi Bengkulu.

Ritma, ketua Metmo menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah untuk mengali cerita rakyat dari Kabupaten Kepahiang yang sudah sangat minim dan banyak hilang tertelan zaman.

Cerita rakyat adalah cerita yang mengandung nilai mengenai keadaan suatu masyarakat tertentu yang diungkapkan secara lisan atau dituliskan sebagai bahan pembelajaran nilai bagi masyarakat pendukungnya.

Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan banyak cerita rakyat yang akan dibukukan.

Workshop menulis cerita rakyat ini didukung oleh PKBM Az Zahra Kepahiang, IKM Sumber Hayati, Air Minum Hanum dan Mas.

 

Alumni Sabusabu Semakin Eksis Menulis Buku

Zahra Publishing. Alumni Sabusabu Semakin Eksis Menulis Buku

 

Hari terakhir kunjungan kerja Pak Mukti Ali, tim yang bertugas peliputan dari Direktorat PMPK bertemu dengan alumni kelas menulis sabusabu di Grand Jitra Hotel Kota Bengkulu.

Sabusabu, satu bulan satu buku adalah program unggulan TBM Cahaya PKBM Az Zahra Kepahiang yang dipimpin Kms Fahrudin. Inisiator kelas menulis sabusabu adalah Umi Yesi, pegiat PNF dan literasi di provinsi Bengkulu.

Alumni kelas menulis sabusabu, Sherli dan Rahma memberikan kesaksiannya.

Menurut Sherly, menulis dapat mengungkapkan rasa yang selama ini terpendam sehingga dapat diungkapkan dengan baik. Dengan demikian hati menjadi plong dan damai.

Ibu Rahmayani, pengawas sekolah formal juga membenarkan pernyataan Sherly, dia sangat senang dapat bertemu Umi Yesi dan mendapatkan ilmu tentang menulis buku.

Kedua alumni tersebut mengikuti kelas menulis sabusabu angkatan 8 yang dilaksanakan oleh TBM Pelita Bangsa di hotel Pinus pada bulan Agustus 2021.

Dan mereka memberanikan diri menjadi penyelenggara kelas menulis sabusabu angkatan 9 dan 10. Angkatan 9 diselenggarakan oleh Bu Rahmayani dengan tema Literasi tentang RASA. Dan angkatan 10 diselenggarakan oleh Sherly dengan tema Literasi tentang Guru Kehidupan.

Gerakan literasi yang digagas Umi Yesi ini menginspirasi banyak orang. Sehingga para alumni ketagihan menulis dan berani mengajak orang lain untuk menulis juga.

Harapannya, sabusabu akan membumi di provinsi Bengkulu khususnya dan di Indonesia umumnya.

Menulis itu mudah karena menulis adalah BERCERITA. Ayo kita menulis Lis Lis Lis.