BERITA PKBM
Mengulang Sejarah di Museum Batik Yogyakarta
Zahra Publishing. Serius mendampingi rintisan usaha Batik Diwo Kepahiang yang merupakan bagian Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha di PKBM Az zahra Kepahiang, maka Helmiyesi belajar dan berkunjung ke Museum Batik Yogyakarta, Selasa, 22 Desember 2020.
Museum Batik Yogyakarta beralamat di Jl. Dr. Sutomo 13A Yogyakarta 55211. Awal mula pengumpulan batik tulis yang menjadi koleksi di museum ini karena keprihatinan Bapak Hadi Nugroho, generasi ketiga keluarga pengusaha dan pelestari batik di Yogyakarta. Pada tahun 1960-an pabrik tekstil secara massal memproduksi tekstil cetak bermotif batik. Hal ini mengakibatkan pengrajin batik tulis mengalami kemunduran, sebab kalah bersaing dengan batik cetak/cap. Banyak pengrajin beralih profesi pada pekerjaan lain.
“Pada tahun 1970-an batik-batik kita banyak dipotong-potong hanya untuk pakaian. Nasib batik sangat memprihatinkan”
Pak Hadi merasa sedih dan prihatin, sebab menurutnya batik merupakan satu kesatuan karya seni yang utuh. Dan melihat nilai-nilai luhur batik yang semakin pudar maka pak Hadi dan istrinya mulai mengelompokkan serta menyusun kain-kain dan peralatan membatik yang dimiliki keluarganya. Kecintaan pada batik inilah menguatkan mereka untuk mendedikasikan koleksi mereka dengan mendirikan MUSEUM BATIK YOGYAKARTA, yang diresmikan pada 12 Mei 1979.

Pengunjung dapat menikmati koleksi batik di Museum ini setiap hari Senin-Minggu mulai pukul 09.00 – 12.00 dan pukul 13.00 – 15.00 wib, dengan donasi sebesar Rp.30.000,-. Pengunjung juga dapat merasakan sensasi membatik secara langsung yang dipandu oleh Bu Wagiyem (55 th) dengan tarif Rp.55.000,-/jam.
Informasi tentang batik dan metode edukasi wisata sejarah dan pelestarian sejarah ini akan ditularkan oleh Helmiyesi kepada masyarakat di Kepahiang melalui Batik Diwo. Batik khas Kabupaten Kepahiang yang akan menjadi ikon wisata dan seni budaya di Kepahiang.

Umi Yesi Promosi Batik Diwo di Event Nasional
Zahra Publishing. Umi Yesi, Ketua PKBM Az zahra Kepahiang mendapat undangan dari Direktorat Vokasi kemdikbud untuk presentasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dengan keterampilan Batik Diwo Kepahiang.
Bertempat di The Rich Hotel Yogyakarta, Umi memaparkan Batik Diwo Kepahiang pada Senin, 21 Desember 2020. Batik Diwo adalah batik khas Kabupaten Kepahiang, memiliki nilai seni yang tinggi dan filosopi motif yang sakral.
Ada lima motif wajib yang harus ada dan menjadi ciri kain yaitu, selempang emas, stabik, kembang lima, pucuk rebung dan huruf ka ga nga.
Saat ini ada dua kelompok rintisan PKW yang menjadi wirausaha batik diwo yang beralamat di Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan dan di Kelurahan Padang Lekat. Masyarakat dapat melihat langsung proses membatik dan membeli kain batik di sana. Semoga batik diwo semakin diminati dan go to nasional. Aamiin

Pembelajaran Luar Kelas Siswa Paket B dan Paket C PKBM Az zahra Kepahiang
ZAHRA PUBLISHING. Hari Minggu, 20 Desember 2020 siswa siswi paket B dan paket C diajak untuk mengikuti pembelajaran luar kelas berbasis lingkungan. Mereka berkunjung ke objek wisata D’Syandana 88 dan Danau Mas Curup Kabupaten Rejang Lebong untuk mempelajari tentang tumbuhan, bunga-bungaan dan lingkungan sekitar.
Kegiatan dibagi dua kelompok yang dipimpin oleh Pak Kms Fahrudin (Paket B) dan Pak Irawan (paket B) serta didampingi para tutor kesetaraan. Sebanyak 50 peserta didik dilatih dan belajar bersama di alam terbuka. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan materi secara langsung kepada peserta didik, mereka mengamati dan melihat obyek pembelajaran secara nyata. Tutor sebagai fasilitator.
Selain belajar, kegiatan luar kelas ini untuk melatih sikap tanggungjawab, bekerjasama, berkompromi dan mandiri. Sikap peserta didik dinilai oleh para tutor dan mendapat hadiah-hadiah sebagai penyemangat dan motivasi belajar.
Kegiatan ini mengikuti protokol kesehatan, para siswa mendapat izin belajar dari orangtua dengan adanya surat izin, memakai masker, dan membawa hand sanitizer.




