"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Az Zahra Kepahiang

PELEPASAN PESDIK PAUD DAN KESETARAAN BERBASIS WISATA KELUARGA

Pada hari rabu, 9 Mei 2018 bertempat di objek wisata danau suro Kecamatan Ujan Mas seluruh GTK dan peserta didik az Zahra tahun pelajaran 2017/2018 berkumpul sambil berwisata bersama orang tua/wali. Agenda pelepasan tahun ini agak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut adalah lokasi yang digunakan untuk kegiatan. Kami sengaja membuat konsep alam terbuka dan wisata keluarga di danau suro. Hal ini dilakukan dengan tujuan mengakrabkan diri antara pihak sekolah, peserta didik dan orang tua/wali. Sebagaimana kita ketahui bahwa ketiga elemen tersebut saling terhubung dan saling menguatkan dalam rangka sama sama mencerdaskan anak bangsa. Jika pihak sekolah, peserta didik dan orang tua/wali bersinergi dalam pendidikan ini maka akan menghasilkan peserta didik yang cerdas dan berkarakter. Sebagaimana tujuan pendidikan itu sendiri yaitu memuliakan manusia. Manusia yang mulia ini akan tercipta karena pembelajaran yang berkesinambungan dari sekolah dan dalam keluarga di rumah.

Adapun jumlah peserta didik yang sudah menyelesaikan pendidikan di PAUD yang berada di desa desa binaan berjumlah 55 anak, dengan rincian sebagai berikut:

  1. PAUD Bougenville Indah Desa Sidorejo Kec Kabawetan = 16 Anak
  2. PAUD Oryza Sativa Desa Limbur Lama Kec Bermani Ilir = 8 Anak
  3. PAUD Asyifa Desa Bayung Kec Seberang Musi = 7 Anak
  4. PAUD Pandan Wangi Desa Taba Padang Kec Seberang Musi = 4 Anak
  5. PAUD Ar Rosyad Desa Talang Gelompok kec Seberang Musi = 4 Anak
  6. PAUD Miftahunnajjah Desa Taba Baru Kec Bermani Ilir = 4 anak
  7. PAUD Tunas Bangsa Desa Cinta Mandi Baru Kec Bermani Ilir = 4 Anak
  8. PAUD Al Fattah Desa Karang Endah Kec Kepahiang = 3 Anak
  9. PAUD Pelita Hati Desa Tebat Laut Kec Seberang Musi = 3 Anak
  10. PAUD At thoriq Kel Padang Lekat Kec Kepahiang = 2 Anak

 

 

Dan jumlah peserta didik program pendidikan kesetaraan tahun pelajaran 2017/2018 yang telah selesai mengikuti USBN dan UNBK berjumlah 81 anak dengan rincian sebagai berikut:

  1. Paket A setara SD = 13 Anak
  2. Paket B setara SMP = 22 Anak
  3. Paket C setara SMA = 46 anak

Pada kesempatan tersebut peserta didik unjuk kebolehan keterampilan membaca doa, bernyanyi, baca puisi, menari dan permainan hola hop. Dan pembagian hadiah bagi siswa siswi paket yang berprestasi yaitu:

Siswa berprestasi program paket A

  1. Suhardi
  2. Tesa Rintang Apriliani
  3. Afrizal

Siswa berprestasi program paket B

  1. Pita
  2. Aditya Pranata
  3. Jesika Meilani

Siswa berprestasi program paket C

  1. Imelda Andriani
  2. Siska Aprianita
  3. Reka Apriani

 

 

Setelah acara resmi berupa pemberian ijazah kepada peserta didik PAUD dan pelepasan siswa kembali kepada orang tua. Maka dilanjutkan dengan makan bersama dengan menu yang beraneka ragam. Sebab setiap orang tua membawa bekal masing masing dari rumah. Cara ini selain ngirit juga menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan, setiap anak dapat berbagi menu kepada siswa yang lainnya. Para pengelola dan gurupun ikut berbaur dalam makan bersama berbeda menu tersebut.

Sebelum pulang, peserta menyempatkan diri menikmati pemandangan danau suro yang indah dan mencoba beberapa jenis permainan air yang di sediakan di arial wisata. Para orang tua/wali beserta anak terlihat kompak dan bahagia bisa berwisata keluarga. Pengelola dan tutorpun tak kalah seru mencoba berbagai jenis permainan yang di sediakan. Suasana haru seusai pelepasan siswa berganti dengan senyum bahagia karena berwisata bersama keluarga. Kepada semua peserta didik PAUD dan program pendidikan kesetaraan yang telah menyelesaikan pendidikannya di az Zahra, kami harap dapat meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Menjaga nama baik lembaga dan terus belajar di manapun berada. Buatlah kami bangga nak !

 

 

TAK DAPAT IZIN CUTI, NEKAT UNBK PAKET B

Namanya Syafriadi, lahir di Jawa Tengah, 7 Juli 1982 (36 tahun). Dia merantau dari pulau Jawa ke pulau Sumatera dan bekerja di Pasma Air Keruh, Sumatera Selatan, sebagai petugas teknisi PLN Tebing Tinggi. Setahun yang lalu dia datang ke Az Zahra untuk mendaftar sebagai peserta didik paket B setara SMP. Apa motivasinya ikut program pendidikan paket B?.

 “Dulu, saya nggak kepikiran mau bersekolah tinggi, karena orang tua tidak ada biaya. Saya hanya tamat SD dan pernah sekolah SMP namun berhenti dan memutuskan untuk bekerja. Beberapa tahun ini, saya sering ikut bantu bantu masang listrik di rumah warga. Karena sering membantu, maka saya terdaftar sebagai tenaga kontrak di PLN. Gajinya lumayan untuk memenuhi kebutuhan saya sekeluarga. Namun tahun ini ada peraturan baru di perusahaan, yakni karyawan minimal memiliki ijazah SMA/sederajat. Awalnya saya pasrah, dan mau mengundurkan diri saja. Namun atasan saya masih mau mempertahankan, alasannya karena saya sudah terlatih dan mandiri dalam hal pekerjaan pemasangan listrik. Tenaga kontrak yang baru masih muda muda dan masih perlu banyak belajar. Jadi…saya di sarankan ikut sekolah paket, saya memilih sekolah di az Zahra karena banyak yang bilang sekolahnya bagus dan gurunya pintar pintar. Saya mau ketularan pintarnya..”  seloroh pak syafriadi sambil tersenyum.

Hari ini, pak Syafriadi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) paket B di SMAN 1 Kepahiang. UNBK sudah dilaksanakan mulai hari Jum’at sampai Minggu, 4 s/d 6 Mei 2018. Hari pertama bidang study Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan; hari kedua bidang study Matematika dan Ilmu Pengetahuan Sosial; Hari ketiga bidang study Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam. Jumlah peserta yang mengikuti UNBK tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 22 orang, rata rata adalah peserta reguler yaitu anak usia sekolah yang kembali bersekolah, dampak dari penelusuran ATS yang di lakukan oleh tim pendataan ATS tahun 2017.

Bapak 3 orang ini mengaku senang bisa sekolah di az Zahra. Meski ada sedikit halangan saat mengikuti UNBK beberapa hari ini. Halangan nya adalah saat dia tidak mendapat izin cuti untuk mengikuti UNBK tersebut.

“Untuk mengikuti ujian nasional ini saya tidak mendapat cuti dari kantor. Hanya saya di izinkan mengambil shif jaga di malam hari. Jadi saya harus bolak balik dari Pasma ke Kepahiang untuk ikut ujian. Saya berangkat subuh dengan mencarter mobil travel di pagi hari supaya tidak terlambat. Ongkosnya 300 ribu. Lalu pulangnya baru saya naik mobil umum. Jadi saya harus berkejaran dengan waktu. Sambil jaga malam, saya sempatkan belajar untuk menghadapi ujian esok harinya. Saya belajar dari kisi kisi soal yang diberikan tutor di az Zahra”. Ujar nya dengan mata yang berbinar binar penuh semangat.

“Saya senang dan merasa bersemangat ikut ujian ini. Alhamdulillah ini hari terakhir, saya berharap dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Ini harapan bapak Syafriadi di hari terakhir UNBK paket B hari ini.

Kami salut dan bangga dengan perjuangan beliau yang benar benar serius menuntut ilmu, pantang menyerah dengan keadaan yang sedang menimpanya. Semoga akan lahir pak syafriadi yang lainnya nanti, agar tak ada lagi anak putus sekolah. Dan tak ada lagi halangan dalam pekerjaan ketika ijazah sudah ada di gengaman. Tetap optimis dan semangat ya pak…!

Pasca Operasi Caesar, Dia Nekat Ikut UNBK

Hari ini adalah hari terakhir Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi peserta didik program Pendidikan Kesetaraan Paket C setara SMA. Pelaksanaan UNBK tersebut hari  Jum’at sampai dengan senin, 27 s/d 30 April 2018 bertempat di SMAN 01 Kepahiang. Bidang study yang di UNBK kan adalah Bahasa Indonesia dan Geografi di hari pertama, Matematika dan Sosiologi di hari kedua, Bahasa Inggris dan Ekonomi di hari ketiga serta Pendidikan Kewarganegaraan di hari keempat. Waktu pelaksanaan di hari pertama di mulai pukul 08.30 s/d 15.30 wib dan hari berikutnya di mulai pukul 07.30 s/d 12.30 wib. Sedangkan hari terakhir hanya 1 bidang study sehingga waktu mulainya pukul 07.30 s/d 09.30 wib. Peserta didik paket C dari az Zahra yang mengikuti ujian tersebut sebanyak 46 anak.

Ada yang menarik dari kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer bagi Peserta didik Paket C tahun 2018 ini. Dari 46 peserta yang mengikuti ujian nasional, ada seorang ibu yang baru saja melahirkan anak pertamanya dengan operasi Caesar di rumah sakit umum kepahiang (RSUD Kepahiang) beberapa hari yang lalu. Dia melahirkan puteri pertamanya tersebut pada hari Minggu, 22 April 2018 pukul 10.00 wib. Setelah 3 hari rawat inap di RSUD Kepahiang, dia diperbolehkan pulang ke rumah orang tuanya. Dan ke esokan harinya dia di antar adiknya naik motor menuju SMAN 1 Kepahiang untuk mengikuti UNBK. Hal ini kami ketahui ketika jam ujian berakhir, hujan deras menguyur kota Kepahiang. Siswa tersebut berdiri sambil memegang perut bekas operasi Caesar yang terasa nyilu saat udara dingin menerpa. Karena hujan tak kunjung reda dan jemputan juga belum tiba, maka ketua PKBM Az Zahra yang akrab di sapa umi Yesi segera mengajak siswa tersebut ke mobilnya dan mengantarnya pulang ke rumah.

Dalam perjalanan pulang tersebut, kami ketahui latar belakang dan permasalahan yang sedang dihadapinya. Ternyata siswa tersebut berjuang dan nekat tetap ikut UNBK agar tidak tertinggal pendidikannya dan ingin merubah masa depannya menjadi lebih baik. Peserta didik yang bernama Bunga (nama samaran) tersebut terdaftar sebagai peserta didik kelas XII di az Zahra, sebab beliau adalah anak yang drob out (DO) di kelas XI. Ketika naik kelas XII beliau terpaksa menikah dengan pacar yang telah lama beliau kenal. Namun pernikahannya hanya bertahan 2 bulan, dan dia di tinggalkan dengan sepucuk surat berisi talak dari suaminya. Sementara dia sedang hamil 3 bulan. Sang suami tidak memberikan nafkah sebagaimana layaknya, dan belum menjenguk anak yang baru dilahirkannya tersebut. Sejak di tinggal suami dan kondisi ekonomi orang tua yang lemah membuat bunga bersemangat sekolah agar cita citanya bisa tercapai. Bunga adalah siswa reguler berusia 17 tahun yang aktif mengikuti tatap muka di az Zahra. Dia anak yang cerdas dan berprestasi di az Zahra maupun di sekolah formalnya dahulu. Namun, indahnya masa muda bersama pacar yang usianya sebaya membuat dia “terpaksa” menikah dan DO dari sekolahnya.

Awal masuk sekolah di az Zahra karena dampingan tutor (umi Rilla) yang rumahnya berdekatan dengan rumah orang tuanya. Berkat arahan dan nasehat tutor tersebut, bunga mau dan tidak malu mengikuti tatap muka meski sedang berbadan dua. Apalagi permasalahan serupa banyak menimpa kawan kawannya di lembaga pendidikan nonformal tersebut. Bahkan ada siswa yang permasalahan nya jauh lebih berat daripada dia. Perasaan senasib dan empati para tutor terhadap mereka membuat bunga dan kawan kawannya betah sekolah di az Zahra. Mereka punya tempat curhat yang aman dan bisa memberi solusi penanganan masalah.

Menikah di usia muda atau pernikahan anak usia dini meningkat setiap tahunnya. Dampak pesatnya ilmu teknologi informasi terutama dunia maya, memperparah kondisi pelajar kita. Nasib bunga ini bukan kali ini saja terjadi, namun rutin di temui setiap bulannya. Data dari pendamping anak Kabupaten Kepahiang menyebutkan bahwa 3 sampai dengan 5 anak pasti mengalami permasalahan sosial di Kabupaten ini. Masalah sosial menimpa anak anak muda tersebut, dan dominansi adalah masalah pelecehan seksual. Oleh karena itu anak putus sekolah atau DO dominan terjadi pada anak usia sekolah di perkotaan. Hal ini menjadi perhatian utama di az Zahra dalam penyelenggaraan pendidikan nonformalnya. Kami aktif mensosialisasikan gerakan kembali bersekolah bagi anak anak korban pernikahan usia dini tersebut. Dan pendidikan nonformal dapat menjadi alternatif untuk mereka.

Dengan mengikuti pendidikan paket C, bunga berhasil mengembalikan rasa percaya dirinya. Dan kesalahan masa lalu yang menimpa sudah di sadarinya. Saat ini dia berjuang agar tamat setara SMA, selanjutnya dia akan kursus menjahit untuk memulai usaha sambil membesarkan anak nya di rumah. Dan dia berharap suatu hari nanti dapat kuliah jurusan kebidanan. Karena cita citanya adalah ingin menjadi bidan.

Hari ini, hari terakhir bunga dan kawan kawan paket C mengikuti UNBK. Kita doakan bunga kuat dan sabar dalam menghadapi permasalahan yang sedang menimpanya. Dan semoga semua peserta didik yang telah mengikuti UNBK beberapa hari ini  mendapat hasil/nilai yang memuaskan. Amiin

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang