PENGUMUMAN RESMI PEMENANG LOMBA FASHION SHOW MOTIF BARU BATIK DIWO BERBASIS BUDAYA REJANG
PENGUMUMAN RESMI PEMENANG LOMBA FASHION SHOW MOTIF BARU BATIK DIWO BERBASIS BUDAYA REJANG
Puji syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kita panjatkan atas kekayaan warisan budaya Nusantara, khususnya budaya Rejang yang sarat akan makna dan filosofi kehidupan. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian dan pengembangan tradisi lokal, Yayasan Az zahra Kepahiang berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah sukses menyelenggarakan sebuah perhelatan akbar yang memadukan keanggunan pesona busana dan kekayaan tradisi. Acara istimewa tersebut adalah “Lomba Fashion Show Motif Baru Batik Diwo Berbasis Budaya Rejang”.
Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 17 Oktober 2026. Bertempat di Aula Komunitas Budaya Yayasan Az zahra Kepahiang, acara ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang kompetisi antar pelajar, melainkan membawa visi dan misi yang jauh lebih mulia. Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah promosi yang strategis serta sarana penyebaran informasi yang efektif terkait karya-karya memukau yang telah dihasilkan, yaitu berupa kreasi motif-motif baru Batik Diwo yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur Budaya Rejang. Melalui lenggak-lenggok para peserta di atas catwalk, selembar kain batik bertransformasi menjadi mahakarya visual yang menceritakan identitas, kebanggaan, dan harapan masa depan kebudayaan lokal di tengah arus modernisasi.
Para peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan dasar di wilayah Kepahiang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan rasa percaya diri yang luar biasa di hadapan para penonton. Penilaian dilakukan secara ketat, objektif, dan profesional oleh dewan juri yang ahli di bidangnya, yang terdiri dari Evi Efriyanti, M.Pd., Jahidin, SKM, MH., dan Ernawati. Setelah melalui proses penjurian yang saksama, tibalah saatnya untuk mengumumkan hasil kejuaraan yang telah dinanti-nantikan.
Untuk kategori Perempuan, persaingan berlangsung sangat sengit dengan penampilan yang luar biasa dari para finalis. Berdasarkan Berita Acara Pemenang, dewan juri menetapkan Gisella Asyifa Sandori dari SD N 09 Kepahiang sebagai Juara 1 dengan perolehan jumlah nilai tertinggi, yaitu 292. Menyusul di posisi kedua adalah Sheeqa Pramudya dari SD N 02 Kepahiang yang meraih Juara 2 dengan total nilai 289. Sementara itu, Juara 3 diraih oleh Zahratu Cleopatra Syahila utusan dari SD IT Cahaya Rabbani Kepahiang dengan torehan nilai 288. Prestasi membanggakan juga diraih oleh para peraih juara harapan. Harapan 1 diberikan kepada Florena Syakirah Seften dari SD N 08 Kepahiang dengan nilai 269, Harapan 2 diraih oleh Khairani Qur Annia dari SD N 04 Kepahiang dengan nilai 262, dan Harapan 3 disandang oleh Shafiyah Arsyila dari SD IT Cahaya Rabbani Kepahiang dengan nilai 259.
Tak kalah memukau, kategori Laki-Laki juga menghadirkan pesona dan kegagahan generasi penerus bangsa yang bangga mengenakan karya Batik Diwo. Berdasarkan hasil penilaian, predikat Juara 1 berhasil direbut oleh Attar Zaid Alterio dari SD IT Fathona dengan perolehan nilai gemilang sebesar 283. Posisi Juara 2 ditempati oleh Rafhael Malik Alfathar yang mewakili MIS Ar-Rahman Kepahiang dengan total nilai 261. Selanjutnya, gelar Juara 3 dianugerahkan kepada Arsakha Ransi Alden dari MIS 01 Kepahiang dengan nilai 259. Untuk kategori ini, gelar Harapan 1 berhasil diraih oleh Wahyu Pribadi dari SD IT Fathona dengan nilai 251. Harapan 2 jatuh kepada Sultan Nugraha Nefian yang juga berasal dari SD IT Fathona dengan nilai 247, dan melengkapi daftar pemenang, M. Alfahti dari SD N 09 Kepahiang berhasil mengamankan posisi Harapan 3 dengan raihan nilai 246.
Pengumuman hasil perlombaan ini telah disahkan dan diketahui langsung oleh Ketua Yayasan Az zahra Kepahiang, Ibu Helmiyesi, M.Si. Kami segenap panitia penyelenggara dan pengurus yayasan mengucapkan selamat dan sukses kepada para pemenang yang telah menorehkan prestasi gemilang. Bagi peserta yang belum berhasil membawa pulang piala, janganlah berkecil hati, karena keberanian untuk tampil dan berpartisipasi langsung melestarikan budaya adalah sebuah kemenangan tersendiri yang patut diapresiasi tinggi.
Akhir kata, semoga ajang Lomba Fashion Show Motif Baru Batik Diwo Berbasis Budaya Rejang ini dapat terus menjadi katalisator bagi kebangkitan industri kreatif lokal dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan wastra Nusantara. Mari kita terus bergandengan tangan, berkreasi, dan berinovasi untuk menjaga agar nyala api pelestarian budaya Rejang tetap abadi. Sampai jumpa pada perhelatan budaya di masa yang akan datang!

Tinggalkan Balasan