"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Ramadan Bersama Alumni: Merajut Berkah dan Memperdalam Fikih Bersama Ustadz Ainal Yakin

Ramadan Bersama Alumni: Merajut Berkah dan Memperdalam Fikih Bersama Ustadz Ainal Yakin

Selasa, 24 Februari 2026 – Rangkaian kegiatan Pesantren Kilat minggu pertama telah dimulai pada hari ini, tepat pukul 08.30 WIB. Dengan antusiasme yang tinggi, peserta didik Paket A/B/C berkumpul untuk memperdalam ilmu agama dan mempersiapkan diri meraih keberkahan maksimal di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan kali ini terasa lebih istimewa karena mengusung tema “Ramadan Bersama Alumni”, menghadirkan Ustadz Ainal Yakin, sosok inspiratif dengan perjalanan menuntut ilmu yang luar biasa. Beliau merupakan alumni Program Paket C PKBM Az Zahra Kepahiang angkatan tahun 2006. Perjalanan spiritualnya semakin mendalam ketika beliau mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 24 tahun di tahun 2008.

Pada akhir tahun 2008, Ustadz Ainal melanjutkan langkahnya untuk mondok di Pesantren Al Quran Al Utsmani yang berlokasi di Jl. Munggang, Condet, Jakarta Timur, dan menimba ilmu di sana hingga tahun 2011. Haus akan ilmu Al-Qur’an, beliau kemudian berpindah ke Rumah Tajwid di Depok, Jawa Barat, dan fokus belajar hingga tahun 2013. Berbekal ilmu dan hafalan yang kuat, dedikasi beliau untuk umat terus berlanjut. Tercatat sejak tahun 2017 hingga kini, beliau mengemban amanah sebagai Imam di Masjid Taqwa Muhammadiyah, dan sejak tahun 2019 juga dipercaya menjadi Imam Rawatib di Masjid Agung Baitul Hikmah. Kisah hidup dan kiprah beliau menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar agama akan selalu membawa jalan keberkahan.

Fikih Thaharah: Wudhu dan Tayamum

Materi pertama yang disampaikan berfokus pada pentingnya bersuci atau thaharah sebelum menghadap Allah SWT. Ustadz Ainal menekankan bahwa wudhu bukan sekadar rutinitas, melainkan syarat sahnya sholat dengan menggunakan air yang bersih dan suci.

Para peserta diajak untuk melakukan praktek tata cara wudhu yang benar, dengan urutan:

  • Membaca niat.
  • Membasuh kedua telapak tangan.
  • Berkumur-kumur dan membasuh hidung.
  • Membasuh wajah.
  • Membasuh kedua tangan hingga siku.
  • Mengusap kepala dan telinga.
  • Membasuh kaki hingga mata kaki.

Catatan Penting: Setiap gerakan di atas dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan pada satu bagian, dilanjutkan ke bagian yang lain secara berurutan (tertib).

Selain itu, dijelaskan pula tentang Tayamum sebagai rukhsah (keringanan) saat kondisi tidak adanya air. Praktek tayamum dilakukan secara berurutan mulai dari mencari debu yang bersih dan suci, membaca niat, meletakkan debu pada telapak tangan, mengusap wajah, hingga mengusap tangan sampai ke sela-sela jari.

Keutamaan Sholat Dhuha dan Wasiat Rasulullah

Materi berlanjut pada keutamaan Sholat Dhuha, sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan pada rentang waktu matahari terbit (sekitar pukul 06.30 – 11.00 WIB). Ustadz Ainal menyampaikan sebuah keutamaan istimewa: Bagi siapa saja yang melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir hingga waktu Dhuha tiba dan menunaikan sholat Dhuha, maka ia akan mendapatkan pahala setara dengan ibadah Haji dan Umroh.

5 Keutamaan Sholat Dhuha:

  1. Bernilai sedekah bagi seluruh persendian tubuh.
  2. Menjadi penggugur dosa.
  3. Mendatangkan kecukupan kebutuhan dari Allah.
  4. Dibangunkan sebuah istana di surga.
  5. Dicatat sebagai hamba yang taat kepada Allah SWT.

Pada kesempatan ini, Ustadz Ainal juga mengingatkan kembali tentang Tiga Wasiat Rasulullah SAW yang patut dijaga, yaitu: berpuasa tiga hari dalam satu bulan (Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15), menjaga sholat Dhuha dua rakaat, dan melaksanakan sholat Witir sebelum tidur.

Memaksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan

Menyambut bulan suci, peserta diingatkan bahwa Ramadhan adalah momen di mana pahala amal kebaikan dilipatgandakan. Ustadz Ainal mengajak seluruh peserta untuk menghidupkan Ramadhan dengan:

  • Memperbanyak bacaan Al-Qur’an.
  • Melaksanakan ibadah puasa dengan maksimal.
  • Menjaga sholat wajib dan sunnah.
  • Memperbanyak sedekah.
  • Beri’tikaf (berdiam diri di masjid), terutama di akhir Ramadhan.
  • Memperbanyak sholat malam, dzikir, dan istighfar.

Antusiasme dalam Sesi Tanya Jawab

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang interaktif. Beberapa pertanyaan menarik dari peserta antara lain:

  • Pertanyaan 1: Apa perbedaan antara sholat sunnah Dhuha dan sholat sunnah Hajat?
    • Jawaban: Perbedaan utamanya terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya. Dhuha dikhususkan pada pagi hari, sementara Hajat dilakukan saat memiliki hajat atau keperluan tertentu kapan saja (kecuali di waktu terlarang).
  • Pertanyaan 2: Bagaimana melaksanakan sholat jika sedang sakit dan tidak mampu mandi?
    • Jawaban: Agama Islam memberikan kemudahan. Sholat tetap boleh dilaksanakan dengan syarat bersih dari hadas kecil dan besar. Pada kondisi tertentu (seperti sakit medis yang tidak membolehkan terkena air), bersuci dapat dipermudah dengan cara tayamum.

Kegiatan Pesantren Kilat hari ini berjalan lancar dan diakhiri dengan doa, meninggalkan kesan mendalam serta ilmu yang aplikatif bagi seluruh peserta didik di PKBM Az zahra Kepahiang. Harapannya, ilmu dari kegiatan “Ramadan Bersama Alumni” ini menjadi bekal berharga mengarungi bulan suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + 16 =

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang