"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Emong Soewandi Ajak Peserta Lokakarya Kembali Menuturkan Bahasa Ibu

Emong Soewandi Ajak Peserta Lokakarya Kembali Menuturkan Bahasa Ibu

KEPAHIANG – Pegiat Sastra kenamaan Kabupaten Kepahiang, Emong Soewandi, menjadi narasumber dalam Lokakarya (Workshop) Rampai Sastra Rejang dengan Aksara Ulu.

Di hadapan para peserta, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang urgensi pelestarian bahasa daerah sebagai akar identitas budaya yang kini berada di ambang kepunahan.

Dalam paparannya yang berlangsung di Hotel Umro pada Kamis, 25 September 2025, Emong Soewandi menekankan pentingnya untuk kembali menuturkan bahasa Ibu, terutama Bahasa Rejang.

Menurutnya, bahasa merupakan jiwa dari sebuah kebudayaan. Ketika sebuah bahasa semakin jarang digunakan dan tergerus oleh zaman, maka secara perlahan kebudayaan itu sendiri akan kehilangan ruhnya dan pada akhirnya akan hilang ditelan masa.

Pesan kuat ini disampaikannya dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Sastra (Komsas) Yayasan Az Zahra Kepahiang. Lokakarya ini menjadi wadah yang tepat untuk merefleksikan kondisi Bahasa Rejang saat ini, sekaligus membekali para peserta dengan pengetahuan Aksara Ulu sebagai salah satu warisan intelektual paling berharga dari suku Rejang.

Melalui forum ini, Emong Soewandi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang hadir, untuk tidak malu dan mulai membiasakan penggunaan Bahasa Rejang dalam percakapan sehari-hari. Ia berharap, lokakarya ini menjadi pemantik semangat kolektif untuk menjaga dan memastikan bahwa Bahasa Rejang akan terus hidup dan diwariskan ke generasi-generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × two =

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang