"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Perempuan Kepahiang

Personality Plus untuk Ciptakan Tim PKK yang Solid

Zahra publishing. Personality Plus untuk menciptakan Tim PKK yang Solid

Dalam sebuah organisasi berkumpul orang-orang dengan kepribadian yang berbeda satu dengan lainnya.

Perbedaan kepribadian ini kadangkala menyebabkan organisasi stagnan dan tidak ada kemajuan. Sehingga tidak menyenangkan dan membosankan.

Untuk mengatasi hal tersebut maka Tim Penggerak PKK Kecamatan Kepahiang mengadakan rakor bulanan untuk pembinaan anggota PKK Desa/Kelurahan. Dan menambahkan test kepribadian yang disampaikan oleh Umi Yesi, terapis dan Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang.

Kepribadian manusia dibagi 4 yakni Sanguinis yang populer, Koleris yang kuat, Melankolis yang sempurna dan phlegmatis yang damai.

Sebaiknya di dalam organisasi sebagai Ketua memiliki kepribadian Koleris sebagai pemimpin, lalu sekretaris/bendahara dijabat oleh orang yang berkepribadian Melankolis yang sempurna, sehingga data akan tertata rapi dan lengkap. Dan anggota PKK adalah kepribadian phlegmatis yang damai.

Dengan memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing pribadi dalam organisasi maka diharapkan akan terbentuk tim yang solid. Tim yang memahami perannya masing-masing.

Mari kita sama-sama belajar. Sama-sama berjuang membesarkan organisasi PKK Desa/kelurahan. Sekecil apapun peran kita maka lakukan dengan riang. Boleh jadi peran kecil itulah yang nanti di catat sebagai ibadah luar biasa di sisi Allah SWT.

Mari bangun kabupaten Kepahiang bersama Tim Penggerak PKK.

GOW Bantu Nayla, Bocah Tanpa Anus

Zahra Publishing. Gow Peduli Nayla

Bidang sosial Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ibu Jernilan melaporkan hasil pengalangan dana untuk Nayla, bocah yang terlahir tanpa anus.

Dana yang terkumpul sudah ditransfer ke rekening ibu Nayla untuk digunakan biaya berobat di rumah sakit Palembang.

Nayla ( 3 th ) beralamat di desa Talang Karet kecamatan tebat karai kabupaten Kepahiang provinsi Bengkulu.

Sejak lahir sudah mengidap penyakit Colostomi ( bermasalah di bagian pembuangan air besar ).

Nayla sudah dua kali di operasi, akan tetapi belum sepenuh sehat seperti kebanyakan orang di luar sana. Perlu di ketahui Nayla berasal dari keluarga kurang mampu dan berharap penuh kepada masyarakat bisa membantu untuk biaya pengobatannya.

Melda, ibu Nayla mengucapkan terimakasih kepada ibu ibu yang tergabung di organisasi GOW Kepahiang. Semoga kebaikan ini dibalas dengan rejeki berlipat ganda.

Umi Yesi, sekretaris Gow menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program bidang sosial di GOW Kepahiang.

Nominal bantuan memang tidak seberapa, namun cukup meringankan beban orang tua Nayla dalam proses pengobatan anaknya.

Dan yang terpenting ini bentuk perhatian perempuan di kabupaten Kepahiang terhadap ibu dan anak yang rentan ekonomi dan sosial. Ibu Nayla adalah kepala keluarga dengan 3 orang anak yang masih kecil-kecil.

Perempuan GOW hadir untuk saling menguatkan perempuan yang lain.

Semoga lekas sembuh Nayla.

PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM ANUGERAH PARAHITA EKAPRAYA

Zahra Publishing. Partisipasi Perempuan dalam Anugerah Parahita Ekapraya.

Hari ini, Senin, 27/9/2021 Pemerintah Kabupaten Kepahiang mendapat penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak.

Setidaknya ada 7 komponen kunci yang menjadi indikator penilaian APE. Yakni Komitmen, Kebijakan, Kelembagaan, SDM dan Anggaran, Alat Analisis Gender, Data Gender, dan Partisipasi Masyarakat.

Umi Yesi, salah satu perempuan yang ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pengarusutamaan gender di Kepahiang.

Apa saja gerakan yang beliau lakukan?

Pertama mengajak anak usia sekolah yang tidak sekolah untuk kembali bersekolah melalui program kesetaraan

Kedua membuka peluang kerja bagi perempuan desa melalui lembaga anak usia di setiap desa yang beliau bina.

Ketiga mengerakkan literasi melalui kelas menulis sabusabu (satu bulan satu buku)

Keempat memberikan pendampingan dan pelayanan kepada lanjut usia yang tinggal sendiri melalui program Homecare Lansia.

Kelima memberdayakan perempuan melalui batik Diwo Kepahiang. Melestarikan budaya khas kabupaten Kepahiang sebagai kearifan lokal dan ekonomi kreatif bagi perempuan ekonomi rendah.

Partisipasi masyarakat seperti yang dilakukan Umi Yesi ini menjadi faktor penunjang dalam lomba Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dalam pengarusutamaan gender di Kabupaten Kepahiang.

Kedepan, diharapkan semakin banyak perempuan yang berpartisipasi dalam hal pembangunan SDM di  Kabupaten Kepahiang.