"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

DPC FPPI KEPAHIANG

Perempuan Berani Bersuara, STOP Berita Yang Mendiskreditkan Perempuan

Zahra Publishing. Perempuan Berani Bersuara, STOP Berita Yang Mendiskreditkan Perempuan

Jika kita klik kalimat Perempuan Kepahiang di google ataupun media sosial lainnya maka yang akan muncul adalah informasi atau berita-berita yang mendiskreditkan Perempuan. Berita yang dominan pada masalah-masalah perempuan seperti pernikahan dini, kekerasan dalam rumah tangga, perkosaan dan berita pelemahan potensi perempuan lainnya.

Mendiskreditkan (berusaha untuk) menjelekkan atau memperlemah kewibawaan seseorang atau satu pihak tertentu ini menjadi berita empuk dan digemari banyak orang. Bahkan berita yang memburukkan, memfitnah, memojokkan, mencemari, mencoreng, menghitamkan, menghujat, menimpuk, menjahatkan, menjatuhkan, menjelek-jelekkan, dan menodai lebih sering diupload menjadi status yang viral di media sosial baik di facebook, grupwhatsapps dll.

Padahal tak kurang perempuan hebat dan berprestasi di Kabupaten Kepahiang. Perempuan yang berjuang diranah rumah tangga maupun karier serta organisasi kemasyarakatan. Sebut saja Ida Royani, perempuan sederhana yang mengabdikan dirinya untuk membangun Desa Limbur Lama Kecamatan Bermani Ilir Kab Kepahiang. Perempuan ini berhasil mengerakkan masyarakat di desanya untuk kembali bersekolah dan memiliki keterampilan yang dapat mensejahterahkan ekonomi perempuan dan lansia yang dibina. Melalui kegiatan pemberdayaan dan keterampilan itu pula beliau sering diundang ke event nasional. Banyak prestasi diraih dan masyarakat merasakan manfaat dari gerakannya tersebut.

Memiliki tubuh gemuk dan kurus juga sering menjadi perbincangan orang. Mereka di bully dan sering ditertawakan. Seolah-olah hanya perempuan yang langsing saja yang berhak bahagia. Maka Pipit, panggilan akrab pemilik sanggar senam Vit Studio mengajak perempuan kepahiang untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya melalui rutin berolahraga. Ada berbagai jenis senam yang ditawarkan, Zumba, Yoga dan Aerobik BL. Perempuan gemuk atau kurus tidak masalah asal sehat dan pola makan terjaga.

Adalah Siti Asma, perempuan hebat yang mendedikasikan hari-harinya untuk mengajar ngaji khusus perempuan dewasa dan lanjut usia. Dari Senin sampai Minggu jadwal beliau full untuk melayani perempuan supaya paham bacaan dan huruf alqur’an dengan benar. Dan kegiatan itu beliau lakukan tanpa dibayar sepeserpun. Kalaupun ada infaq dari peserta, uang itu akan digunakan untuk kegiatan kemanusiaan lainnya.

Nurhayati, Pimpinan LKP Sumber Hayati juga Perempuan hebat yang mengabdikan dirinya untuk menciptakan wirausaha baru khususnya perempuan. Melalui tangan dinginnya dia berhasil membantu banyak perempuan untuk membuka usaha dibidang menjahit, bordir, sulam dan membatik. Setiap hari, perempuan dan anak berkumpul dan belajar di lembaganya. Baginya jika perempuan memiliki keterampilan, maka perempuan dapat mandiri dan membantu suami dalam mencari nafkah keluarga.

STOP mendiskreditkan perempuan!, terutama perempuan di Kabupaten Kepahiang, adalah gerakan yang dilakukan oleh Helmiyesi dkk di DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kab Kepahiang. Hal ini dalam rangka memperingati Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April setiap tahunnya.

“Perempuan Kepahiang banyak yang berprestasi dan dapat berkontribusi untuk pembangunan di Kabupaten ini. Namun peran perempuan ini masih termarjinalkan, terutama dengan banyaknya pemberitaan yang mendiskreditkan perempuan. Perempuan di Kepahiang identik dengan masalah masalah yang membelenggunya. Untuk itu melalui momen Hari Kartini ini Kami menghimbau agar media lebih pro terhadap potensi yang ada pada perempuan. Buatlah berita perempuan inspirasi yang berdampak positif bagi perkembangan pembangunan di Kepahiang. Sebab jika talenta perempuan ini diekspos dapat menaikkan angka pengarusutaamaan gender di Kepahiang. Untuk itu STOP mendiskreditkan perempuan!”

#Habis Gelap Terbitlah Terang. Perempuan Kepahiang Perempuan Berkemajuan.#Selamat Hari Kartini, Perempuan Berani Bersuara.

 

 

 

 

Bang Ken: Sajadah Diwo Ini Akan Saya Bawa Ke Luar Negeri

ZAHRA PUBLISHING. Bang Ken akan membawa sajadah diwo ke luar negeri.

H. Ahmad Kanedi, S.H, M,H yang akrab disapa Bang Ken adalah anggota DPD RI dua periode di Provinsi Bengkulu.

Beliau hadir dalam acara Rakerda 1 DPD FPPI Provinsi Bengkulu di aula serba guna gedung daerah provinsi Bengkulu, 20 Maret 2021.

Usai memberikan sambutan dan penghargaan kepada perempuan hebat yang ada di organisasi FPPI, Bang Ken menyempatkan diri mengunjungi stand bazar DPC FPPI Kepahiang.

Stand ini menampilkan karya perempuan kepahiang berupa kain batik Diwo dan sajadah motif Diwo.

Bang Ken sangat tertarik dengan produk batik tulis handmade ini.

“Wah…ini karya yang luar biasa. Kami sedang membangun rumah batik dan tenun. Nanti produk batik Diwo dapat kami tampilkan di sana. Sehingga banyak masyarakat mengetahui dan membeli batik ini. Saya beli sajadah diwonya. Akan saya bawa sajadah ini ke luar negeri” ujar Bang Ken yang disambut antusias oleh anggota DPC FPPI Kepahiang.

Terimakasih Bang Ken. Insyaallah ikhtiar dan niat baik beliau bisa terlaksana sehingga mengangkat produk lokal daerah hingga ke mancanegara.

Kawan-kawan yang berminat koleksi batik tulis handmade Diwo kepahiang dapat langsung berkunjung ke Rumah Kreatif Batik Diwo Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan atau ke Umeak Kain Diwo di Kelurahan Padang Lekat dan IKM Sumber Hayati Desa Tebat Monok.

Info lebih lanjut hubungi Ketua PKBM Az zahra sekaligus ketua DPC FPPI Kepahiang, Helmiyesi di 0852-67888453.

DPC FPPI Kepahiang Raih Penghargaan Terbaik Se Provinsi Bengkulu

ZAHRA PUBLISHING. DPC FPPI KEPAHIANG RAIH PENGHARGAAN TERBAIK SE PROVINSI BENGKULU

Sabtu, 20 Maret 2021

Dalam rangka menindaklanjuti hasil Munas maka DPD FPPI Provinsi Bengkulu melaksanakan rapat kerja daerah (Rakerda) ke 1.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh organisasi perempuan se provinsi Bengkulu dan utusan setiap DPC FPPI Kab/kota. Serta senator, DPD RI, yang akrab disapa Bang Ken.

Hi. Elly Dahniarti, S.Sos Ketua DPD FPPI Provinsi Bengkulu menyampaikan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga FPPI.

“Organisasi yang besar itu adalah organisasi yang digerakkan bersama sama. AD/ART menjadi pedoman dalam pelaksanaan roda organisasi. Maka setiap anggota wajib membaca dan mengetahui rambu rambu organisasi ini.” Pesan Beliau.

Di akhir acara Bu Elly memberikan kejutan dengan memberikan Penghargaan kepada DPC terbaik yang telah menghasilkan perempuan-perempuan berkarya. DPC yang terpilih adalah DPC FPPI Kabupaten Kepahiang.

“Perempuan Kepahiang baru berumur 1 tahun, namun telah banyak menghasilkan karya bagi masyarakat terutama kaum perempuan. Mereka benar-benar bergerak dalam pemberdayaan perempuan. Salah satunya dengan membentuk unit usaha batik Diwo Kepahiang. Untuk itu Kepahiang kami pilih sebagai DPC terbaik se-provinsi Bengkulu.” Ujar Bu Elly.

Helmiyesi atau yang akrab disapa Umi Yesi menyampaikan rasa terimakasihnya, “Penghargaan ini bukan karena saya yang hebat namun karena perempuan-perempuan di samping kiri kanan, depan belakang yang ada di Kepahiang. Plakat penghargaan ini kami persembahkan untuk perempuan hebat di Kepahiang”