Perempuan Kepahiang
GOW Bantu Nayla, Bocah Tanpa Anus
Zahra Publishing. Gow Peduli Nayla
Bidang sosial Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ibu Jernilan melaporkan hasil pengalangan dana untuk Nayla, bocah yang terlahir tanpa anus.
Dana yang terkumpul sudah ditransfer ke rekening ibu Nayla untuk digunakan biaya berobat di rumah sakit Palembang.
Nayla ( 3 th ) beralamat di desa Talang Karet kecamatan tebat karai kabupaten Kepahiang provinsi Bengkulu.
Sejak lahir sudah mengidap penyakit Colostomi ( bermasalah di bagian pembuangan air besar ).
Nayla sudah dua kali di operasi, akan tetapi belum sepenuh sehat seperti kebanyakan orang di luar sana. Perlu di ketahui Nayla berasal dari keluarga kurang mampu dan berharap penuh kepada masyarakat bisa membantu untuk biaya pengobatannya.
Melda, ibu Nayla mengucapkan terimakasih kepada ibu ibu yang tergabung di organisasi GOW Kepahiang. Semoga kebaikan ini dibalas dengan rejeki berlipat ganda.
Umi Yesi, sekretaris Gow menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program bidang sosial di GOW Kepahiang.
Nominal bantuan memang tidak seberapa, namun cukup meringankan beban orang tua Nayla dalam proses pengobatan anaknya.
Dan yang terpenting ini bentuk perhatian perempuan di kabupaten Kepahiang terhadap ibu dan anak yang rentan ekonomi dan sosial. Ibu Nayla adalah kepala keluarga dengan 3 orang anak yang masih kecil-kecil.
Perempuan GOW hadir untuk saling menguatkan perempuan yang lain.
Semoga lekas sembuh Nayla.
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM ANUGERAH PARAHITA EKAPRAYA
Zahra Publishing. Partisipasi Perempuan dalam Anugerah Parahita Ekapraya.
Hari ini, Senin, 27/9/2021 Pemerintah Kabupaten Kepahiang mendapat penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak.
Setidaknya ada 7 komponen kunci yang menjadi indikator penilaian APE. Yakni Komitmen, Kebijakan, Kelembagaan, SDM dan Anggaran, Alat Analisis Gender, Data Gender, dan Partisipasi Masyarakat.
Umi Yesi, salah satu perempuan yang ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pengarusutamaan gender di Kepahiang.
Apa saja gerakan yang beliau lakukan?
Pertama mengajak anak usia sekolah yang tidak sekolah untuk kembali bersekolah melalui program kesetaraan
Kedua membuka peluang kerja bagi perempuan desa melalui lembaga anak usia di setiap desa yang beliau bina.
Ketiga mengerakkan literasi melalui kelas menulis sabusabu (satu bulan satu buku)
Keempat memberikan pendampingan dan pelayanan kepada lanjut usia yang tinggal sendiri melalui program Homecare Lansia.
Kelima memberdayakan perempuan melalui batik Diwo Kepahiang. Melestarikan budaya khas kabupaten Kepahiang sebagai kearifan lokal dan ekonomi kreatif bagi perempuan ekonomi rendah.
Partisipasi masyarakat seperti yang dilakukan Umi Yesi ini menjadi faktor penunjang dalam lomba Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dalam pengarusutamaan gender di Kabupaten Kepahiang.
Kedepan, diharapkan semakin banyak perempuan yang berpartisipasi dalam hal pembangunan SDM di Kabupaten Kepahiang.
Helmiyesi, Mendapatkan Apresiasi Pegiat Perempuan Nasional
Zahra Publishing. Helmiyesi mendapatkan apresiasi pegiat perempuan tingkat nasional
Helmiyesi, ketua PKBM Az Zahra Kepahiang, perempuan pegiat batik Diwo Kepahiang
Beliau bersyukur dapat menjadi bagian dari 10 perempuan berdedikasi melalui Apresiasi pegiat perempuan tingkat nasional tahun 2021
Dengan esai berjudul Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Melalui Batik Diwo Kepahiang.
Terimakasih Bupati Kepahiang atas support dan testimoninya.
Terimakasih Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Kepahiang atas rekomendasi dan kepercayaannya.
“Kemenangan ini kami persembahkan untuk IKM/UMKM perempuan di Kepahiang yang berdaya, mandiri dan sejahtera.”

@rumahkreatifdiwokph
@umeakdiwokepahiang112
@umeahbatik_lestari
@cahyodiwokemumeu
@peidiwokemuning
@rumahbumnkepahiang



