"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

LITERASI DIGITAL

Menulis itu Mudah Semudah Orang Bercerita…(Order Yuk)

Kami (mungkin) belum menjadi penulis yang hebat. Kami juga (belum) menjadi penulis yang terkenal. Bukupun baru beberapa yang diterbitkan. Belum banyak yang membaca dan berminat membelinya. Namun, kami mempunyai mimpi. Mimpi yang besar, yaitu mengajak orang lain untuk ikut menulis.

Kami berpikir bahwa mengajak orang lain untuk gemar membaca harus dimulai dengan menulis. Sebab jika sudah pandai menulis, otomatis mereka akan mahir membaca. Minimal mereka akan membaca hasil tulisannya sendiri.

Maka, bismillah tim Az Zahra berembuk dan membuat ide brilian dengan membuka kelas menulis fiksi Sabusabu. Apa Sabusabu? Itu adalah istilah dan doa kami yang merupakan singkatan dari Satu Bulan Satu Buku. Harapannya semua alumni kelas menulis mampu membuat karya setiap bulannya. Baik karya bersama maupun karya pribadi, buku sendiri. Sabusabu adalah candu. Ketika mereka berhasil membuat satu naskah maka akan lahirlah naskah-naskah lainnya.

Di kelas menulis fiksi Sabusabu mainset peserta dirubah. Menulis itu mudah semudah orang bercerita! Kami memberikan beberapa tips agar dapat menulis semudah bercerita.

Tips pertama, ketika hendak bercerita apakah kita kesulitan diawal pembicaraan? Tentu saja tidak karena orang bercerita sudah memiliki bahan atau informasi yang hendak di sampaikan. Nah, ketika kita hendak menulis seharusnya tidak kesulitan dengan kalimat awal yang hendak ditulis. Karena bahan yang ingin kita tulis sudah ada di sekitar kita. Kita hanya memindahkan informasi dari otak ke mulut ketika bercerita dengan dari otak ke tangan dalam bentuk tulisan. Gampang kan?

Tips kedua, saat bercerita pastilah ada lawan bicara. Karena tidak mungkin kita bicara sendirian bukan? Itu artinya dalam menulis ada tokoh yang ditampilkan. Ada percakapan selayaknya orang yang mendengar cerita pasti akan ikut bertanya atau menyanggah isi cerita. Nah, tampilkan tokoh-tokoh dan dialog tersebut di dalam tulisan kita. Mudah bukan?

Tips ketiga, orang gemar bercerita tentang masalah atau kejadian yang luar biasa. Terkadang disertai dengan intonasi dan mimik muka yang menunjang isi cerita. Begitupun dengan tulisan, ada masalah atau persoalan yang menarik untuk kita sampaikan dalam tulisan. Bisa berupa curhatan, ide membangun, data ilmiah atau persoalan lainnya. Agar tulisan menjadi menarik, maka perlu diberi narasi yang jelas. Informasi adalah fakta, bukan hasil mengkhayal. Penulis yang baik akan sering membaca tulisan orang lain pula. Sebagai referensi dan tambahan informasi terkait hal yang sedang dituliskan. Maka penulis adalah orang yang kaya akan bahasa dan ilmu pengetahuan lainnya.

Tips keempat, biasanya setelah selesai bercerita akan ada klarifikasi atau solusi. Nah, tulisan yang baik adalah tulisan yang dapat menggugah orang lain untuk berubah. Memberi inspirasi dan memotivasi orang lain. Tulisan yang menimbulkan kesan mendalam pada pembacanya.

Nah, empat tips ini mampu diterapkan dengan baik oleh peserta kelas menulis. Dalam waktu 3 x 24 jam semua peserta telah berhasil membuat naskahnya masing-masing. Hal ini diluar dugaan, sebab kesepakatan awal peserta diberi waktu satu minggu untuk mengerjakan PR menulisnya. Rupanya waktu seminggu terlalu lama bagi mereka. Mereka sudah kecanduan menulis, bercerita hal-hal menarik disekitarnya. Maka, dengan bangga kami persembahkan karya alumni kelas menulis fiksi Sabusabu berikut ini. Selamat membaca, selamat menikmati. ORDER/Pemesanan Lewat WA: 0852-6788-7453

Daftar buku-buku yang ditawarkan:

No Judul Penulis Kategori Jumlah Halaman Harga (Rp)
1 Hamari Adhuri Kahani, Kisah Kita Yang Belum Tuntas Umi Yesi

Ketua PKBM Az Zahra Kph

 

Novel

 

271 hal

 

66.000,-

2 Tak Cukup Dengan Mimpi Umi Yesi

Ketua PKBM Az Zahra Kph

Kumpulan Cerita Pendek  

244 hal

 

60.000,-

3 Perempuan Membangun Kepahiang Maju Mandiri Sejahtera Umi Yesi

Ketua PKBM Az Zahra Kph

 

Biografi

 

254 hal

 

65.000,-

4 Jejakku di Pendidikan Nonformal Tutor Bantu SPNF SKB Lebong Kumpulan Cerita Pendek  

226 hal

 

60.000,-

5 Rindu Tak Bertepi Oscar Marwan

Tutor SKB Lebong

Kumpulan Cerita Pendek  

186 hal

 

53.000,-

6 Purnama di Ufuk Kerinduan Nurul Insan

Tutor SKB Lebong

Kumpulan Puisi 156 hal 47.000,-
7 Fenomena Mulai dari Nol Budi Susanto Diporedjo Kumpulan Puisi 119 hal 47.000,-
8 Dandelion Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-1 Kumpulan Cerita Pendek  

274 hal

 

69.800,-

9 Melawan Rasa Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-2 Kumpulan Cerita Pendek  

234 hal

 

62.000,-

10 Epilog Dua Hati Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-3 Kumpulan Cerita Pendek  

202 hal

 

55.000,-

11 Edelweis Catatan Seorang Bidan Desa Leci Zohar

Alumni Kelas Menulis

Novel  

264 hal

 

68.000,-

12 Mikrofthalmia, Dua Mata Tapi Tak Sama Siti Asma

Alumni Kelas Menulis

Novel  

185 hal

 

55.000,-

13 Perjalanan Pembuktian Cinta Susilaeviyanti

Alumni Kelas Menulis

Novel  

241 hal

 

63.000,-

  

  

 

 

 

 

Mantul…..Kelas Menulis Sabusabu Angk Ke-3

Kepahiang, 21 Mei 2019. Kelas menulis fiksi sabusabu angkatan ke-3 telah selesai dilaksanakan hari ini di Az zahra. Ada tiga orang guru Sekolah Dasar dan Madrasah yang bergabung di kelas ini. Ibu Maryati dan Wuhati adalah Guru SD yang “diutus” Kepala Sekolah untuk ikut kelas meski tak tahu apa yang harus dikerjakan. Mereka hanya mengikuti intruksi Kepsek untuk datang, tanpa berpikir akan ada tugas menulis di kelas ini. Mereka mengaku masih blank dan nol ilmu tentang tulis menulis. Meski banyak unek-unek yang ingin disampaikan, namun tak tahu akan dimulai dari mana tulisannya.

Dwi Dessy Pratiwi, Guru Madrasah yang gemar menulis dan pernah menerbitkan buku bersama mengaku sangat bahagia bergabung di komunitas sabusabu. “Saya senang menulis, sejak SMA dan Mahasiswa sudah pernah menerbitkan buku bersama. Namun sejak menikah dan pindah ke Kepahiang, kemampuan menulis saya hilang, saya tidak tahu akan menulis apa. Saya butuh teman yang mau mensuport dan mengingatkan. Saya berharap Komunitas ini dapat membangkitkan gairah saya kembali.”

Bergabung pula dikelas menulis tiga orang lelaki paruh baya yang sedang mengikuti Ujian Akhir Sekolah Paket A setara SD. Mereka adalah kakek-kakek yang tetap bersemangat belajar meski usia tak lagi muda. Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi peserta bahwa usia tak jadi penghalang dalam berkarya dan menuntut ilmu.

Hadir juga tiga orang alumni angkatan satu yang ikut memberi semangat dan menginspirasi di kelas hari ini, yaitu Susilaeviyanti, Siti Asma dan Jeniar Ferary. Ketiganya memberi testimoni bahwa Menulis Itu Mudah, Sebab Menulis Adalah Bercerita!

Di penghujung acara, kami kedatangan tamu Bapak Sadikin, S.Pd Kepala Bidang Pembinaan dan Layanan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang. Beliau antusias dan ikut menyaksikan kemampuan peserta kelas menulis membacakan hasil karya mereka.

Dalam arahannya beliau menyampaikan, “Sangat sedikit orang yang bisa menulis, sangat mudah orang bercerita. Jika cerita orang mampu ditulis oleh penulis, maka itu sungguh luar biasa”

Terakhir beliau menyampaikan pesan Bapak Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang bahwa mereka akan memberikan support bagi penulis yang mampu menerbitkan dan menyumbang buku ke perpustakaan dalam bentuk Piagam Penghargaan dan akan mengupayakan pengadaan buku melalui dana-dana yang ada, agar buku penulis daerah dapat dibeli dan dinikmati oleh masyarakat banyak, terutama di Kabupaten Kepahiang.

Beliau juga berharap ada penulis yang mampu mengangkat budaya lokal daerah seperti cerita rakyat, dongeng dan adat istiadat daerah. Sebab hal tersebut menjadi agenda penting untuk melestarikan budaya dan adat istiadat setempat. Jangan sampai cerita-cerita tersebut hilang ditelan zaman, dan lupa kita abadikan dalam tulisan.

Kepada peserta angkatan 3 diberi tugas membuat naskah minimal lima halaman dalam waktu tiga hari kedepan. Mereka berjanji akan menyetor naskah selambatnya Jumat, 24 Mei 2019.

“Baiklah, Umi tunggu karyanya ya,” tutup Umi Yesi dengan bangga melihat semangat dan antusias peserta kelas menulisnya. Mantul…Mantap Betul…!!!

Launching Buku “Dandelion” dan Kelas Menulis Sabu Sabu Angkatan Ke- 2

Sabtu, 23 Maret 2019. Kelas menulis fiksi Sabu Sabu (Satu bulan satu buku) angkatan ke dua diikuti oleh 20 orang peserta dari calon penulis baru dan alumni penulis angkatan pertama.

Berbeda dengan kelas menulis fiksi angkatan pertama, kali ini kegiatan kelas dihadiri Ibu Rahmawati Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang. Beliau sangat antusias dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Az Zahra dan calon penulis yang mengikuti kelas hari ini. Dalam sambutannya, Bu Rahma mengatakan bahwa kelas menulis bagi masyarakat umum ini sangat baik dan dapat dilaksanakan secara rutin.

“Kami akan memberikan sertifikat sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang peduli literasi dengan cara menulis buku. Kami juga akan mengusahakan untuk mengalokasikan dana daerah untuk membeli buku-buku hasil karya penulis ini. Dan rencananya tahun 2020 akan dibangun gedung perpustakaan sebagai ikon Kabupaten Kepahiang”

Sebelum kelas menulis dimulai, alumni kelas menulis angkatan pertama memaparkan sinopsis karyanya masing-masing. Suasana haru biru pun tercipta. Ada yang bercerita dengan gembira karena berhasil menulis dan dibukukan. Dan ada juga yang merasa terharu, karena tak menyangka kisahnya dapat menjadi buku dan berhasil diterbitkan. Buku karya bersama yang berjudul DANDELION itu pun di launching dengan suka cita oleh Ibu Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang.

Ketika peserta ditanya alasan mereka hadir ke kelas ini, mereka menjawab bahwa mereka:

  1. Ingin memiliki buku yang diterbitkan karya sendiri
  2. Memotivasi orang lain melalui tulisan
  3. Dapat menginspirasi melalui tulisan
  4. Alih profesi
  5. Membuktikan eksistensi diri
  6. Mengungkapkan rasa

Namun keinginan tersebut serasa mimpi di siang hari karena banyak faktor penghambat untuk menjadi penulis. Kesulitan yang dihadapi cukup banyak, antara lain:

  1. Menulis itu susah. Baru menulis setengah kehabisan bahan, lalu mandeg dan tidak pernah kelar.
  2. Imajinasi tidak muncul ketika menulis
  3. Alur cerita tidak nyambung sehingga lari-lari dari topik pertama
  4. Ejaan belum benar
  5. Kosakata masih belepotan
  6. Tidak ada waktu
  7. Belum ada wadah untuk membukukan hasil karya

“Menulis itu mudah, semudah orang bercerita” kata Umi menjelaskan. Setelah mendapat materi dan tips atau trik menulis semudah bercerita ala Umi Yesi. Para peserta akhirnya diberi tugas untuk memulai menulis dengan waktu sepuluh menit. Hasilnya semua peserta mampu menulis dengan mudah dan mengalir seperti air yang mengalir tanpa hambatan apapun. Mereka membacakan hasil tulisan tersebut ke depan dan mendapat aplaus dari sesama peserta. Ada yang lucu, ada yang menangis dan ada yang malu-malu. Semua rasa tertumpah jadi satu. Membuat mereka menjadi akrab dan sebagai satu keluarga.

Umi Yesi, yang memberi materi hari ini mengucapkan rasa bangga dan syukurnya atas prestasi yang diraih alumni angkatan pertama yaitu buku berjudul Dandelion dan alumni angkatan kedua berjanji akan segera menulis juga selambatnya 30 Maret 2019. Semoga akan lahir penulis-penulis handal di Kabupaten Kepahiang melalui kelas menulis Sabu Sabu ini. Aamiin

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang