"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Launching Buku “Dandelion” dan Kelas Menulis Sabu Sabu Angkatan Ke- 2

Sabtu, 23 Maret 2019. Kelas menulis fiksi Sabu Sabu (Satu bulan satu buku) angkatan ke dua diikuti oleh 20 orang peserta dari calon penulis baru dan alumni penulis angkatan pertama.

Berbeda dengan kelas menulis fiksi angkatan pertama, kali ini kegiatan kelas dihadiri Ibu Rahmawati Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang. Beliau sangat antusias dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Az Zahra dan calon penulis yang mengikuti kelas hari ini. Dalam sambutannya, Bu Rahma mengatakan bahwa kelas menulis bagi masyarakat umum ini sangat baik dan dapat dilaksanakan secara rutin.

“Kami akan memberikan sertifikat sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang peduli literasi dengan cara menulis buku. Kami juga akan mengusahakan untuk mengalokasikan dana daerah untuk membeli buku-buku hasil karya penulis ini. Dan rencananya tahun 2020 akan dibangun gedung perpustakaan sebagai ikon Kabupaten Kepahiang”

Sebelum kelas menulis dimulai, alumni kelas menulis angkatan pertama memaparkan sinopsis karyanya masing-masing. Suasana haru biru pun tercipta. Ada yang bercerita dengan gembira karena berhasil menulis dan dibukukan. Dan ada juga yang merasa terharu, karena tak menyangka kisahnya dapat menjadi buku dan berhasil diterbitkan. Buku karya bersama yang berjudul DANDELION itu pun di launching dengan suka cita oleh Ibu Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang.

Ketika peserta ditanya alasan mereka hadir ke kelas ini, mereka menjawab bahwa mereka:

  1. Ingin memiliki buku yang diterbitkan karya sendiri
  2. Memotivasi orang lain melalui tulisan
  3. Dapat menginspirasi melalui tulisan
  4. Alih profesi
  5. Membuktikan eksistensi diri
  6. Mengungkapkan rasa

Namun keinginan tersebut serasa mimpi di siang hari karena banyak faktor penghambat untuk menjadi penulis. Kesulitan yang dihadapi cukup banyak, antara lain:

  1. Menulis itu susah. Baru menulis setengah kehabisan bahan, lalu mandeg dan tidak pernah kelar.
  2. Imajinasi tidak muncul ketika menulis
  3. Alur cerita tidak nyambung sehingga lari-lari dari topik pertama
  4. Ejaan belum benar
  5. Kosakata masih belepotan
  6. Tidak ada waktu
  7. Belum ada wadah untuk membukukan hasil karya

“Menulis itu mudah, semudah orang bercerita” kata Umi menjelaskan. Setelah mendapat materi dan tips atau trik menulis semudah bercerita ala Umi Yesi. Para peserta akhirnya diberi tugas untuk memulai menulis dengan waktu sepuluh menit. Hasilnya semua peserta mampu menulis dengan mudah dan mengalir seperti air yang mengalir tanpa hambatan apapun. Mereka membacakan hasil tulisan tersebut ke depan dan mendapat aplaus dari sesama peserta. Ada yang lucu, ada yang menangis dan ada yang malu-malu. Semua rasa tertumpah jadi satu. Membuat mereka menjadi akrab dan sebagai satu keluarga.

Umi Yesi, yang memberi materi hari ini mengucapkan rasa bangga dan syukurnya atas prestasi yang diraih alumni angkatan pertama yaitu buku berjudul Dandelion dan alumni angkatan kedua berjanji akan segera menulis juga selambatnya 30 Maret 2019. Semoga akan lahir penulis-penulis handal di Kabupaten Kepahiang melalui kelas menulis Sabu Sabu ini. Aamiin

3 Responses to Launching Buku “Dandelion” dan Kelas Menulis Sabu Sabu Angkatan Ke- 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 3 =