LITERASI DIGITAL
Engkau Bidadari Kecil Yang Tak Pernah Sendirian
*Tulisan ini adalah kisah nyata sahabatku, Anita, yang Ia tulis untuk adik tercinta yang telah berpulang tahun 2004. Semoga menginspirasi!
Matanya bulat, cantik dan jernih seolah tak berdosa. Tawanya pun selalu lepas, sehingga menambah keceriaan di wajah. Usianya memang telah dewasa, namun ia berprilaku bagaikan balita yang polos dan tak banyak meminta. Kelembutan yang terpancar dari jiwa, juga telah menghapus kesempatannya untuk berbuat nakal dan dosa.
Ia adikku, Dian namanya. Limpahan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala, menjadikan dirinya ditakdirkan terlahir dengan keterbelakangan mental. Chromosome 15 Trisomy Syndrome yang diderita membuatnya bagaikan seorang kanak-kanak. Namun, tak pernah sekalipun ia terlihat menyesali nasibnya.
Dian memang anak istimewa. Selain cacat mental, menjelang akhir hayatnya ia juga menderita sakit ginjal, diabetes, kelainan jantung, lalu lumpuh dan isu. Bahkan beberapa hari sebelum maut menjemput, kebutaan pun merampas penglihatannya. Tangis ketakutan yang kekanak-kanakan, akan membuat siapapun yang mendengar giris hatinya.
“Ma… ma… aku takut, gelap ma. Mama di sini sama aku ya ma,” terdengar rengekannya yang pernah membuat air mata Mamaku tumpah. Beliau lalu mengajak Dian berdzikir dan membaca do’a-do’a.
Apa yang diderita Dian pernah membuatku dan saudara-saudara yang lain berburuk sangka kepada-Nya, “Ya Allah, mengapa Engkau timpakan penderitaan sepedih ini kepada adik kami?” Pertanyaan itu sering kali menyeruak, dan bertubi-tubi menghujani hati ini.
Kami pun pernah sedih karena memikirkan Dian yang tak pernah hidup normal seperti layaknya saudara-saudaranya yang lain. Tumbuh dewasa, menikah,
lantas merasakan kebahagiaan berumah tangga. Namun, bukankah Allah Yang Maha Pencipta tentu lebih tahu segalanya. Mungkin IA hanya tersenyum bijaksana, menatap kesalahpahaman kami semua.
Dian memang cacat fisik dan mental, tapi tidak hatinya. Tubuh yang penuh tutulan obat merah dan perban karena koreng bernanah, bahkan sebagian hidupnya yang harus dijalani dengan kursi roda, tak mampu menutupi keistimewaan yang ada pada dirinya.
Suatu peristiwa saat ia berusia 5 tahun, menampilkan sosok jiwanya yang begitu lembut. Ia tak pernah tega walaupun terhadap semut-semut yang mengerubungi piring nasinya. Ia hanya menjerit-jerit, “Ma… nyamut,
nyamut ma!” karena saat itu ia tidak bisa membedakan antara nyamuk dan semut.
Lalu aku yang saat itu mendengar tergopoh-gopoh menghampirinya, “Jangan menangis Dian, ini kan cuma semut. Pukul saja, ntar juga semutnya pergi.” Lalu kuusir semut-semut itu, dengan tepukan tangan di lantai teras depan rumah kami.
Allah Yang Maha Pengasih memang sangat mencintai Dian. Betapa tidak?
Kelahirannya disambut dengan penuh kebahagiaan, dan kematiannya di usia 30 tahun adalah peristiwa terindah yang pernah kudengar.
Ketika itu, menjelang malaikat maut hendak menjemput, Mamaku meminta Dian untuk selalu mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala sambil membelai-belai lembut kepalanya, “Dian, nyebut ya sayang, ya Allah… gitu nak. Ya Allah… Allahu Akbar!”
Lalu Mama membaca surah Yaa siin di pinggir tempat tidur, sedangkan bapak melakukan sholat Ashar, tak jauh dari sisi tempat tidur Dian.
Lidah Dian mulai sulit bergerak. Namun orangtuaku dengan tabah berusaha membimbingnya mengucapkan “Allahu Akbar, ya Allah.” Hingga suatu saat, ketika Mama membisikkan kalimat itu, Dian menggenggam tangannya dengan kuat dan bergumam lirih, “Aaaaaahhhhhh…”
Air bening pun bergulir dari sudut mata Dian yang telah buta. Mungkin sebagai isyarat permintaan maaf, dan mohon kerelaan karena ia sebentar lagi akan berpulang kepada Sang Pencipta.
“Pulanglah Dian ke haribaan Allah…” kata mama dengan tabah di sela isakan tangisan. Lalu dengan tenang Dian meninggalkan kami semua dengan hembusan nafas terakhirnya.
Di saat penguburan, Mama mengecup telapak tangannya sendiri kemudian melambai ke pusara Dian. “Selamat jalan, bidadari kecilku. Tunggu mama di sana ya, nak,” katanya seraya menatap lubang peristirahatan terakhir Dian yang mulai ditutupi tanah merah oleh para sanak saudara dan sahabat.
Adikku Dian memang benar-benar anak istimewa, bahkan teristimewa di antara saudara-saudaranya. Karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala pun mengirim bapak untuk pulang menyertai Dian, tak lama setelah kepergiannya. Mungkin sebagai jawaban kepada bapak yang memang selalu merindukan anak istimewanya.
Sekarang bidadari kecil kami tak perlu takut sendirian, karena bapak telah berada di sana untuk menemaninya.
Dian, adikku tersayang… Jangan takut untuk kembali kepada Allah ya sayang.
Engkau tahu, engkau tak sendirian. Mama pun selalu berkata, engkau tak akan pernah sendirian, karena do’a dan segenap cinta kami selalu bersama dirimu, adikku tercinta.
Kembali kepada Allah adalah sesuatu yang indah. Bahkan teramat indah dari apa yang mungkin pernah engkau bayangkan. Selamat jalan sayang, selamat tinggal adikku yang teristimewa. Engkau memang bidadari kecil yang tak pernah sendirian.
WaLlahua’lam bi shawab.
Rakor GOW Perdana: Menulis Itu Mudah Semudah Bercerita
Kepahiang, 17/10/2019. Rakor GOW Kepahiang
Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Kepahiang yang dipimpin Ibu Netti Herawati, S.Sos yang juga merupakan Wakil Bupati Kepahiang membuat agenda baru untuk mempersatukan beberapa organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Kepahiang. Agenda tersebut bertajuk Rapat Koordinasi Bulanan dengan cara bergiliran mendatangi kegiatan antar dua organisasi sebagai penyelenggara. Tujuannya adalah untuk silaturahmi antar pengurus/anggota, serta wadah pembinaan organisasi dan ajang unjuk kebolehan potensi perempuan di Kepahiang.
Penyelenggara dalam rakor perdana ini adalah Organisasi Aisyiyah yang dipimpin oleh Ibu Mulyanti, S.Pd. Aud dan Yayasan Az Zahra Kepahiang. Mereka berkolaborasi dalam menyukseskan acara dengan tema “GOW Menulis” bertempat di gedung pertemuan Aisyiyah dengan narasumber Helmiyesi, M.Si yang akrab disapa Umi Yesi. Menulis itu mudah semudah orang bercerita, mampu menghipnotis 60 orang peserta yang hadir hari ini. Satu persatu trik dan tips menulis disampaikan, mudah, asyik, menarik dan menyenangkan. Harapannya semua organisasi mampu melahirkan karya yang akan membawa nama baik Kabupaten Kepahiang ke depan.

Rabiatul Adawiyah, sekretaris GOW Kepahiang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan rutin dilakukan setiap bulannya. Semua organisasi dapat menyampaikan materi sesuai kebutuhan perempuan, misal tentang kecantikan, kesehatan, dan keterampilan ataupun lomba-lomba yang berfaedah. Beliau juga membacakan notulen rapat bulan lalu dan melaporkan kegiatan yang telah dilakukan yaitu ikut berperan serta dalam stand pameran teknologi tepat guna dalam rangka Wonderfull Bengkulu 2020 dan wisata Mountain Valley Festival.

Ketua GOW Netti Herawati, S.Sos mengucapkan terimakasih dan apresiasi kinerja Aisyiyah dan Az Zahra dalam menyukseskan rakor perdana ini. Menurut beliau, perempuan harus punya kemampuan. Untuk itu kita harus sering berkumpul, bersilahturahim dan menuntut ilmu. Beliau memberi contoh perjuangan Bu Hera Aryani, asisten III yang sedang menyelesaikan tugas PIM 3 dengan penelitiannya tentang tata kelola keuangan daerah. Menjadi penulis seperti Umi Yesipun adalah potensi perempuan yang patut kita contoh dan banggakan.Dan masih banyak perempuan Kepahiang yang bertalenta dalam membangun daerah.

Lalu beliau juga berpesan kepada Bu Erni Budiarti, M.Pd ketua bidang Ekonomi untuk mengelola Kios GOW dengan bekerjasama dengan Bulog Provinsi Bengkulu. “Organisasi harus punya usaha ekonomi yang produktif supaya bisa mandiri, tidak semata bergantung dengan dana bantuan pemerintah yang terbatas. Sehingga kita dapat eksis dan dapat juga membantu masyarakat melalui sembako murah nantinya”
Dalam kesempatan itu, hadir pula Ketua Ikatan Adyaksa Dharma Karini, Ikatan isteri anggota DPRD, Persit Kartika Candra Kirana dan 14 ketua organisasi besar lainnya. Mereka semua menyambut baik kegiatan rakor ini dan saling memperkenalkan diri. Untuk pertemuan rakor bulan depan disepakati sebagai tuan rumah adalah Ikatan Adyaksa Dharma Karini bersama Organisasi Wanita Islam. Sampai bertemu bulan depan yaa…




Ajakan Kebaikan, Menerbitkan dan Membeli Buku
Kabar gembira ni guys,!
Buat kamu yang hobi nulis, hobi corat coret kertas or buku diari, hobi ketik karya puisi, cerita pendek, novel atau artikel ilmiah. Nah…ayo kirim ke kami naskah anda supaya diterbitkan. Daripada hilang….daripada terbuang…daripada hanya tersimpan. Sayang kan? sudah capek nulis, capek ngetik, capek berkarya tapi tidak ada wujudnya. Yuk…buruan dah…..kirim naskahnya…terbitkan bersama kami. Ini alurnya…..baca baik-baik ya..

Jika berminat langsung aja ikuti tahapannya.
Ini ada beberapa contoh karya yang sudah kami terbitkan. Bisa di order juga ya guys. Pemesanan/pembelian via online di wa 0852-6788-7453.

Judul: Memori Onde-onde (Antologi Cerpen)
Penulis: Egi Seliyanti, dkk. (Pelajar di SMP N 1 Kota Tegal, Jateng)
ISBN: dalam proses
Jumlah halaman: 268 Hal, ukuran buku 13 x 19 cm
Cetakan Pertama: Oktober 2019
Sinopsis:
Angin pagi berhembus mencium pipiku. Kicauan burung menjadi lagu pertama yang ku dengar. Aku adalah Zeno Pratama. Seorang pengusaha muda kuliner khas Indonesia yang baru menamatkan kuliah S1 bidang akutansi
Hidupku berubah drastis setelah bertemu kembali dengan dia. Aku jadi ingat kenangan itu saat masih SMA. Ku hirup udara taman dekat gedung perusahaan dalam-dalam dan mulai bernostalgia dengan kenangan lama.

Judul: Fenomena Dua JEJAK (Antologi Puisi)
Penulis: Budi Susanto Diporedjo (Guru SMPN 2 Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta)
ISBN: 978-623-90806-2-4
Jumlah Halaman: 125 Halaman, ukuran buku 13 x 19 cm
Cetakan pertama: September 2019
Harga jual Rp.47.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)
Kata Penulis: Menulis puisi bagi saya adalah kebiasaan. Spontanitas. Bentuk respons ketika jiwa bersentuhan dengan aura tertentu dalam keseharian. Tanpa basa-basi terkemas dalam kata indah. Apa adanya. Vulgar.
Sebagaimana lainnya. Ada kalanya merasa heran, kaget, takut, marah, benci, rindu, bimbang, bahkan hampir putus asa menjalani kehidupan yang kian kompleks ini. Tapi karena saya terlahir sebagai orang yang tidak tertarik pada kekerasan verbal, aksi massa, maupun ingar bingar lainnya, semua tertumpah dalam kata yang lazim disebut antologi ini.

Judul: Epilog Dua Hati (Antologi Cerpen)
Penulis: Dwi D Pratiwi, dkk. (Alumni kelas menulis Sabusabu Az zahra angkatan ke-3)
ISBN: 978-623-90806-1-7
Jumlah halaman: 202 Hal, ukuran buku 13 x 19 cm
Cetakan Pertama: Juli 2019
Harga jual Rp.55.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)
Sinopsis:
Semua persiapan pernikahan berjalan sempurna, tinggal menunggu hari. Aku nelangsa. Pagi tadi aku mendapat kabar yang membuatku shock, dia kembali. Edwar, yang semula mengirim permintaan pertemanan di facebook dengan nama samaran “angin laut”, mengirimkan pesan.
“Assalamualaikum Via. Aku Edwar. Apa kabar?” mesengger darinya yang mampu mengobrak-abrik perasaanku.
Kubuka profilnya di facebook. Tidak banyak informasi yang bisa kudapat tentangnya. Foto profilnya pun hanya berupa petikan foto pemandangan lautan yang luas. Mengapa harus memakai nama lain saat dia mengirimkan permintaan pertemanan itu? Seandainya aku tahu dari awal bahwa angin laut itu adalah dia, mungkin aku tidak perlu tersiksa lama dalam kerinduanku. Gerakan jari-jariku menari dan berlomba mengetik huruf perhuruf di layar handphone tak mampu kukendalikan. Aku seakan lupa semuanya, bahkan tentang Ilham.
“Alhamdulillah baik. Bagaimana kabarmu?” inginku bertanya lebih. Banyak hal yang ingin kuketahui tentangnya sekarang. Sosok Edwar kembali memenuhi benakku. Sosoknya yang tinggi jangkung, matanya yang sipit dan senyumannya yang menawan kembali berkelebat. Aku merindukannya.

Judul: MELAWAN RASA (Antologi Cerpen)
Penulis: Fromes Media Bagite, dkk. (Karya alumni kelas menulis Sabusabu Az zahra angkatan ke-2)
ISBN: 978-602-53476-8-9
Jumlah 233 halaman, ukuran 13 x 19 cm
Cetakan pertama: April 2019
Harga jual Rp.62.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)
Sinopsis:
Semuanya berubah ketika suamiku pulang larut malam bahkan subuh menjelang, aroma alkohol tercium dari mulutnya. Ia menjadi pecandu Narkoba, memakai shabu-shabu yang menyebabkan ia bertahan tidak tidur selama dua hari dua malam dan tidak ada nafsu makan.
Rasa menghargai itu tak ada lagi, rasa cinta pun beralih entah kemana. Mata dengan tatapan kasih itu tak pernah kutemui lagi. Aku berjuang untuk pernikahan ini, untuk tetap dirumah ini demi buah hatiku. Aku berjuang secara ekonomi dan finansial.
Gruubakkk….! terdengar suara pintu rumah terbuka, disusul deru motor. Jam dinding menunjukkan pukul 2 pagi, aku tergopoh gopoh keluar dari balik kelambu tempat tidur. Menuju ruang tengah dan menghidupkan lampu ruang tamu. Rambutku acak-acakan, dasterku berbau ompol dan air susu.
“Uaakkk…uakkk…. ” terdengar rintihan suara, muntah berserakan di lantai, suamiku berbaring diambal depan televisi.

Judul: Dandelion (Antologi Cerpen)
Penulis: Leci Zohar, dkk. (Alumni kelas menulis Sabusabu Az zahra angkatan ke-1)
ISBN: 978-602-53476-6-5
Jumlah 274 halaman, ukuran 13 x 19 cm
Cetakan Pertama: Maret 2019
Harga Jual: Rp.69.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)
Sinopsis:
“Dasar Pelakor! Plak! Plak!” tak terkendali tanganku sudah mendarat tanpa hambatan di pipi mulus Dina.
Sebuah tangan besar berusaha mencegahku, “Jangan kurang ajar Irwan!! Dia ibu mu sekarang!” Nanar kutatap wajah ayahku. Aku tersakiti kembali, aku mau mati, duniaku terbalik duniaku hancur. Terbayang wajah ibuku, wajah sendu ibuku, wajah tanpa dosa dan tak berdaya, wajah ibu yang menantikan kehadiran ayah di saat- saat terakhir hembusan nafasnya.
Kucengram kerah baju ayah, tubuh ayahku yang gempal terasa mengambang di udara. Kuhempaskan tubuh gempal itu ke arah sofa, tak kuasa kutahan tangis amarahku, aku berlutut di kaki ayah, aku bersimpuh dan aku meratap.
“Apa kesalahan ibu ayah? Dosa apa yang telah ibu perbuat pada ayah? Adakah kata-kata ibu menyakiti perasaan ayah? Adakah pelayanan ibu tak baik pada ayah sehingga ayah tega berlaku seperti ini pada ibu?” Kupeluk erat kaki ayahku, seperti anak kecil memohon ampun. Hatiku hancur berkeping-keping, mengingat sosok ibu yang begitu mengabdi pada ayah, memenuhi semua kebutuhan hidup ayah.
Namun tangisku tak juga mampu membuka jendela hati ayah. Rayuan dan ratapanku yang mengharu biru tak jua meluluhkan perasaannya. Dia tak bergeming, dan pergi meninggalkan rumah dengan Dina. Pacar yang kini menjadi ibu tiriku.
Aku meratapi dukaku dan duka ibuku. Duka ini tak jua kunjung berakhir. Duhai Ibu, dukamu telah kau bawa hingga liang lahat, sedangkan dukaku baru di mulai hari ini.

Judul: Perjalanan Pembuktian Cinta (Novel)
Penulis: Susilaeviyanti (Alumni Kelas menulis Sabusabu Az zahra)
ISBN : 978-623-90806-0-0
Harga Jual Rp.63.000,-
Sinopsis:
“Begini, Silla sebenarnya aku menyukai kamu” ucapnya sambil menunduk.
“Apa….!? Fian kamu becanda kan?, Hahahaha…kamu lucu juga ya becanda nya” nampak Silla tertawa lepas mendengar ucapan tersebut.
“Tidak Silla, tidak bercanda, aku serius sejak pertama kita bertemu aku jatuh cinta sama kamu”, kembali Fian menyampaikan perasaannya terhadap Silla. Namun semua ucapan Fian membuat Silla tertawa semakin lucu.
“Fian umur kamu berapa sekarang?”,Silla mencoba bertanya kepada Fian.
“Umurku sekarang baru 16 tahun. Kenapa kamu mempertanyakan tentang umur? ” Fian balik bertanya.
“Hahaha…aduh…Fian kamu ini lucu banget ya” kembali Silla tertawa dengan sikap Fian. Fian pun menunduk mendengar kata-kata Silla barusan.
“Fian, kamu itu lebih pantas jadi adik ku!” masih dengan menahan tawanya Silla memandang ke arah Fian.
“Dan kamu harus tahu kalau aku ini punya anak atau singel parent” Silla mencoba menyatakan statusnya.
“Maksud kamu?” tanya Fian dengan wajah tercengang.

Judul: Mikrofthalmia, Dua Mata Tapi Tak Sama
Penulis: Siti Asma (Alumni Kelas Menulis Sabusabu Az zahra)
ISBN: 978-602-53476-9-6
Cetakan pertama : Mei 2019, Cetakan kedua: Agustus 2019
Harga Jual: Rp.55.000,-
Sinopsis:
“Dokter, kenapa mata anak saya satunya belum buka dok?”
Dokter memeriksa mata bayiku dan ia juga terkejut. Saat ia menyambut bayiku ia tidak melihat ada tanda-tanda yang kurang pada pasiennya. Namun ia berusaha tenang, agar aku tidak panik.
Nanti saya akan meminta dokter spesialis anak untuk memeriksanya. Keesokan harinya dokter spesialis anak pun datang dan langsung melihatnya.
Ia berkata “Sus, tolong hubungi spesialis mata ya, segera!” perintahnya.
Suster berlari keruang tunggu dan menghubungi dokter spesialis anak.
Aku dan suamiku semakin khawatir terhadap anak kami. Dokter belum mau memberitahu diagnosanya. Tak lama kemudian dokter spesialis mata tiba. Ia mendiagnosa Mikrofthalmia yang berarti mata anak kami tidak berkembang sempurna sejak dalam kandungan. Faktor penyebabnya adalah genetik dan keturunan. Tindakan yang harus kita lakukan adalah Operasi.

Judul: Edelweis, Catatan Seorang Bidan
Penulis: Leci Meipronika (Alumni Kelas Menulis Sabusabu Az zahra)
ISBN : 9-786025-347672
Cetakan Pertama: April 2019
Harga Jual: Rp. 68.000,-
Sinopsis:
“Bu, jangan seperti ini! Ayo…, bagus-bagus seperti yang saya ajarkan tadi” kuraih kembali tangannya ke arah lipat paha.
“Ah…Ah…Naaah…naaaan” dia kembali melepaskan tanganku.
Aku beberapa kali memberikan intruksi tak pernah di perhatikan dan terus saja di abaikan, membuatku merasa di tolak. Apakah ibu ini tidak berkenan di tolong olehku? Segera ku mundur dalam kebingungan dan tersinggung.
“Ayuk aku koh tuli dan bisu Buk” terang Eni tanggab karena melihat kebingungan ku.
“Astagfirullah, aku telah berpikiran buruk” bisikku dalam hati. Dan aku bertambah bingung dengan keterangan yang baru saja aku dapatkan. Pasien ini bisu dan tuli? Pantas saja dia tidak menuruti perintahku. Ini pertama kalinya aku menangani pasien disabilitas. Bagaimana ini? Ketakutanku berkali lipat dari sebelumnya.

Judul: Hamari Adhuri Kahani Kisah Kita Yang Belum Tuntas
Penulis: Umi Yesi
Harga jual Rp.66.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)
Sinopsis
Aku terpana, terkejut luar biasa. Mas Andre!!, lelaki itu hadir tepat didepanku. Hatiku berdegub kencang, keseimbanganku goyah. Namun kaki tak mampu bergerak melangkah. Diam seribu bahasa di depan pintu kantor kakakku.
Lelaki berbaju batik biru tersebut berdiri dan mendekat kearah pintu. Matanya tajam seolah membiusku. Sekilas tampak siluet tajam golok perantara berkelebat dianganku. Mengores luka persis menuju jantungku. Aku hendak lari, namun mata kakakku memandang ekspresiku penuh tanda tanya. Mengurungkan langkah kaki yang hendak menghindar pergi.
Langkahnya semakin dekat, hingga persis berdiri sejajar didepanku. Buru-buru aku tundukkan pandangan. Tak mampu menatap matanya yang tajam dan garang. Dia menutup kedua tangannya di dada dan sedikit membungkukkan badan. Sayup-sayup aku mendengar dia berkata, “Kisah kita belum tuntas Hanum!” Hamari Adhuri Kahani.

Judul: Tak Cukup dengan Mimpi
Penulis: Umi Yesi
ISBN : 978-602-53476-0-3
Harga jual Rp.60.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)
Sinopsis:
Tak Cukup dengan Mimpi adalah kumpulan kisah inspiratif peserta didik yang mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan (Paket A, Paket B, Paket C) dan perjuangan para tutor dalam pengabdiannya di PKBM Az Zahra Kepahiang, Bengkulu.
Buku ini akan menjadi kenangan dan karya nyata pelaksanaan program peningkatan minat baca, seni dan budaya. Upaya kami dalam menyampaikan pesan lewat buku dan tulisan serta mendukung gerakan literasi di Indonesia.
