"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Buku Ber ISBN

Ajakan Kebaikan, Menerbitkan dan Membeli Buku

Kabar gembira ni guys,!

Buat kamu yang hobi nulis, hobi corat coret kertas or buku diari, hobi ketik karya puisi, cerita pendek, novel atau artikel ilmiah. Nah…ayo kirim ke kami naskah anda supaya diterbitkan. Daripada hilang….daripada terbuang…daripada hanya tersimpan. Sayang kan? sudah capek nulis, capek ngetik, capek berkarya tapi tidak ada wujudnya. Yuk…buruan dah…..kirim naskahnya…terbitkan bersama kami. Ini alurnya…..baca baik-baik ya..

Jika berminat langsung aja ikuti tahapannya.

Ini ada beberapa contoh karya yang sudah kami terbitkan. Bisa di order juga ya guys. Pemesanan/pembelian via online di wa 0852-6788-7453.

Judul: Memori Onde-onde (Antologi Cerpen)

Penulis: Egi Seliyanti, dkk. (Pelajar di SMP N 1 Kota Tegal, Jateng)

ISBN: dalam proses

Jumlah halaman: 268 Hal, ukuran buku 13 x 19 cm

Cetakan Pertama: Oktober 2019

Sinopsis:

Angin pagi berhembus mencium pipiku. Kicauan burung menjadi lagu pertama yang ku dengar. Aku adalah Zeno Pratama. Seorang pengusaha muda kuliner khas Indonesia yang baru menamatkan kuliah S1 bidang akutansi

Hidupku berubah drastis setelah bertemu kembali dengan dia. Aku jadi ingat kenangan itu saat masih SMA. Ku hirup udara taman dekat gedung perusahaan dalam-dalam dan mulai bernostalgia dengan kenangan lama.

 

Judul: Fenomena Dua JEJAK (Antologi Puisi)

Penulis: Budi Susanto Diporedjo (Guru SMPN 2 Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta)

ISBN: 978-623-90806-2-4

Jumlah Halaman: 125 Halaman, ukuran buku 13 x 19 cm

Cetakan pertama: September 2019

Harga jual Rp.47.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)

Kata Penulis: Menulis puisi bagi saya adalah kebiasaan. Spontanitas. Bentuk respons ketika jiwa bersentuhan dengan aura tertentu dalam keseharian. Tanpa basa-basi terkemas dalam kata indah. Apa adanya. Vulgar.

Sebagaimana lainnya. Ada kalanya merasa heran, kaget, takut, marah, benci, rindu, bimbang, bahkan hampir putus asa menjalani kehidupan yang kian kompleks ini. Tapi karena saya terlahir sebagai orang yang tidak tertarik pada kekerasan verbal, aksi massa, maupun ingar bingar lainnya, semua tertumpah dalam kata yang lazim disebut antologi ini.

 

Judul: Epilog Dua Hati (Antologi Cerpen)

Penulis: Dwi D Pratiwi, dkk. (Alumni kelas menulis Sabusabu Az zahra angkatan ke-3)

ISBN: 978-623-90806-1-7

Jumlah halaman: 202 Hal, ukuran buku 13 x 19 cm

Cetakan Pertama: Juli 2019

Harga jual Rp.55.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)

Sinopsis:

Semua persiapan pernikahan berjalan sempurna, tinggal menunggu hari. Aku nelangsa. Pagi tadi aku mendapat kabar yang membuatku shock, dia kembali. Edwar, yang semula mengirim permintaan pertemanan di facebook dengan nama samaran “angin laut”, mengirimkan pesan.

“Assalamualaikum Via. Aku Edwar. Apa kabar?” mesengger darinya yang mampu mengobrak-abrik perasaanku.

Kubuka profilnya di facebook.  Tidak banyak informasi yang bisa kudapat tentangnya. Foto profilnya pun hanya berupa petikan foto pemandangan lautan yang luas. Mengapa harus memakai nama lain saat dia mengirimkan permintaan pertemanan itu? Seandainya aku tahu dari awal bahwa angin laut itu adalah dia, mungkin aku tidak perlu tersiksa lama dalam kerinduanku. Gerakan jari-jariku menari dan berlomba mengetik huruf perhuruf di layar handphone tak mampu kukendalikan. Aku seakan lupa semuanya, bahkan tentang Ilham.

“Alhamdulillah baik. Bagaimana kabarmu?” inginku bertanya lebih. Banyak hal yang ingin kuketahui tentangnya sekarang. Sosok Edwar kembali memenuhi benakku. Sosoknya yang tinggi jangkung, matanya yang sipit dan senyumannya yang menawan kembali berkelebat. Aku merindukannya.

 

Judul: MELAWAN RASA (Antologi Cerpen)

Penulis: Fromes Media Bagite, dkk. (Karya alumni kelas menulis Sabusabu Az zahra angkatan ke-2)

ISBN: 978-602-53476-8-9

Jumlah 233 halaman, ukuran 13 x 19 cm

Cetakan pertama: April 2019

Harga jual Rp.62.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)

Sinopsis:

Semuanya berubah ketika suamiku pulang larut malam bahkan subuh menjelang, aroma alkohol tercium dari mulutnya. Ia menjadi pecandu Narkoba, memakai shabu-shabu yang menyebabkan ia bertahan tidak tidur selama dua hari dua malam dan tidak ada nafsu makan.

Rasa menghargai itu tak ada lagi, rasa cinta pun beralih entah kemana. Mata dengan tatapan kasih itu tak pernah kutemui lagi. Aku berjuang untuk pernikahan ini, untuk tetap dirumah ini demi buah hatiku. Aku berjuang secara ekonomi dan finansial.

Gruubakkk….! terdengar suara pintu rumah terbuka, disusul deru motor. Jam dinding menunjukkan pukul 2 pagi, aku tergopoh gopoh keluar dari balik kelambu tempat tidur. Menuju ruang tengah dan menghidupkan lampu ruang tamu. Rambutku acak-acakan, dasterku berbau ompol dan air susu.

“Uaakkk…uakkk…. ” terdengar rintihan suara, muntah berserakan di lantai, suamiku berbaring diambal depan televisi.

 

Judul: Dandelion (Antologi Cerpen)

Penulis: Leci Zohar, dkk. (Alumni kelas menulis Sabusabu Az zahra angkatan ke-1)

ISBN: 978-602-53476-6-5

Jumlah 274 halaman, ukuran 13 x 19 cm

Cetakan Pertama: Maret 2019

Harga Jual: Rp.69.000,-  Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)

Sinopsis:

“Dasar Pelakor! Plak! Plak!” tak terkendali tanganku sudah mendarat tanpa hambatan di pipi mulus Dina.

Sebuah tangan besar berusaha mencegahku, “Jangan kurang ajar Irwan!! Dia ibu mu sekarang!” Nanar kutatap wajah ayahku. Aku tersakiti kembali, aku mau mati, duniaku terbalik duniaku hancur. Terbayang wajah ibuku, wajah sendu ibuku, wajah tanpa dosa dan tak berdaya, wajah ibu yang menantikan kehadiran ayah di saat- saat terakhir hembusan nafasnya.

Kucengram kerah baju ayah, tubuh ayahku yang gempal terasa mengambang di udara. Kuhempaskan tubuh gempal itu ke arah sofa, tak kuasa kutahan tangis amarahku, aku berlutut di kaki ayah, aku bersimpuh dan aku meratap.

“Apa kesalahan ibu ayah? Dosa apa yang telah ibu perbuat pada ayah? Adakah kata-kata ibu menyakiti perasaan ayah? Adakah pelayanan ibu tak baik pada ayah sehingga ayah tega berlaku seperti ini pada ibu?” Kupeluk erat kaki ayahku, seperti anak kecil memohon ampun. Hatiku hancur berkeping-keping,  mengingat sosok ibu yang begitu mengabdi pada ayah, memenuhi semua kebutuhan hidup ayah.

Namun tangisku tak juga mampu membuka jendela hati ayah. Rayuan dan ratapanku yang mengharu biru tak jua meluluhkan perasaannya. Dia tak bergeming, dan pergi meninggalkan rumah dengan Dina. Pacar yang kini menjadi ibu tiriku.

Aku meratapi dukaku dan duka ibuku. Duka ini tak jua kunjung berakhir. Duhai Ibu, dukamu telah kau bawa hingga liang lahat, sedangkan dukaku baru di mulai hari ini.

 

Judul: Perjalanan Pembuktian Cinta (Novel)

Penulis: Susilaeviyanti (Alumni Kelas menulis Sabusabu Az zahra)

ISBN : 978-623-90806-0-0

Harga Jual Rp.63.000,-

Sinopsis:

“Begini, Silla sebenarnya aku menyukai kamu” ucapnya sambil menunduk.

“Apa….!? Fian kamu becanda kan?, Hahahaha…kamu lucu juga ya becanda nya” nampak Silla tertawa lepas mendengar ucapan tersebut.

“Tidak Silla, tidak bercanda, aku serius sejak pertama kita bertemu aku jatuh cinta sama kamu”, kembali Fian menyampaikan perasaannya terhadap Silla. Namun semua ucapan Fian membuat Silla tertawa semakin lucu.

“Fian umur  kamu  berapa sekarang?”,Silla mencoba bertanya kepada Fian.

“Umurku sekarang baru 16 tahun. Kenapa kamu mempertanyakan tentang umur? ” Fian balik bertanya.

“Hahaha…aduh…Fian kamu ini lucu banget ya” kembali Silla  tertawa  dengan sikap Fian. Fian pun menunduk mendengar kata-kata Silla barusan.

“Fian, kamu itu lebih pantas jadi adik ku!” masih dengan menahan tawanya Silla memandang ke arah Fian.

“Dan kamu harus tahu kalau aku ini punya anak atau singel parent” Silla mencoba menyatakan statusnya.

“Maksud kamu?” tanya Fian dengan wajah tercengang.

 

Judul: Mikrofthalmia, Dua Mata Tapi Tak Sama

Penulis: Siti Asma (Alumni Kelas Menulis Sabusabu Az zahra)

ISBN: 978-602-53476-9-6

Cetakan pertama :  Mei 2019, Cetakan kedua: Agustus 2019

Harga Jual: Rp.55.000,-

Sinopsis:

“Dokter, kenapa mata anak saya satunya belum buka dok?”

Dokter memeriksa mata bayiku dan ia juga terkejut. Saat ia menyambut bayiku ia tidak melihat ada tanda-tanda yang kurang pada pasiennya. Namun ia berusaha tenang, agar aku tidak panik.

Nanti saya akan meminta dokter spesialis anak untuk memeriksanya. Keesokan harinya dokter spesialis anak pun datang dan langsung melihatnya.

Ia berkata “Sus, tolong hubungi spesialis mata ya, segera!” perintahnya.

Suster berlari keruang tunggu dan menghubungi dokter spesialis anak.

Aku dan suamiku semakin khawatir terhadap anak kami. Dokter belum mau memberitahu diagnosanya. Tak lama kemudian dokter spesialis mata tiba. Ia mendiagnosa Mikrofthalmia yang berarti mata anak kami tidak berkembang sempurna sejak dalam kandungan. Faktor penyebabnya adalah genetik dan keturunan. Tindakan yang harus kita lakukan adalah Operasi.

 

Judul: Edelweis, Catatan Seorang Bidan

Penulis: Leci Meipronika (Alumni Kelas Menulis Sabusabu Az zahra)

ISBN : 9-786025-347672

Cetakan Pertama: April 2019

Harga Jual: Rp. 68.000,-

Sinopsis:

“Bu, jangan seperti ini! Ayo…, bagus-bagus seperti yang saya ajarkan tadi” kuraih kembali tangannya ke arah lipat paha.

“Ah…Ah…Naaah…naaaan” dia kembali melepaskan tanganku.

Aku beberapa kali memberikan intruksi tak pernah di perhatikan dan terus saja di abaikan, membuatku merasa di tolak. Apakah ibu ini tidak berkenan di tolong olehku? Segera ku mundur dalam kebingungan dan tersinggung.

“Ayuk aku koh tuli dan bisu Buk” terang  Eni tanggab karena melihat kebingungan ku.

“Astagfirullah, aku telah berpikiran buruk” bisikku dalam hati. Dan aku bertambah bingung dengan keterangan yang baru saja aku dapatkan. Pasien ini bisu dan tuli? Pantas saja dia tidak menuruti perintahku. Ini pertama kalinya aku menangani pasien disabilitas. Bagaimana ini? Ketakutanku berkali lipat dari sebelumnya.

Judul: Hamari Adhuri Kahani Kisah Kita Yang Belum Tuntas

Penulis: Umi Yesi

Harga jual Rp.66.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)

Sinopsis

Aku terpana, terkejut luar biasa. Mas Andre!!, lelaki itu hadir tepat didepanku. Hatiku berdegub kencang, keseimbanganku goyah. Namun kaki tak mampu bergerak melangkah. Diam seribu bahasa di depan pintu kantor kakakku.

Lelaki berbaju batik biru tersebut berdiri dan mendekat kearah pintu. Matanya tajam seolah membiusku. Sekilas tampak siluet tajam golok perantara berkelebat dianganku. Mengores luka persis menuju jantungku. Aku hendak lari, namun mata kakakku memandang ekspresiku penuh tanda tanya. Mengurungkan langkah kaki yang hendak menghindar pergi.

Langkahnya semakin dekat, hingga persis berdiri sejajar didepanku. Buru-buru aku tundukkan pandangan. Tak mampu menatap matanya yang tajam dan garang. Dia menutup kedua tangannya di dada dan sedikit membungkukkan badan. Sayup-sayup aku mendengar dia berkata, “Kisah kita belum tuntas Hanum!” Hamari Adhuri Kahani.

Judul: Tak Cukup dengan Mimpi

Penulis: Umi Yesi

ISBN : 978-602-53476-0-3

Harga jual Rp.60.000,- Via Wa 0852-6788-7453 (Hasil penjualan disumbangkan untuk biaya operasional pendidikan Pekerja Anak yang sekolah Paket A/B/C di PKBM Az zahra Kepahiang)

Sinopsis:

Tak Cukup dengan Mimpi adalah kumpulan kisah inspiratif peserta didik yang mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan (Paket A, Paket B, Paket C) dan perjuangan para tutor dalam pengabdiannya di PKBM Az Zahra Kepahiang, Bengkulu.

Buku ini akan menjadi kenangan dan karya nyata pelaksanaan program peningkatan minat baca, seni dan budaya. Upaya kami dalam menyampaikan pesan lewat buku dan tulisan serta mendukung gerakan literasi di Indonesia.