Az Zahra Kepahiang
Penutup yang Berkesan: Menemukan Permata di PAUD Al Fattah Karang Endah
Penutup yang Berkesan: Menemukan Permata di PAUD Al Fattah Karang Endah
KEPAHIANG (12/2/2026) – Perjalanan panjang Roadshow Jemput Bintang dalam rangka Milad ke-23 Yayasan Az Zahra Kepahiang akhirnya mencapai titik puncaknya.
Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah PAUD Al Fattah, yang terletak di Desa Karang Endah, Kecamatan Kepahiang. Meski secara administratif berada di kecamatan pusat, perjalanan menuju PAUD ini memberikan cerita tersendiri.
Menembus Keterbatasan Akses
Akses menuju PAUD Al Fattah bukanlah tanpa tantangan. Tim harus melewati jalanan yang sempit dan berlubang untuk mencapai lokasi yang berada di bagian belakang desa.
Namun, hambatan infrastruktur tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat Umi Yesi dan rombongan. Rasa lelah di perjalanan seketika sirna saat disambut oleh udara pegunungan yang sejuk dan senyum ramah penduduk desa yang sangat terbuka menerima kehadiran tim yayasan.
Kemandirian di Balik Kesederhanaan
Kesan mendalam tercipta saat acara dimulai. Umi Yesi mengaku merasa sangat bangga dan kagum melihat karakter anak-anak di PAUD Al Fattah. Di balik lokasi yang tersembunyi, ternyata tersimpan permata-permata yang bersinar.
Anak-anak didik di sana tampil dengan penuh rasa percaya diri. Tanpa rasa ragu, mereka melantunkan hafalan surat-surat pendek dengan lancar dan mandiri. Pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas karakter anak tidak ditentukan oleh kemudahan akses jalan, melainkan oleh ketulusan bimbingan para guru dan dukungan orang tua.
Simpul Penutup Roadshow Jemput Bintang
Kunjungan ke PAUD Al Fattah ini menjadi simpul penutup dari seluruh rangkaian roadshow yang telah menjelajahi berbagai pelosok desa di Kabupaten Kepahiang.
”Melihat kemandirian anak-anak di sini adalah kebahagiaan yang luar biasa. Ini adalah kesan mendalam yang saya bawa pulang sebagai penutup Roadshow Jemput Bintang. Terima kasih warga Karang Endah atas keramahannya,” ungkap Umi Yesi dengan haru.
Dengan berakhirnya kunjungan di Karang Endah, Yayasan Az Zahra Kepahiang kini bersiap menuju acara puncak perayaan HUT ke-23, di mana para “Bintang” yang telah ditemukan di sepanjang perjalanan ini akan mendapatkan apresiasi terbaik mereka.
Jemput Bintang di “Rumah Sendiri”: TK At-Thoriq Padang Lekat
Jemput Bintang di “Rumah Sendiri”: TK At-Thoriq Padang Lekat
KEPAHIANG (7/2/2026) – Agenda Roadshow Jemput Bintang dalam rangka Milad ke-23 Yayasan Az Zahra Kepahiang kini sampai di titik yang sangat istimewa, yakni TK At-Thoriq. Berlokasi langsung di Sekretariat Yayasan Az Zahra, Kelurahan Padang Lekat, kunjungan ini tetap berlangsung penuh kehangatan meski berada di pusat aktivitas utama yayasan.
Keberagaman Peserta: Dari PAUD hingga Paket A
Ada pemandangan yang berbeda pada kunjungan kali ini. Tidak hanya diikuti oleh anak-anak usia dini, paparan “Jemput Bintang” yang disampaikan oleh Umi Yesi juga didengarkan dengan antusias oleh para peserta didik program Paket A. Kehadiran mereka menambah warna dalam diskusi mengenai pentingnya pendidikan berkelanjutan dan pembentukan karakter di setiap jenjang usia.
Tiga Kategori Bintang: Menuju Puncak Apresiasi
Dalam kesempatan ini, Umi Yesi secara mendalam memaparkan mekanisme pemberian apresiasi yang menjadi magnet utama Roadshow tahun ini. Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan ketulusan di dunia pendidikan, Yayasan Az Zahra bersama Travel Haqqtour telah menyiapkan Voucher Umrah yang akan diberikan pada puncak peringatan HUT ke-23 nanti.
Apresiasi tersebut terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu:
- Bintang Dedikasi: Diberikan kepada Guru atau Kepala Sekolah yang telah mengabdikan diri dengan tulus demi kemajuan pendidikan anak bangsa.
- Bintang Inspirasi: Diberikan kepada orang tua wali murid yang mampu menjadi teladan dalam pola asuh dan keterlibatan aktif di sekolah.
- Bintang Harapan: Diberikan kepada anak didik yang menunjukkan semangat belajar dan potensi karakter yang membanggakan.
Pesan Umi Yesi: Semua Adalah Bintang
Dalam arahannya, Umi Yesi menekankan bahwa setiap elemen dalam ekosistem pendidikan memiliki peran krusial.
”Dekat atau jauh lokasi sekolahnya, misi kami tetap sama: memastikan setiap perjuangan dihargai. Baik itu guru yang berdedikasi, orang tua yang menginspirasi, maupun anak yang penuh harapan, mereka semua adalah bintang yang harus kita jaga cahayanya,” ujar Umi Yesi.
Antusiasme peserta di TK At-Thoriq ini menjadi penanda bahwa semangat Milad ke-23 kian memuncak. Yayasan Az Zahra berkomitmen untuk terus menjadi wadah yang memanusiakan manusia melalui apresiasi-apresiasi yang menyentuh spiritualitas, seperti keberangkatan ke tanah suci.
Jemput Bintang di Bukit Menyan: Saat Keramahan Warga dan Komitmen Gizi Bertemu
Jemput Bintang di Bukit Menyan: Saat Keramahan Warga dan Komitmen Gizi Bertemu
BERMANI ILIR (6/2/2026) – Perjalanan Roadshow Jemput Bintang dalam rangka Milad ke-23 Yayasan Az Zahra Kepahiang terus berlanjut. Kali ini, langkah kami tertuju pada titik terjauh di Kecamatan Bermani Ilir: Desa Bukit Menyan. Meski berada di “ujung” kecamatan, kehangatan yang kami temukan di PAUD Mutiara Kasih justru terasa sangat dekat di hati.
Keindahan Alam dan Kekuatan Gotong Royong
Perjalanan jauh menuju Bukit Menyan terasa singkat karena mata dimanjakan oleh pemandangan alam yang asri di sepanjang jalan. Setibanya di sana, suasana sejuk desa menyambut rombongan Umi Yesi, yang kali ini hadir didampingi oleh Ibu Mulyanti (Ketua IGTKI Kabupaten Kepahiang) dan Ibu Titi Sarimanah (Owner Travel Umrah Haqqtour).
Keberlanjutan PAUD Mutiara Kasih yang berdiri sejak 2014 ini adalah bukti nyata sinergi yang sehat. Dukungan penuh dari Kepala Desa setempat dan besarnya kepercayaan masyarakat menjadi pondasi kuat bagi lembaga ini untuk terus mencetak generasi unggul meski berada di wilayah terpencil.
Kejutan “Bintang Inspirasi”: Sekolah Tanpa Mie Instan
Salah satu misi utama gerakan Jemput Bintang adalah mengedukasi orang tua tentang pentingnya asupan gizi yang benar, terutama dengan menghindari bekal mie instan yang terus-menerus. Di Bukit Menyan, Umi Yesi mendapatkan kejutan yang luar biasa.
Dalam sesi sosialisasi, ditemukan seorang ibu yang dengan konsisten tidak pernah memberikan bekal mie instan kepada anaknya. Hal ini menjadi bukti bahwa kesadaran akan kesehatan anak telah tumbuh subur di desa ini.
“Ini adalah ‘Bintang Inspirasi’ yang sesungguhnya. Memberikan makanan bergizi bukan soal kemewahan, tapi soal kasih sayang dan kepedulian orang tua terhadap masa depan otak dan tubuh anak,” ujar Umi Yesi dengan penuh apresiasi.
Kedekatan yang Tanpa Sekat
Keramahan masyarakat Bukit Menyan membuat rombongan merasa bukan seperti tamu, melainkan bagian dari keluarga besar. Kedekatan tanpa sekat ini menjadi energi tambahan bagi Yayasan Az Zahra untuk memastikan bahwa anak-anak di desa paling pojok sekalipun tetap mendapatkan perhatian pendidikan dan kesehatan yang sama baiknya dengan di kota.


