"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Az Zahra Kepahiang

Tugasku…Menghebatkanmu!

“Tugasku..Menghebatkanmu!” Ujar Umi Yesi di depan panitia dan peserta yang sedang mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Batik Tulis. Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang itu mempraktekkan ilmu pemberdayaan yang sebenarnya, yakni memberi kesempatan kepada timnya untuk berlatih sesuai peran masing-masing. Menurut beliau kata pemberdayaan terkait dengan penggalian dan pengembangan potensi pada diri sendiri.

Mengutip kalimat Kartasasmita ( 1996) mengatakan bahwa : “Setiap manusia dan masyarakat memiliki potensi yang dapat dikembangkan, sehingga pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu dengan mendorong, memberikan motivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta untuk mengembangkannya “.

Oleh karena itu Umi Yesi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepahiang membagi tips serta menugaskan para tutornya untuk melakukan berbagai peran dalam kegiatan tersebut, antara lain:

  1. Sri Wanti, S.Pd dan Yesti Depika, S.Pd.I sebagai Penyambut/penerima Tamu.

Penerima tamu adalah orang-orang yang bertugas menerima, melayani dan membantu kebutuhan tamu diruang depan suatu acara. Biasanya tipe karakter penerima tamu yang dipilih ini adalah orang-orang yang memiliki penampilan menarik, ramah, dinamis, tanggap, bisa melayani tamu dan cerdas. Kesan seorang penerima tamu memiliki arti penting dalam berjalannya suatu acara.

 

Seorang penerima tamu memiliki tugas sebagai berikut :

  1. Menyambut tamu dengan ramah. Suara ketus akan membuat tamu tidak memiliki respek pertama untuk mengikuti acara. Bahkan seringkali karena penerimaan seorang penerima tamu yang kurang nyaman bisa membuat tamu undangan batal mengikuti acara tersebut.
  2. Menyediakan buku tamu. Bisa masih kosong, dan juga berisi nama-nama undangan acara yang telah disusun sedemikian rupa.
  3. Menjawab pertanyaan tamu dengan menyediakan informasi terkait acara tersebut. Penerima tamu harus memahami dengan betul tentang acara yang dilangsungkan hingga mampu memberikan informasi dengan benar yang tidak membingungkan tamu undangan.
  4. Menghitung jumlah tamu undangan yang telah masuk sesuai buku tamu dan melaporkannya kepada ketua panitia acara. Sehingga membantu ketua panitia acara mengetahui siapa tamu yang ternyata hadir dalam acara tersebut. Jika tamu penting yang diharapkan tidak datang, terkadang harus mengatur ulang susunan acara yang terkait tamu penting tersebut.
  5. Memberi bantuan bagi tamu undangan terkait acara tersebut. Biasanya banyak kebingungan dari tamu undangan tentang arah tempat duduk, kamar kecil atau pun kebutuan kecil seperti kertas atau pena yang dibutuhkan seorang tamu.
  6. Mengamati dan melaporkan kepada ketua panitia acara bila mendapati adanya sesuatu yang mengganggu yang melibatkan para tamu undangan.
  7. Memberi citra dan image yang baik tentang acara dan penyelenggara.
  8. Menyiapkan keperluan acara yang berhubungan dengan penerima tamu, seperti: makalah, selebaran, konsumsi, snack atau pun buah tangan (souvenir).

Tugas penerima tamu disebuah acara terlihat mudah, namun memiliki tanggung jawab sama dengan panitia yang memiliki tugas lain, yaitu ikut mensukseskan acara tersebut agar berjalan lancar dari awal sampai akhir acara.

 

  1. Imelda Andriani dan Titin Sumarni sebagai Pembawa Acara (MC)

Peran MC yaitu memfasilitasi acara dan memastikannya terlaksana tanpa hambatan. Peran penting MC diringkas dalam istilah TIM, yakni Time, Introducer, dan Mood Setter.

  1. Time – MC adalah “raja program” (the king of the programme). MC bertanggung jawab atas waktu dan urutan acara. Kendali acara di tangan MC. MC bertanggung jawab untuk memastikan acara dimulai dan diakhiri tepat waktu.
  2. Introducer – MC mengenal pembicara, pengisi acara, lebih dari audiens. Sukses sebuah acara sangat ditentukan oleh pengenalan audiens terhadap pengisi acara –kredibilitas, latar belakang, dan kualitasnya. Latar belakang pengetahuan (background knowledge) ini sangat penting dalam membangun kredibilitas dan hubungan antara pengisi acara dan audiens. Karenanya, kenali pengisi acara dan kenalkan sebaik mungkin agar audiens mengapresiasinya.
  3. Mood Setter – MC adalah pemimpin audiens. MC memberikan “komando” tepuk tangan dan apresiasi kepada pengisi acara. MC menjadi pemandu audiens, pembangkit antusiasme. Jika MC melakukannya dengan baik, maka audiens akan mengikuti “komando” untuk bereaksi dan menilai pengisi acara.

  1. Irawan, S.Pd dan Kms Fahrudin, S.Pd sebagai Moderator

Moderator adalah seseorang yang dipercaya untuk mengendalikan dan mengarahkan jalannya suatu kegiatan pembahasan dengan beberapa narasumber sekaligus. Atau biasanya berada di acara presentasi yang melibatkan lebih dari 1 narasumber sekaligus (kadang ada juga yang 1 narasumber dengan 1 moderator). Moderator ternyata sangat penting berperan dan oleh karenanya patut kita telusuri karakteristik moderator yang mumpuni agar segalanya dapat berjalan dengan lancar.

 

Moderator berfungsi untuk memoderasi yang berarti memandu, mengatur, bahkan menengahi apabila terjadi adanya konflik dalam berkomunikasi. Seorang moderator akan memegang kartu kunci untuk keseluruhan topik yang akan dibahas. Sehingga, konteks pembicaraan yang dibahas antar para narasumber tidak menyebar ke jalur lain.

Selain itu, moderator juga berperan dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya dinilai wajib untuk ditanyakan ke narasumber agar informasi/pengetahuan yang disampaikan dapat lebih lengkap. Dan tentunya tidak jarang moderator juga sangat berperan dalam membuat suasana sesi presentasi menjadi semakin ‘hidup’ dengan konsep wawancara tanya jawab yang alami.

 

  1. Resi Oktiani, S.Pd dan Eni Lastari sebagai Narasumber

Narasumber adalah istilah umum yang merujuk kepada seseorang, baik mewakili pribadi maupun suatu lembaga, yang memberikan atau mengetahui secara jelas tentang suatu informasi, atau menjadi sumber informasi untuk kepentingan pemberitaan di media massa. Biasanya, informasi yang didapat dari narasumber diperoleh melalui wawancara dengan memintakan pendapatnya mengenai suatu masalah atau isu yang sedang berkembang. Selain itu, narasumber juga diperlukan untuk mendukung suatu penelitian.

Syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang narasumber agar dalam proses penyampaian materi menjadi optimal ialah:

  1. Pemahaman tentang materi yang akan disampaikan.
  2. Metode pengajaran yang menarik.
  3. Pemanfaatan kemajuan teknologi.
  4. Disiplin waktu dan menghargai moderator.
  5. Dan Interaktif.

 

Itulah peran-peran tambahan yang dilakoni tutor-tutor di az zahra. Mereka adalah pribadi yang gemar belajar, berani mencoba, percaya diri, disiplin dan senang berbagi ilmu pada sesama. Senantiasa menebar manfaat dimanapun dan kapanpun.

Akhirnya……………..

Hari ini, ada banyak nama yang berada di depan. Mereka bicara, bercerita, ceramah dan berbagi kisah. Hari ini aku dibelakang layar, menonton anak-anak muda yang belajar menghebatkan dirinya

Ada yang menjadi penyambut tamu, Ada yang menjadi pembawa acara 

Ada yang memimpin doa, Ada yang menjadi moderator

Ada juga yang menjadi narasumber,  serta pengambil gambar agar kegiatan dapat terdokumentasikan dengan baik

Aku duduk, diam, mendengar dan memperhatikan. Lalu aku berkesimpulan, menjadi hebat itu jika melihat orang lain mampu melebihi dirinya dalam berkarya dan berusaha.

Pemimpin yang baik adalah yang dapat melahirkan pemimpin-pemimpin baru melebihi dirinya. Tugasku…menghebatkanmu!

 

Batik Tulis, Kolaborasi Az Zahra dengan LKP Sumber Hayati

PKBM Az Zahra Kepahiang bekerjasama dengan LKP Sumber Hayati melaksanakan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dengan jenis keterampilan Batik Tulis. Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Ibu Neti Herawati, S.Sos Wakil Bupati Kepahiang, Dr. Hartono, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Erlan Kanedi, SE Kabid Destinasi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kab. Kepahiang, Su’urdi Camat Kabawetan dan Hartono Kepala Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan.

 

Nurhayati, S.Hut Ketua LKP Sumber Hayati menyampaikan bahwa berdasarkan etimologi dan terminologinya,   batik merupakan rangkaian kata mbat dan tik. Mbat dalam bahasa Jawa diartikan  sebagai  ngembat atau berarti melempar berkali-kali. Sedangkan tik berasal dari kata titik. Jadi, membatik berarti melempar titik-titik berkali-kali pada kain. Sehingga akhirnya bentuk-bentuk titik tersebut menjadi garis. “Di Bengkulu dikenal batik besurek dan di Kepahiang kita juga memiliki batik khas tersendiri yang bernama Batik Dewo”

 

Erlan Kanedi, SE Kabid Destinasi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kab. Kepahiang menyampaikan bahwa peluang Batik Diwo sangat besar ke depan. Kementerian Perindustrian mencatat ekspor dari industri batik sepanjang semester  I 2019 mencapai US$ 17,99 juta atau sekitar Rp 253 miliar. Sepanjang tahun lalu, ekspor batik mencapai US$ 52,4 juta atau sekitar Rp 747 miliar. Ekspor batik telah menembus sejumlah negara tujuan utama seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

“Saat ini Kepahiang sedang mewajibkan seluruh ASN mengunakan Batik Diwo sebagai seragam di hari Kamis, ke depan batik tulis ini akan dicari dan sangat dibutuhkan. Maka berbahagialah ibu-ibu sudah mempunyai komunitas membatik di Desa Sidorejo ini”

 

Akhirnya, PKBM Az Zahra Kepahiang dan LKP Sumber Hayati berkomitmen akan menjadikan Batik Diwo sebagai keterampilan wirausaha perempuan sekaligus sebagai penunjang Destinasi Wisata Mountain Valley di Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan.

 

  

Wakil Bupati: Kewirausahaan Batik Diwo Menjadikan Perempuan Berdaya

Neti Herawati, S.Sos Wakil Bupati Kepahiang membuka kegiatan Sosialisasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang diselenggarakan PKBM Az zahra Kepahiang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada satuan kerja Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUD dan DIKMAS Tahun Anggaran 2019.

Bunda Netti, (panggilan akrab beliau) menyampaikan bahwa tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak masih sangat tinggi di Kepahiang, sehingga perlu adanya upaya agar perempuan berdaya. Perempuan berdaya artinya adalah perempuan yang mempunyai kemampuan, baik dari segi ilmu pengetahuan maupun segi keterampilan atau wirausaha. Kewirausahaan Batik Diwo dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ekonomi keluarga sehingga perempuan memiliki pendapatan. Dapat membantu meringankan beban keuangan rumah tangga.

 

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Dr. Hartono, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Erlan Kanedi, SE Kabid Destinasi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kab. Kepahiang, Su’urdi Camat Kabawetan dan Hartono Kepala Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang menyambut baik gebrakan yang dilakukan oleh PKBM Az Zahra Kepahiang dalam memberdayakan masyarakat terutama perempuan melalui Batik Tulis. Batik Diwo adalah warisan leluhur Kepahiang yang hampir punah. Maka perlu kita hidupkan kembali. Kita bisa mencontoh Kota Solo yang sangat terkenal dengan batiknya. Harapannya ke depan ada kampung batik yang menjadi daya tarik wisatawan  dalam dan luar negeri untuk datang ke Kepahiang.

 

Menyikapi curhat Umi Yesi berkenaan adanya perubahan nomenklatur bagi lembaga Pendidikan Nonformal, dimana sebelumnya dibawah naungan Direktorat PAUD dan Dikmas berubah dan melebur menjadi Direktorat PAUD dikdasmen, beliau meyakinkan bahwa program pendidikan masyarakat seperti ini tidak akan dihilangkan, justru akan semakin diperkuat dan di dukung dengan pendanaan serta sarana dan prasarana yang memadai.

“Jangan khawatir Umi Yesi,… Pemerintah Daerah dan saya pribadi sudah mengakui kinerja tim Az Zahra dalam melakukan pendidikan masyarakat marginal di Kepahiang ini. Kami akan rugi jika az Zahra tidak melakukan aksi-aksi dan praktik baik seperti ini lagi. Sebab tidak banyak lembaga yang mau dan mampu mengelola masyarakat dengan baik seperti yang Umi dkk lakukan melalui PKBM ini. Jadi Teruslah berkarya….kami siap mendukung” pesan beliau mengakhiri sambutannya.

Kamipun bertepuk tangan dan berterimakasih atas support dan pengakuan ini. Semoga di tahun 2020 nanti akan lebih baik dalam layanan kepada masyarakat dan manajemen lembaga nonformal yang semakin mumpuni.

Selamat membatik….selamat berkarya…!

Doakan Az Zahra tetap ada untuk mendampingi dan melayani perempuan serta anak yang bermasalah di Kabupaten Kepahiang yang kita cintai ini. Aamiin   

 

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang