"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Slamet Imam: Peran Komunitas dalam Sastra Rejang

Slamet Imam: Peran Komunitas dalam Sastra Rejang

Kepahiang, 26/9/2025 –  Slamet Imam Wakhyudin, seorang narasumber dalam Lokakarya (Workshop) Rampai Sastra Rejang dengan Aksara Ulu, mengetengahkan sebuah materi krusial mengenai “Peluang Komunitas dalam Melestarikan Sastra Daerah”.

Beliau menyoroti bahwa sastra daerah adalah sebuah warisan budaya yang tak ternilai, mengandung jejak sejarah dan kearifan lokal yang terancam oleh perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi. Tanpa adanya upaya pelestarian yang terstruktur, kekayaan sastra ini berisiko terpinggirkan dan akhirnya terlupakan oleh generasi penerus.

Dalam paparannya, Slamet Imam Wakhyudin menekankan bahwa komunitas memegang peranan strategis sebagai motor penggerak utama dalam upaya pelestarian ini. Komunitas sastra, menurutnya, dapat menjadi wadah bagi para pegiat budaya, sastrawan, dan generasi muda untuk berkumpul, belajar, dan berkarya. Melalui kegiatan-kegiatan kreatif seperti workshop penulisan, festival sastra, dan digitalisasi naskah kuno, komunitas mampu menumbuhkan kembali rasa cinta dan kepemilikan terhadap sastra daerah.

Salah satu potensi besar yang dapat digali dan dikembangkan oleh komunitas adalah khazanah sejarah lokal, seperti sejarah Rejang Empat Petulai. Beliau secara spesifik menunjuk pada periode antara tahun 1331 hingga 1364 sebagai masa yang kaya akan nilai-nilai historis dan budaya yang dapat diangkat kembali.

Dengan meneliti dan menarasikan ulang kisah-kisah dari masa tersebut, komunitas tidak hanya melestarikan cerita, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Melalui pendekatan ini, pelestarian sastra daerah tidak lagi menjadi sekadar upaya akademis yang kaku, melainkan sebuah gerakan budaya yang hidup dan berakar di tengah masyarakat. Dengan memberdayakan komunitas dan mengangkat kembali kekayaan sejarah seperti Rejang Empat Petulai, Slamet Imam Wakhyudin optimis bahwa sastra daerah dapat terus bertahan dan bahkan berkembang di tengah tantangan zaman, menjadi sumber inspirasi dan identitas bagi masyarakat Rejang di masa kini dan mendatang.

Lokakarya ini dilaksanakan oleh Komsas Yayasan Az Zahra Kepahiang kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen dalam rangka Fasilitasi dan Apresiasi Komunitas Sastra tahun 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + 11 =

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang