"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

TAK DAPAT IZIN CUTI, NEKAT UNBK PAKET B

Namanya Syafriadi, lahir di Jawa Tengah, 7 Juli 1982 (36 tahun). Dia merantau dari pulau Jawa ke pulau Sumatera dan bekerja di Pasma Air Keruh, Sumatera Selatan, sebagai petugas teknisi PLN Tebing Tinggi. Setahun yang lalu dia datang ke Az Zahra untuk mendaftar sebagai peserta didik paket B setara SMP. Apa motivasinya ikut program pendidikan paket B?.

 “Dulu, saya nggak kepikiran mau bersekolah tinggi, karena orang tua tidak ada biaya. Saya hanya tamat SD dan pernah sekolah SMP namun berhenti dan memutuskan untuk bekerja. Beberapa tahun ini, saya sering ikut bantu bantu masang listrik di rumah warga. Karena sering membantu, maka saya terdaftar sebagai tenaga kontrak di PLN. Gajinya lumayan untuk memenuhi kebutuhan saya sekeluarga. Namun tahun ini ada peraturan baru di perusahaan, yakni karyawan minimal memiliki ijazah SMA/sederajat. Awalnya saya pasrah, dan mau mengundurkan diri saja. Namun atasan saya masih mau mempertahankan, alasannya karena saya sudah terlatih dan mandiri dalam hal pekerjaan pemasangan listrik. Tenaga kontrak yang baru masih muda muda dan masih perlu banyak belajar. Jadi…saya di sarankan ikut sekolah paket, saya memilih sekolah di az Zahra karena banyak yang bilang sekolahnya bagus dan gurunya pintar pintar. Saya mau ketularan pintarnya..”  seloroh pak syafriadi sambil tersenyum.

Hari ini, pak Syafriadi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) paket B di SMAN 1 Kepahiang. UNBK sudah dilaksanakan mulai hari Jum’at sampai Minggu, 4 s/d 6 Mei 2018. Hari pertama bidang study Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan; hari kedua bidang study Matematika dan Ilmu Pengetahuan Sosial; Hari ketiga bidang study Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam. Jumlah peserta yang mengikuti UNBK tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 22 orang, rata rata adalah peserta reguler yaitu anak usia sekolah yang kembali bersekolah, dampak dari penelusuran ATS yang di lakukan oleh tim pendataan ATS tahun 2017.

Bapak 3 orang ini mengaku senang bisa sekolah di az Zahra. Meski ada sedikit halangan saat mengikuti UNBK beberapa hari ini. Halangan nya adalah saat dia tidak mendapat izin cuti untuk mengikuti UNBK tersebut.

“Untuk mengikuti ujian nasional ini saya tidak mendapat cuti dari kantor. Hanya saya di izinkan mengambil shif jaga di malam hari. Jadi saya harus bolak balik dari Pasma ke Kepahiang untuk ikut ujian. Saya berangkat subuh dengan mencarter mobil travel di pagi hari supaya tidak terlambat. Ongkosnya 300 ribu. Lalu pulangnya baru saya naik mobil umum. Jadi saya harus berkejaran dengan waktu. Sambil jaga malam, saya sempatkan belajar untuk menghadapi ujian esok harinya. Saya belajar dari kisi kisi soal yang diberikan tutor di az Zahra”. Ujar nya dengan mata yang berbinar binar penuh semangat.

“Saya senang dan merasa bersemangat ikut ujian ini. Alhamdulillah ini hari terakhir, saya berharap dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Ini harapan bapak Syafriadi di hari terakhir UNBK paket B hari ini.

Kami salut dan bangga dengan perjuangan beliau yang benar benar serius menuntut ilmu, pantang menyerah dengan keadaan yang sedang menimpanya. Semoga akan lahir pak syafriadi yang lainnya nanti, agar tak ada lagi anak putus sekolah. Dan tak ada lagi halangan dalam pekerjaan ketika ijazah sudah ada di gengaman. Tetap optimis dan semangat ya pak…!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + 20 =