"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

PKBM Az zahra Kepahiang

Slamet Imam: Perempuan Sekarang dan Perempuan Masa Kelam

Slamet Imam Wakhyudin, Sahabat ZCD Baznas RI menjadi narasumber dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P) yang diadakan oleh PKBM Az Zahra Kepahiang, 18 September 2020.

Sekarang, perempuan dimuliakan. Ketika Islam datang, ia mengangkat derajat perempuan dan mengembalikannya kepada keadaannya sebagai manusia yang layak. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian menjadi pria dan wanita.” (QS. Al Hujurat:13). Di sini Allah Subhaanahu Wata’ala menyebutkan bahwa wanita adalah sekutu pria dalam status kemanusiaan.

Islam telah menjamin kemerdekaan kaum perempuan dalam kepribadiannya dan menjadikan mereka sebagai pewaris, bukan barang yang diwarisi.

Beliau juga menyampaikan bahwa perempuan dimasa kelam sangat tragis nasibnya. Contoh peradaban Yunani, pada 2000-1450 SM perempuan merupakan alat pemenuhan naluri seks laki-laki. Mereka diberi kebebasan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dan selera tersebut, dan para perempuan dipuja untuk itu. Patung-patung telanjang yang terlihat dewasa ini di Eropa adalah bukti dan sisa pandangan itu.

Peradaban Romawi 750 SM menjadikan perempuan sepenuhnya berada di bawah kekuasaan ayahnya. Setelah kawin, kekuasaan pindah ke tangan suami. Kekuasaan ini mencakup kewenangan menjual, mengusir, menganiaya, dan membunuh. Ini berlangsung hingga Abad ke-5 Masehi. Segala hasil usaha perempuan menjadi milik keluarganya yang laki-laki.

Peradaban Hindu dan Cina tidak lebih baik dari yang lain. Hak hidup bagi seorang perempuan yang bersuami harus berakhir pada saat kematian suaminya. Istri harus dibakar hidup-hidup pada saat mayat suaminya dibakar. Tradisi ini baru berakhir pada Abad ke-17 Masehi.

Peradaban Arab jahiliyah dengan peradaban kuno lain dalam memperlakukan Perempuan. Ketika anak perempuan lahir maka keluarga akan merasa menanggung aib yang memalukan. Sehingga anak perempuan harus dikubur hidup-hidup. Jika tidak dikubur pun Perempuan akan dipelihara namun diperlakukan secara tidak manusiawi.

Nah, beruntunglah anda menjadi perempuan dimasa sekarang. Maka, ikuti kegiatan PKH P ini sampai akhir sehingga tercipta perempuan yang berkualitas, pesan Pak Slamet Imam mengakhiri materinya hari ini.

Efie Hidayatullah: Perempuan Harus Ikuti Perkembangan Zaman

EFIE MUHAFILAH HIDAYATULLAH, isteri Bupati Kepahiang Dr.Ir Hidayatullah Syahid, M.M.IPU hadiri Pembukaan Kegiatan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P) di Aula PKBM Az zahra Kepahiang, Jumat, 18 September 2020.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perempuan harus ikuti perkembangan zaman, terutama di masa serba online saat ini. Perempuan harus membentuk komunitas, bekerjasama dan giat belajar agar tak ketinggalan informasi.

Pemberdayaan perempuan dalam bentuk program peningkatan kualitas hidup perempuan seperti ini harus sering dan rutin dilaksanakan, terutama perempuan di pedesaan.

“Saya salut dan bangga dengan PKBM Az zahra Kepahiang ini, mereka sudah membantu pemerintah dalam hal peningkatan SDM Perempuan. Kegiatan seperti ini akan saya dukung penuh selaku Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten. Hasil keterampilannya nanti dapat kita bantu pasarkan dan mengisi Stand HUT Kabupaten Kepahiang bulan Januari yang akan datang”

Kegiatan PKH-P hari ini dibuka oleh Wakil Bupati Kepahiang yang diwakili oleh Pak Burlian, SE. Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra. Dan dihadiri Ibu Suryani, M.Pd. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Dikbud Kab Kepahiang, Ibu Sri Kurniaty Kabid Pemberdayaan Perempuan DPKBP3A Kab Kepahiang dan Pengurus Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepahiang.

Pembukaan Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH P) di Kepahiang

Kepahiang, 18 September 2020, bertempat di Aula PKBM Az zahra Kepahiang hadir puluhan perempuan yang akan menjadi peserta Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH P) tahun 2020.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Kepahiang yang diwakili Pak Burlian, SE Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra. Hadir juga Ibu Efie Hidayatullah Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Kepahiang, Bu Suryani, M, Pd Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Dikbud Kab Kepahiang, Bu Sri Kurniati Kabid Pemberdayaan Perempuan DPKBP3A Kab Kepahiang dan Bu Mulyanti Wakil Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI).

Umi Yesi, Ketua PKBM Az zahra Kepahiang menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 25 perempuan Kepahiang dengan jenis keterampilan pernak-pernik souvenir pernikahan. Kegiatan didanai oleh Kemdikbud dan bekerjasama dengan Industri Kecil Menengah (IKM) Sumber Hayati dan Rumah Kreatif BUMN Kepahiang.

Perempuan tidak dilarang untuk berkembang, di Kepahiang sudah banyak bidang-bidang yang dikuasai perempuan. Contohnya Wakil Bupati, Asisten, Kepala Dinas hingga Kepala Desa perempuan. Emansipasi perempuan di Kepahiang mulai berkembang.

Meski demikian, tingkat kekerasan terhadap perempuan di Kepahiang cukup tinggi. Maka perlu wadah bagi perempuan berkumpul untuk saling belajar dan saling mendukung terutama untuk menopang ekonomi keluarga. Kegiatan seperti PKH P ini sangat baik dan ikut membantu pembangunan SDM terutama perempuan di Kepahiang. Maka ikuti kegiatan ini sampai selesai dan buktikan bahwa perempuan Kepahiang berkualitas, pesan Pak Burlian dalam kata sambutannya.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang