PKBM Az zahra Kepahiang
Mimpi Harus Ditulis, Menjadi Doa dan Penuntun Kehidupan
Mimpi Harus Ditulis, Menjadi Doa dan Penuntun KehidupanĀ
Kabawetan, 30/10/2025- Kelas Menulis ini menghadirkan narasumber inspiratif, Umi Yesi. Dengan penuh semangat, Umi Yesi menyampaikan pesan kunci yang sangat berharga bagi para peserta didik:
𬠓Semua orang berhak punya mimpi. Tapi, mimpi itu wajib di tulis agar menjadi doa dan menjadi penuntun kehidupan.”
Pesan ini menjadi pengingat yang kuat, bahwa mimpi tidak boleh hanya berhenti di angan-angan. Ia harus diabadikan, ditransformasikan menjadi kata-kata, yang lantas berfungsi ganda: sebagai doa yang dipanjatkan dan sebagai penuntun yang jelas untuk langkah hidup sehari-hari.
Para siswa-siswi Paket B dan C Program Desa Setara pun diajak untuk merenungkan, memvisualisasikan, dan kemudian menuangkan semua cita-cita terbesar mereka ke dalam tulisan. Setiap coretan pena di atas kertas bukan sekadar rangkaian kata, melainkan janji diri dan peta jalan menuju masa depan yang mereka impikan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi dan menulis para peserta, tetapi yang lebih penting, menanamkan keyakinan bahwa dengan menuliskan mimpi, mereka telah mengambil langkah pertama dan terpenting untuk bergerak maju.
Mereka diajarkan bahwa untuk meraih cita-cita, bermimpi saja tidaklah cukup, melainkan harus diikuti dengan aksi nyata, yang dimulai dari komitmen untuk menuliskannya.
Kelas Menulis hari ini di Desa Sidorejo menjadi bukti nyata bahwa Program Desa Setara benar-benar menciptakan kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk membangun kembali impian mereka melalui pendidikan dan literasi, dengan harapan agar kelak, mimpi yang tertulis itu benar-benar menjadi kenyataan.
Kita nantikan kisah dan mimpi anak desa ini di buku yang akan kami cetak dan terbitkan oleh TBM Cahaya Kepahiang dan Penerbit Yayasan Az Zahra Kepahiang
Desa Setara Bayung: Ketika Jalan Raya Menjadi Ruang Kelas OnlineĀ
Ketika Jalan Raya Menjadi Ruang Kelas Online
Seberang Musi, 29/9/2025- Program Desa setara Desa Bayung, pemandangan yang kontras sekaligus menyentuh tersaji ketika tatap muka hari ini.
Peserta didik program kesetaraan Paket B dan C dari program Desa Setara berkumpul, bukan di dalam ruangan yang nyaman, melainkan di tepian jalan raya yang ramai. Di bawah bimbingan tutor yang setia mendampingi, mereka menatap layar gawai masing-masing, berusaha keras menyerap materi pelajaran secara daring.
Inilah potret perjuangan pendidikan di era digital, di mana semangat untuk belajar harus beradu kuat dengan kenyataan pahit keterbatasan infrastruktur. Aplikasi belajar yang seharusnya menjadi jembatan ilmu justru terhalang oleh dinding tebal bernama sinyal yang lemah.
Kondisi ini menciptakan sebuah drama sunyi yang sarat akan ironi. Jalan raya, sebuah simbol konektivitas fisik, secara terpaksa mereka jadikan satu-satunya tempat untuk mendapatkan konektivitas digital.
Dengan duduk di atas rumput dan bebatuan, mereka fokus mencari satu atau dua bar sinyal yang muncul di layar gawai mereka. Suara deru motor dan mobil yang sesekali melintas menjadi musik latar yang mengiringi perjuangan mereka.
Para tutor pun dengan sabar memastikan setiap anak didiknya tidak menyerah meski tantangan begitu nyata di depan mata.
Pemandangan ini menyajikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Di satu sisi, ada rasa prihatin yang mendalam melihat bagaimana anak-anak bangsa harus mempertaruhkan kenyamanan dan bahkan keselamatan mereka demi mendapatkan hak dasar atas pendidikan.
Ini adalah sebuah tamparan keras, pengingat nyata akan kesenjangan digital yang masih menganga lebar antara perkotaan dan pedesaan. Namun di sisi lain, pemandangan ini adalah monumen hidup tentang kekuatan semangat.
Kegigihan mereka adalah bukti paling sahih bahwa keinginan untuk meraih masa depan yang lebih baik tidak bisa dipadamkan oleh rintangan apa pun.
Pada akhirnya, kisah para pelajar di Desa Bayung ini lebih dari sekadar cerita tentang sinyal yang sulit. Ini adalah narasi tentang ketangguhan, dedikasi, dan harapan. Semangat mereka yang menyala di tepi jalan raya menjadi pesan kuat bagi semua pihak, bahwa api ilmu akan selalu dicari walau harus menembus kegelapan keterbatasan.
Perjuangan mereka layak mendapatkan apresiasi, tetapi yang lebih penting, layak mendapatkan solusi nyata agar kelak jalan raya dapat kembali ke fungsi sejatinya, dan ruang kelas mereka tak lagi beratapkan langit dan bising kendaraan, melainkan penuh dengan fasilitas yang memadai untuk menyongsong asa.
Program Desa setara adalah inisiatif Yayasan Az Zahra Kepahiang untuk menjembatani peserta didik di pelosok desa agar tetap melanjutkan pendidikannya dengan program pendidikan kesetaraan di PKBM Az Zahra Kepahiang
Mapel PKN Paket C: Aparatur Pemerintahan Daerah yang Melayani
Kepahiang, 16/9/2025. Proyek PPKn Paket C dengan tema “Aparatur Pemerintahan Daerah yang Melayani” yang berisi daftar kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu beserta kecamatan di dalamnya.
Mengenal Kabupaten dan Kota di Provinsi Bengkulu. Proyek ini akan membawa kita untuk mengenal lebih dekat wilayah administrasi di Provinsi Bengkulu. Dengan mengetahui nama-nama kabupaten, kota, hingga kecamatan, kita dapat lebih memahami struktur pemerintahan daerah yang bertugas melayani masyarakat di setiap wilayah. Mari kita jelajahi bersama!
Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Bengkulu Beserta Kecamatan
Berikut adalah daftar 1 kota dan 9 kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu, lengkap dengan jumlah dan nama-nama kecamatannya.
1. Kota Bengkulu
Ibu kota provinsi ini memiliki 9 kecamatan, yaitu:
* Gading Cempaka
* Kampung Melayu
* Muara Bangka Hulu
* Ratu Agung
* Ratu Samban
* Selebar
* Singaran Pati
* Sungai Serut
* Teluk Segara
2. Kabupaten Bengkulu Selatan
Kabupaten ini terdiri dari 11 kecamatan, antara lain:
* Air Nipis
* Bunga Mas
* Kedurang
* Kedurang Ilir
* Kota Manna
* Manna
* Pasar Manna
* Pino
* Pinoraya
* Seginim
* Ulu Manna
3. Kabupaten Bengkulu Tengah
Wilayah ini memiliki 11 kecamatan, yaitu:
* Bang Haji
* Bangunan Wetan
* Karang Tinggi
* Merigi Kelindang
* Merigi Sakti
* Pagar Jati
* Pematang Tiga
* Pondok Kelapa
* Pondok Kubang
* Semidang Lagan
* Taba Penanjung
4. Kabupaten Bengkulu Utara
Kabupaten ini menaungi 19 kecamatan, di antaranya:
* Air Besi
* Air Napal
* Air Padang
* Arga Makmur
* Arma Jaya
* Batik Nau
* Enggano
* Giri Mulya
* Hulu Palik
* Kerkap
* Ketahun
* Lais
* Marga Sakti Sebelat
* Napal Putih
* Padang Jaya
* Pinang Raya
* Tanjung Agung Palik
* Ulok Kupai
* Ulok Kupai Induk
5. Kabupaten Kaur
Kabupaten Kaur terdiri dari 15 kecamatan, yaitu:
* Kaur Selatan
* Kaur Tengah
* Kaur Utara
* Kinal
* Luas
* Lungkang Kule
* Maje
* Muara Sahung
* Nasal
* Padang Guci Hilir
* Padang Guci Hulu
* Semidang Gumai
* Tanjung Kemuning
* Tetap
* Tumbang Tiga
6. Kabupaten Kepahiang
Wilayah ini terbagi menjadi 8 kecamatan, yakni:
* Bermani Ilir
* Kabawetan
* Kepahiang
* Merigi
* Muara Kemumu
* Seberang Musi
* Tebat Karai
* Ujan Mas
7. Kabupaten Lebong
Kabupaten Lebong memiliki 12 kecamatan, yaitu:
* Amen
* Bingin Kuning
* Lebong Atas
* Lebong Sakti
* Lebong Selatan
* Lebong Tengah
* Lebong Utara
* Pinang Belapis
* Rimbo Pengadang
* Topos
* Tubei
* Uram Jaya
8. Kabupaten Mukomuko
Kabupaten ini terdiri dari 15 kecamatan, sebagai berikut:
* Air Dikit
* Air Majunto
* Air Rami
* Ipuh
* Kota Mukomuko
* Lubuk Pinang
* Malin Deman
* Penarik
* Pondok Suguh
* Selagan Raya
* Sungai Rumbai
* Teramang Jaya
* Teras Terunjam
* V Koto
* XIV Koto
9. Kabupaten Rejang Lebong
Wilayah ini memiliki 15 kecamatan, antara lain:
* Bermani Ulu
* Bermani Ulu Raya
* Binduriang
* Curup
* Curup Selatan
* Curup Tengah
* Curup Timur
* Curup Utara
* Kota Padang
* Padang Ulak Tanding
* Selupu Rejang
* Sindang Beliti Ilir
* Sindang Beliti Ulu
* Sindang Dataran
* Sindang Kelingi
10. Kabupaten Seluma
Kabupaten Seluma terbagi menjadi 14 kecamatan, yaitu:
* Air Periukan
* Ilir Talo
* Lubuk Sandi
* Seluma
* Seluma Barat
* Seluma Selatan
* Seluma Timur
* Seluma Utara
* Semidang Alas
* Semidang Alas Maras
* Sukaraja
* Talo
* Talo Kecil
* Ulu Talo
Dengan selesainya proyek ini, diharapkan sebagai peserta didik paket C dapat lebih mengenal dan memahami struktur pemerintahan di Provinsi Bengkulu.
Pengetahuan ini adalah langkah awal untuk menjadi warga negara yang baik dan peduli terhadap pelayanan publik di daerah kita masing-masing.


