PKBM Az zahra Kepahiang
Produk Unggulan Az zahra di Enterpreneur Day
Zahra Publishing. Produk Unggulan Az Zahra di Enterpreneur Day
Sabtu, 27 November 2021 diadakan kegiatan Enterpreneur Day oleh siswa-siswi SMA 1 Kepahiang. Mereka menampilkan berbagai produk unggulan untuk dipamerkan dan di promosikan kepada pengunjung yang hadir pada kegiatan tersebut.
Nampak hadir orang tua wali siswa,Para alumni SMANSA 1982 – 2021,Kacabdin wilayah VII Kepahiang,Kapolsek Kepahiang,KBO Binmas Polres Kepahiang, Bhabinkamtibmas Polsek Kepahiang,Pengawas Pembina Cabdin Kepahiang,Kepala sekolah SMA, SMK,SLB SE Kabupaten Kepahiang.
Untuk ikut berperan serta dalam kegiatan rutin tersebut maka produk unggulan PKBM Az Zahra Kepahiang ikut mejeng di stand tersebut. Mereka menampilkan produk batik Diwo dan buku-buku karya kelas menulis sabusabu TBM Cahaya.
Produk Unggulan Az Zahra ini cukup menarik bagi pengunjung yang hadir di sana. Sebab batik Diwo adalah batik khas kabupaten Kepahiang yang memiliki motif berisi mantra/doa bagi pemakainya. Begitu pula dengan buku-buku hasil karya peserta kelas menulis yang diterbitkan oleh Yayasan Az Zahra Kepahiang.
Tujuan kegiatan enterpreneur day adalah untuk praktek materi sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha dan menciptakan lapangan kerja bagi pemuda kreatif di Kepahiang, jelas Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kepahiang Andri Heryanto, M.Pd.
Umi Yesi, ketua PKBM Az Zahra Kepahiang mengapresiasi kegiatan enterpreneur day tersebut. Beliau juga mengucapkan terimakasih karena produk unggulan Az zahra ikut mejeng di stand SMA 1 Kepahiang.
“Salam dari kami, siswa-siswi kesetaraan. Sekolah tanpa seragam,” ujar Umi Yesi sumringah.
Kegiatan membatik siswa Paket C dilaksanakan setiap hari Selasa dan untuk paket B setiap hari Kamis. Bagi yang berminat belajar membatik bisa datang ke PKBM dan belajar bersama sama.
Sedangkan untuk kelas menulis sabusabu dilaksanakan setiap bulan sekali atau sesuai permintaan masyarakat yang sedang mencintai literasi.
Informasi lebih lanjut hubungi Umi Yesi di 085267887453
Bediwo dalam Workshop Menulis Cerita Rakyat
Zahra Publishing. Bediwo dalam Workshop Menulis Cerita Rakyat
Sabtu, 23/10/2021.
Bediwo atau kain batik Diwo Kepahiang hadir meramaikan kegiatan workshop menulis cerita rakyat di aula Perpusda Kabupaten Kepahiang.
Diwo berarti Dewa, berasal dari nama Kepa hyang. Kepa adalah Kapal dan Hyang adalah Dewa. Kepahiang berarti Kapal Dewa. Karena pengucapan Dewa agak sulit dilafalkan oleh suku rejang maka nama Dewa berganti menjadi Diwo.
Pei Diwo atau kain Diwo memiliki 5 motif utama yang merupakan doa dan puja puji bagi Kabupaten Kepahiang yang sedang bertumbuh.
Motif pertama adalah Selempang Emas yang berarti keagungan. Motif ini biasanya digunakan oleh para Raja Redjang zaman dahulu. Sehingga kain bermotif selempang emas menjadi sakral dan agung. Sebab pakaian bagi raja raja Rejang.
Motif kedua adalah Stabik yang berarti salam perdamaian. Ini adalah nilai-nilai luhur suku rejang dalam bermasyarakat. Sikap saling mengasihi, menghargai dan gotong royong sangat kental di masyarakat Kepahiang dari dulu hingga sekarang.
Motif ketiga adalah kembang lima yang berarti empat penjuru satu tujuan. Penduduk Kepahiang bukan semata-mata suku rejang, ada beberapa suku lain yang hidup saling berdampingan terutama penduduk pendatang dan transmigran. Karena perbedaan suku, bahasa dan adat istiadat ini membuat Kepahiang lebih berwarna. Dengan filosofi kembang lima, semua suku hidup damai dan berdampingan dengan satu tujuan yakni Kepahiang maju dan berkembang.
Motif keempat adalah huruf ka ga nga, aksara lokal yang usianya sudah berabad lamanya. Huruf ini menjadi ciri khas suku rejang dalam berkomunikasi dan berbudaya.
Motif kelima adalah pucuk rebung artinya tumbuh. Motif ini adalah doa bagi kabupaten Kepahiang yang baru mekar. Harapannya Kepahiang akan tumbuh dan berkembang di kemudian hari.

Workshop Menulis Cerita Rakyat
Zahra Publishing. WORKSHOP MENULIS CERITA RAKYAT
Ruang rupa metamorfosa dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepahiang mengadakan Workshop Menulis Cerita Rakyat, Sabtu, 23 Oktober 2021.
Kegiatan ini dibuka oleh Pak Muhdi, Kepala Perpusda Kepahiang dengan narasumber Pak Eko Pranoto dari Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Bengkulu, Pak Sadikin dari Dinas Perpusda Kab Kepahiang dan narasumber utama adalah Emong Soewandi, seorang penulis dan sastrawan tingkat nasional di Provinsi Bengkulu.
Ritma, ketua Metmo menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah untuk mengali cerita rakyat dari Kabupaten Kepahiang yang sudah sangat minim dan banyak hilang tertelan zaman.
Cerita rakyat adalah cerita yang mengandung nilai mengenai keadaan suatu masyarakat tertentu yang diungkapkan secara lisan atau dituliskan sebagai bahan pembelajaran nilai bagi masyarakat pendukungnya.
Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan banyak cerita rakyat yang akan dibukukan.
Workshop menulis cerita rakyat ini didukung oleh PKBM Az Zahra Kepahiang, IKM Sumber Hayati, Air Minum Hanum dan Mas.



