BERITA PKBM
UNBK Paket C: Tertib dan lancar
Kepahiang, 14/4/2019. Hari ini adalah hari ketiga Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Paket C di SMA Negeri 1 Kepahiang. UNBK telah dimulai hari Jumat, 12 April 2019 dan akan berakhir pada hari Senin, 15 April 2019. Tahun ini PKBM Az Zahra Kepahiang menjadi penyelenggara UNBK dan ada 2 PKBM yang menginduk karena belum terakreditasi yakni PKBM Excellencia dan PKBM Sulthon. Jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 111 orang dengan rincian PKBM Az Zahra Kepahiang berjumlah 52 orang, PKBM Excellencia 24 orang dan PKBM Sulthon 35 orang.

Dari peserta terdaftar tersebut, yang datang dan mengikuti UNBK sebanyak 80 orang, yaitu PKBM Az Zahra Kepahiang 37 Orang, PKBM Excellencia 18 orang dan PKBM Sulthon 26 orang. Kegiatan UNBK berjalan dengan tertib dan lancar.
JADWAL UNBK PAKET C (Tempat di SMAN 1 Kepahiang)
| No | Hari/Tanggal | Jam | Bidang Studi | Ket |
| 1 | Jumat, 12 April 2019 | 07.30 – 09.30 | Bhs Indonesia | |
| 13.30 – 15.30 | Geografi | |||
| 2 | Sabtu, 13 April 2019 | 07.30 – 09.30 | Matematika | |
| 10.30 – 12.30 | Sosiologi | |||
| 3 | Minggu, 14 April 2019 | 07.30 – 09.30 | Bhs Inggris | |
| 10.30 – 12.30 | PKN | |||
| 4 | Senin, 15 April 2019 | 07.30 – 09.30 | Ekonomi |

Sebelum UNBK, peserta didik telah mengikuti USBN di lembaga masing-masing. USBN dilaksanakan serentak se Provinsi Bengkulu. Paket C mulai tanggal 21 sd 30 Maret 2019. Sementara Paket A dan B dilaksanakan pada tanggal 5 sd 7 April 2019.

Untuk memperkenalkan sistem ujian berbasis computer, maka peserta didik melakukan gladi bersih. Jadwal gladi bersih adalah sebagai berikut:
| No | Hari/Tanggal | Jam | Bidang Studi | Tempat |
| 1 | Minggu, 17 Maret 2019 | 07.30 – selesai | PKN | Ruang Laboratorium SMA 1 Kepahiang |
| 2 | Senin, 18 Maret 2019 | 07.30 – selesai | Bahasa Inggris |

Semua peserta didik paket C yang mengikuti UNBK ini mempunyai mimpi dan impian tinggi kedepannya. Hal ini terlihat dari antusias dan senyum mereka yang gembira ketika memasuki ruangan ujian. Harapannya semua lulus dan mendapat nilai yang memuaskan. Aamiin

Siswa Paket Suka Buku (Sapasabu) Ala Az zahra Kepahiang
Kepahiang, 10 April 2019. Hari ini, Pengelola PKBM Az Zahra Kepahiang mengedukasi peserta didik paket B dan Paket C untuk gemar membaca dengan cara menulis. Kegiatan dimulai pukul 08.00 wib s/d 11.00 wib. Diikuti sebanyak 30 anak yang belajar di PKBM.

Dengan slogan SAPA SABU yaitu Siswa Paket Suka Buku, bertujuan untuk mengali minat baca dan menumbuhkan karakter sebagai pembelajar pada peserta didik. Dengan rajin menulis, maka peserta akan gemar membaca. Budaya cinta buku ini perlu mendapat perhatian serius bagi pengelolaan pendidikan nonformal. Metode yang dilakukan adalah mengajak peserta didik untuk curhat dengan menulis.

Materi pertama, Menulis Berbasis Android disampaikan oleh Pak Kms Fahrudin. Daripada sibuk nulis status lebay di facebook, lebih baik manfaatkan untuk menulis buku, pesan beliau. Menulis bisa melalui android, dimanapun dan kapanpun bisa memanfaatkan waktu untuk menulis.

Umi Yesi mengisi materi kedua dengan tajuk Menulis Itu Mudah Karena Menulis Itu Bercerita. Salah satu manfaat menulis adalah membuat sejarah. Apakah anak-anak ingin membuat sejarah baru sebagai siswa paket yang pandai menulis? Semua siswa serentak menjawab, “Mau Miii. Gimana caranya?”

Umi pun menyampaikan beberapa tips dan cara agar mampu menulis dengan mudah, semudah bercerita. Di akhir kegiatan semua peserta didik diberi penugasan untuk curhat melalui tulisan. Semua konsentrasi menulis, bercerita tentang kisah mereka, tentang harapan, tentang kendala dan biaya dan tentang cita-cita yang mulia.

Semua curhatan peserta didik yang mengikuti kelas hari akan ditulis ulang oleh tutornya. Dan kisah mereka akan kami bukukan dan terbitkan. Tunggu karya mereka ya!

Launching Buku “Dandelion” dan Kelas Menulis Sabu Sabu Angkatan Ke- 2
Sabtu, 23 Maret 2019. Kelas menulis fiksi Sabu Sabu (Satu bulan satu buku) angkatan ke dua diikuti oleh 20 orang peserta dari calon penulis baru dan alumni penulis angkatan pertama.
Berbeda dengan kelas menulis fiksi angkatan pertama, kali ini kegiatan kelas dihadiri Ibu Rahmawati Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang. Beliau sangat antusias dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Az Zahra dan calon penulis yang mengikuti kelas hari ini. Dalam sambutannya, Bu Rahma mengatakan bahwa kelas menulis bagi masyarakat umum ini sangat baik dan dapat dilaksanakan secara rutin.

“Kami akan memberikan sertifikat sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang peduli literasi dengan cara menulis buku. Kami juga akan mengusahakan untuk mengalokasikan dana daerah untuk membeli buku-buku hasil karya penulis ini. Dan rencananya tahun 2020 akan dibangun gedung perpustakaan sebagai ikon Kabupaten Kepahiang”

Sebelum kelas menulis dimulai, alumni kelas menulis angkatan pertama memaparkan sinopsis karyanya masing-masing. Suasana haru biru pun tercipta. Ada yang bercerita dengan gembira karena berhasil menulis dan dibukukan. Dan ada juga yang merasa terharu, karena tak menyangka kisahnya dapat menjadi buku dan berhasil diterbitkan. Buku karya bersama yang berjudul DANDELION itu pun di launching dengan suka cita oleh Ibu Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang.

Ketika peserta ditanya alasan mereka hadir ke kelas ini, mereka menjawab bahwa mereka:
- Ingin memiliki buku yang diterbitkan karya sendiri
- Memotivasi orang lain melalui tulisan
- Dapat menginspirasi melalui tulisan
- Alih profesi
- Membuktikan eksistensi diri
- Mengungkapkan rasa

Namun keinginan tersebut serasa mimpi di siang hari karena banyak faktor penghambat untuk menjadi penulis. Kesulitan yang dihadapi cukup banyak, antara lain:
- Menulis itu susah. Baru menulis setengah kehabisan bahan, lalu mandeg dan tidak pernah kelar.
- Imajinasi tidak muncul ketika menulis
- Alur cerita tidak nyambung sehingga lari-lari dari topik pertama
- Ejaan belum benar
- Kosakata masih belepotan
- Tidak ada waktu
- Belum ada wadah untuk membukukan hasil karya

“Menulis itu mudah, semudah orang bercerita” kata Umi menjelaskan. Setelah mendapat materi dan tips atau trik menulis semudah bercerita ala Umi Yesi. Para peserta akhirnya diberi tugas untuk memulai menulis dengan waktu sepuluh menit. Hasilnya semua peserta mampu menulis dengan mudah dan mengalir seperti air yang mengalir tanpa hambatan apapun. Mereka membacakan hasil tulisan tersebut ke depan dan mendapat aplaus dari sesama peserta. Ada yang lucu, ada yang menangis dan ada yang malu-malu. Semua rasa tertumpah jadi satu. Membuat mereka menjadi akrab dan sebagai satu keluarga.

Umi Yesi, yang memberi materi hari ini mengucapkan rasa bangga dan syukurnya atas prestasi yang diraih alumni angkatan pertama yaitu buku berjudul Dandelion dan alumni angkatan kedua berjanji akan segera menulis juga selambatnya 30 Maret 2019. Semoga akan lahir penulis-penulis handal di Kabupaten Kepahiang melalui kelas menulis Sabu Sabu ini. Aamiin
