"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Emong Soewandi: Ajak Peserta Gali 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagai Ruh Baru Motif Batik Diwo

Emong Soewandi: Ajak Peserta Gali 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagai Ruh Baru Motif Batik Diwo

KEPAHIANG, 15 Maret 2026 – Semangat pelestarian dan kreativitas semakin menyala pada hari kedua pelaksanaan “Lokakarya Inovasi Motif Batik Diwo Berbasis Budaya Rejang” yang digelar pada Minggu (15/3/2026). Setelah dibekali dengan wawasan filosofi, sejarah, dan regulasi pada hari pertama, hari ini para peserta diajak untuk langsung menggali inspirasi.

Untuk memandu proses kreatif tersebut, Yayasan Az Zahra Kepahiang menghadirkan budayawan, guru, sekaligus penulis produktif kebanggaan daerah, Bapak Emong Soewandi, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau membawakan materi yang sangat esensial dan menggugah bertajuk “Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) untuk Memperkaya Motif Batik Diwo Kepahiang”.

Sebagai seorang praktisi pendidikan dan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Pak Emong menyadarkan para peserta lokakarya bahwa sumber inspirasi untuk mendesain motif batik sejatinya tidak jauh, melainkan berserakan di sekitar kita. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, beliau memaparkan bahwa ada 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang dapat ditransformasikan menjadi “manuskrip visual” bernilai tinggi pada selembar kain batik.

Kesepuluh OPK tersebut mencakup Manuskrip, Tradisi Lisan, Ritus, Adat Istiadat, Teknologi Tradisional, Pengetahuan Tradisional, Bahasa, Seni, Permainan Tradisional, hingga Olahraga Tradisional. Bagi Pak Emong, kesepuluh elemen ini bukanlah sekadar catatan masa lalu, melainkan bahan baku utama untuk melahirkan karya seni yang sangat otentik.

Dalam paparannya, Pak Emong memberikan berbagai contoh konkret dan visualisasi bagaimana mengonversi elemen kebudayaan tersebut menjadi desain atau alternatif motif Batik Diwo, di antaranya:

  • Inspirasi Tradisi Lisan: Cerita dongeng Rejang “Putri Sedaro Putih” yang mengisahkan asal-usul pohon enau, dapat distilasi (digayakan) menjadi motif pohon aren dan buahnya yang menawan.
  • Inspirasi Ritus dan Kepercayaan: Elemen ritual seperti “Sumpah Rajo Sulaiman” atau tanda “Aca’-aca'” (tanda kayu bersilang delapan sebagai pembuka lahan ladang) memiliki bentuk geometris yang sarat akan makna jika diaplikasikan sebagai motif.
  • Inspirasi Seni: Kesakralan Tarian “Kejei” dapat diwujudkan melalui motif dua penari yang sedang bergerak lincah berdampingan dengan mekarnya Bunga Rafflesia.
  • Inspirasi Pengetahuan Tradisional: Kedekatan masyarakat Rejang dengan alam dapat diekspresikan melalui berbagai motif flora dan fauna, seperti Motif Cebung Ginggong (stilasi bentuk rebung), Motif Matai Ponoi (stilasi mata burung punai), hingga Motif Seluang Medek (ikan seluang berenang).
  • Inspirasi Teknologi Tradisional: Alat-alat upacara dan keseharian seperti “Pendei”—yakni karangan besar berisi rangkaian hasil bumi, daun beringin, hingga peralatan rumah tangga—bisa menjadi representasi visual kesatuan harmoni manusia Rejang dengan alam semesta.

Sebuah Pesan Pelestarian Melalui Karya:

Melalui paparannya di hari kedua ini, Pak Emong Soewandi tidak sekadar mengajarkan teknik mencari ide gambar, melainkan sedang mewariskan sebuah peradaban. Dengan menjadikan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagai basis inovasi Motif Batik Diwo, kita sedang memastikan bahwa generasi mendatang dapat “membaca” identitas, sejarah, dan nilai luhur masyarakat Rejang hanya dengan menatap selembar kain yang mereka kenakan.

Langkah konkret di hari kedua ini semakin mengukuhkan visi besar Yayasan Az Zahra Kepahiang yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI dan LPDP (Dana Indonesiana): bahwa kebudayaan tidak cukup hanya disimpan dalam ingatan, tetapi harus dihidupkan secara dinamis dalam bentuk karya kreatif yang memiliki nilai guna dan ekonomi di tengah masyarakat modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × one =

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang