BERITA PKBM
Kolaborasi yang Menginspirasi: Pesantren Kilat PKBM Az Zahra Jadi Magnet Ibu-Ibu Majelis Taklim An Nur
Kolaborasi yang Menginspirasi: Pesantren Kilat PKBM Az Zahra Jadi Magnet Ibu-Ibu Majelis Taklim An Nur
KEPAHIANG – Ada pemandangan yang tak biasa dalam pelaksanaan Pesantren Kilat pekan kedua di PKBM Az Zahra Kepahiang. Kegiatan yang sejatinya menyasar peserta didik program kesetaraan Paket A, B, dan C ini, rupanya menarik simpati dan antusiasme luar biasa dari warga sekitar.
Puluhan ibu-ibu dari Majelis Taklim Masjid An Nur tampak memadati lokasi kegiatan untuk ikut serta menimba ilmu. Kehadiran mereka seolah menegaskan bahwa keberadaan Yayasan Az Zahra telah menyatu dan diakui sebagai bagian penting dari denyut nadi masyarakat di Kelurahan Padang Lekat.
Antusiasme Belajar Fardhu Kifayah
Materi pengurusan jenazah yang disampaikan oleh Ibu Hastuti menjadi daya tarik utama. Bukan sekadar menonton, ibu-ibu majelis taklim ini justru tampil sebagai peserta yang paling aktif. Saat sesi praktik memandikan hingga teknik mengkafani jenazah, rentetan pertanyaan kritis dan penuh rasa ingin tahu meluncur dari mereka.
Semangat belajar ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan ilmu fardhu kifayah sangat tinggi di tengah masyarakat. Kolaborasi antara warga belajar PKBM dan ibu-ibu majelis taklim menciptakan suasana belajar yang hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan.
Bukti Eksistensi dan Pengakuan Masyarakat
Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang, Umi Yesi, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang mendalam atas partisipasi aktif warga sekitar.
“Kehadiran ibu-ibu Majelis Taklim An Nur hari ini adalah kado terindah bagi kami. Ini membuktikan bahwa Yayasan Az Zahra memang eksis, diakui, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan di mana kami berdomisili. Kami ingin yayasan ini menjadi rumah belajar bagi siapa saja,” ungkap Umi Yesi dengan penuh semangat.
Pesan Kemanusiaan: Ayo Kembali Bersekolah!
Di sela-sela kegiatan, Umi Yesi juga menitipkan pesan penting bagi seluruh warga yang hadir. Beliau mengimbau jika di lingkungan sekitar terdapat anak usia 6 hingga 23 tahun yang belum sekolah atau terpaksa putus sekolah karena kendala biaya, agar segera mendaftarkan diri ke PKBM Az Zahra.
“Jangan biarkan anak-anak kita putus harapan. Di Az Zahra, mereka bisa kembali bersekolah dengan dukungan Beasiswa Full Biaya Pendidikan dari yayasan. Kami ingin memastikan tidak ada anak Kepahiang yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena masalah ekonomi,” tambah beliau.
Kolaborasi yang Menginspirasi
Kegiatan pekan kedua ini menjadi potret nyata bahwa institusi pendidikan dan masyarakat bisa berjalan beriringan. Kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan pemahaman ilmu agama yang lebih baik, tetapi juga memperkuat jaring pengaman sosial melalui jalur pendidikan kesetaraan yang inklusif.
Dengan semangat kebersamaan ini, Yayasan Az Zahra terus berkomitmen untuk menjadi terang bagi lingkungan sekitar, membawa misi mencerdaskan sekaligus memberdayakan masyarakat Kepahiang.
Ayo ! Sekolah di Az zahra aja.
Daftar segera di Jl. Pengabdian RT.2 RW.1 Kelurahan Padang Lekat. Kecamatan Kepahiang. Kabupaten Kepahiang. Provinsi Bengkulu.
Bekal Fardhu Kifayah: Warga Belajar PKBM Az Zahra Praktik Pengurusan Jenazah
Bekal Fardhu Kifayah: Warga Belajar PKBM Az Zahra Praktik Pengurusan Jenazah
KEPAHIANG (3/3/2026) – Melanjutkan rangkaian Pesantren Kilat Ramadan, PKBM Az Zahra Kepahiang kini memasuki pekan kedua. Setelah pada pekan lalu para peserta didik mendapatkan siraman ruhani yang menyejukkan dari Ustadz Ainal Yakin—seorang alumni Paket C PKBM Az Zahra yang kini sukses menjadi Imam Masjid Agung Baitul Hikmah Kepahiang—kali ini materi berlanjut pada aspek fikih praktis yang sangat krusial.
Pekan kedua ini menghadirkan Ibu Hastuti, sosok Rubiah berpengalaman di Kabupaten Kepahiang, untuk membimbing peserta didik Paket A, B, dan C dalam memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam.
Kematian adalah Kepastian
Ibu Hastuti menekankan bahwa setiap muslim wajib memiliki pengetahuan dasar tentang pengurusan jenazah. “Kematian itu pasti. Jangan sampai saat keluarga atau tetangga tertimpa musibah, kita hanya diam karena tidak tahu ilmunya. Ini adalah kewajiban Fardhu Kifayah,” tegasnya.
Praktik Berdasarkan Modul Pedoman Praktis
Mengacu pada Modul Penyelenggaraan Jenazah Syariat Islam Kabupaten Kepahiang, para peserta didik tidak hanya mendengar teori, tetapi langsung mempraktikkan:
- Memandikan Jenazah: Tata cara membersihkan jenazah dengan lembut dan menjaga auratnya tetap tertutup.
- Mengkafani: Teknik melapis kain kafan secara rapi dan benar. Dalam praktik ini, Paket Jenazah Batik Diwo turut digunakan sebagai media peraga, menunjukkan bagaimana kearifan lokal dapat berpadu dengan prosesi penghormatan terakhir yang agung.
- Menshalatkan: Menutup rangkaian materi dengan praktik salat jenazah berjamaah yang diikuti dengan khusyuk oleh seluruh warga belajar.
Alumni PKBM sebagai Motivasi
Kehadiran Ustadz Ainal Yakin pada pekan lalu menjadi bukti nyata bagi para peserta didik bahwa jalur pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C) bukanlah penghalang untuk berprestasi dan mengabdi di masyarakat. Keberhasilan beliau menjadi Imam Masjid Agung menjadi motivasi besar bagi warga belajar untuk terus menyeimbangkan ilmu umum dan ilmu agama.
“Kami ingin lulusan PKBM Az Zahra memiliki ‘paket lengkap’; berijazah resmi dan memiliki skill keagamaan yang bermanfaat langsung di tengah masyarakat,” ujar pengelola PKBM Az Zahra.
Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga pekan ketiga dengan agenda lomba-lomba Ramadan untuk memupuk kreativitas dan sportivitas warga belajar.
PKBM Az Zahra Kepahiang: Cerdas, Empati, Religius.
Menciptakan Lulusan Berkarakter dan Mandiri.
Sekolah Unggul, Terakreditasi A!

Laporan dari Negeri Diwo: Petualangan Hebat Sahabat Kecil TPA Almeera Day Care
🌟Laporan dari Negeri Diwo: Petualangan Hebat Sahabat Kecil TPA Almeera Day Care🌟
Assalamu’alaikum, Ayah dan Bunda!
Wah, Negeri Diwo hari ini meriah sekali! Kami kedatangan tamu-tamu spesial yang hebat dan mandiri dari TPA Almeera Day Care, Kampung Pensiunan. Tahu tidak Bunda? TPA Almeera ini adalah lembaga penitipan anak yang sedang naik daun di Kabupaten Kepahiang dan sudah Terakreditasi B, lho! Hebat ya! 👏✨
Begitu sampai, kami disambut dengan penuh keceriaan oleh Umi Yesi, Sang Kapten Negeri Diwo. Kami langsung diajak berpetualang menembus waktu!
Apa saja sih rahasia yang kami temukan hari ini?
📖 Dongeng Putri Gading: Kami membaca buku dongeng tentang Putri Gading yang ternyata jatuh cinta pada indahnya Batik Diwo.
🎬 Nonton Bareng Putri Gading: Melalui video ajaib, Putri Gading membisikkan rahasia 5 Motif Khas Batik Diwo yang harus kami jaga:
- Selempang Emas: Melambangkan Keagungan yang luar biasa.
- Stabik: Simbol Salam Penghormatan yang santun.
- Kembang Limo: Artinya Persatuan yang erat.
- Pucuk Rebung: Semangat untuk terus Bertumbuh menjadi anak sholeh/sholehah.
- Aksara Ka-Ga-Nga: Aksara Ulu warisan leluhur yang harus kita Lestarikan bersama!
🎨 Misi Pembatik Cilik: Tangan-tangan mungil kami mulai beraksi! Kami belajar menjiplak pola, memegang canting, dan mewarnai kain dengan sabar. Diiringi lagu-lagu religius Ramadan, puasa kami hari ini jadi terasa sangat menyenangkan dan tidak melelahkan! 🎶🌙
Terima kasih Sahabat Almeera! Kalian sudah menjadi “Penjaga Budaya Cilik” yang luar biasa hari ini. Sampai jumpa di petualangan berikutnya!
🚀 Sekolahmu Ingin Seru-seruan Seperti TPA Almeera Day Care?
Yuk, ajak anak didik Ayah/Bunda berpetualang bersama Putri Gading di Negeri Diwo!
Hubungi Kami di: 0857 8912 3247 (Erna Wati)
Lokasi: IKM Umeak Kain Diwo, Jl. Pengabdian, Padang Lekat.
#RamadanDiNegeriDiwo #BatikDiwoKepahiang #PutriGading #TPAAlmeeraDayCare #AnakKepahiangBanggaBatik #AksaraKaganga #MotifDiwo #PAUDKepahiang


