BERITA PKBM
Membangun Karakter Tutor SPNF SKB Lebong
Lebong, 30/12/2018. Ada yang menarik dari kegiatan Peningkatan Mutu Tutor dan Penyelenggara ala SPNF SKB Lebong yang dilaksanakan selama 3 hari, 28-30 Desember 2018 di Hotel Asri Kel Kampung Jawa Lebong. Mereka mendapat materi Khusus dari Tim Az Zahra Madani Consultan yakni Character Building (Membangun Karakter Diri). Materi terakhir yang disampaikan Bapak Slamet Imam Wakhyudin, S.Ag ini mampu mengaduk-aduk emosi peserta Workshop hingga ada yang meneteskan air mata, menyadari kelemahan dan kekurangan diri selama ini.

Slamet Imam Wakhyudin, S.Ag akrab disapa Abi Imam adalah Ketua PKBM Madani periode 2003-2010; Ketua FK PKBM Prov Bengkulu 2006-2013; Sekjen BK3S Bengkulu 2006-2018; Ketua Komisi Ekonomi MUI; Pembina PKBM Az zahra Kepahiang dan Ketua Sanggar Seni Budaya Panca Mukti.
Karakter atau watak adalah sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Karakter yang harus dimiliki Tutor adalah Integritas; Tanggung jawab; Disiplin; Cooperatif /Kerjasama; Visioner; Kreatif dan Responsibilty.

Manusia adalah makhluk yang berfikir, merasa, dan berkehendak . Apa yang dilakukan mencerminkan apa yang dipikirkan, apa yang dirasakannya dan apa yang dikehendakinya.

Perubahan tingkah laku dimungkinkan terjadi manakala kita mampu mengubah cara berfikir dan cara merasa tersebut. Jika cara berfikir kita tidak berubah, maka upaya mengubah perilaku peserta didik tidak akan berhasil, karena perubahan perilaku biasanya lahir dari perubahan cara berfikir manusia (dalam hal ini Tutor).

Perubahan sosial yang direncanakan hanya mungkin dilakukan dengan mengubah budaya kita. Karena budaya adalah konsep, nilai dan keyakinan yang diatur oleh masyarakat dalam waktu lama. Dan Transfer budaya kepada masyarakat hanya mungkin bisa dilakukan dengan sebuah Pendidikan yang sistemik, kontinyu dan konsisten . Konsisten antara yang diketahui (kognitif) dan yang dirasakan (efektif).

Adanya workshop ini diharapkan dapat menciptakan Tutor Pendidikan Masyarakat di SPNF SKB Lebong yang berkarakter. Tutor yang mampu:
Mengubah Kata “Sulit” Menjadi “Mudah’
Mengubah Kata “Tidak” Menjadi “Ya”
Mengubah Kata “Tidak Mungkin” Menjadi “Mungkin”
Mengubah Kata “ Biasa” Menjadi “Luar Biasa”
Tutor Menulis Untuk Pendidikan Berkarakter di SPNF SKB Lebong
Lebong, 30/12/2018. Tutor Menulis Untuk Pendidikan Berkarakter adalah Tema yang dipilih oleh Bu Nurhasanah Ketua Pelaksana Kegiatan Peningkatan Mutu Tutor Pendidikan Kesetaraan di SPNF SKB Lebong. Kegiatan ini diikuti oleh Tutor Bantu, Tutor Kunjung Desa Topos dan Penyelenggara sebanyak 20 orang. Acara dibuka oleh Bapak Andri Darmawan, S.Pd Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong. Beliau sangat mendukung dan antusias dengan kegiatan Tutor Menulis, apalagi ketika mendapat hadiah dari Umi Yesi, Penulis Buku Pendidikan Masyarakat yang sedang naik daun di provinsi Bengkulu.

Menurut Pak Andri, Tutor wajib bisa menulis. Karena pekerjaan sebagai Tutor menuntut hal tersebut, baik itu menulis persiapan belajar (Silabus, RPP dan Modul) maupun menulis buku-buku bacaan seperti Umi Yesi. Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang ini sangat produktif dalam menulis, sebab dalam waktu 3 bulan sudah menerbitkan 3 buku. Artinya satu bulan satu buku. Ini layak kita jadikan contoh. “Saya berharap Tutor SPNF SKB Lebong dapat menjadi pelopor dalam hal penulisan buku.”

Kepala SPNF SKB Lebong, Ibu Maryani, S.Pd ikut serta memantau dan memberi semangat kepada para Tutor agar mampu menulis. Menurut beliau, saat ini gerakan literasi Indonesia sudah sampai ke desa-desa. Untuk itu perlu ditunjang dengan bahan bacaan yang bermutu dan berkarakter. Peserta didik harus dibekali dengan pemahaman keilmuan dengan baik, salah satunya melalui buku bacaan. Dan buku bacaan terbaik adalah buku yang ditulis oleh Tutor itu sendiri.

Umi Yesi, sapaan akrab Helmiyesi, M.Si yang menjadi narasumber kegiatan ini mengatakan bahwa Semua Orang, tak terkecuali siapa pun dia, mempunyai potensi yang sama dalam menulis. Sebab menulis itu semudah orang berbicara. Dia memberikan tips agar menulis itu menjadi mudah yaitu (1) Menulis adalah kesenangan, (2) Menulis adalah berbicara, (3) Menulis berarti berbagi, (4) Menulis Ekspresi Diri, (5) Menulis wujudkan mimpi.

Dengan bahasa sederhana dan ulasan cara menulis yang asyik membuat peserta tertarik untuk mengikuti jejak Umi Yesi. Ketika mereka ditantang untuk menulis selama sepuluh menit dengan kata kunci TUTOR, MODUL, BERKUALITAS dan ditulis minimal satu halaman. Peserta langsung serius menulis dan praktek di bukunya masing-masing. Hasilnya??

Di luar dugaan…hampir semua peserta mampu menulis satu halaman, bahkan ada yang lebih. Dan dengan percaya diri mereka membacakan tulisan tersebut di depan peserta lainnya. Ada cerita yang lucu, ada yang gembira, ada pula cerita yang romantis. Semua Tutor mampu menulis dengan gaya bahasanya masing-masing.

Di akhir sesi, mereka berjanji akan menulis minimal 1 tema per tutor dan tulisan tersebut akan dikumpulkan hingga layak menjadi sebuah buku. Untuk editing naskah, lay out, desain cover dan menerbitkan buku hingga ber-ISBN akan dibantu sepenuhnya oleh Tim Azzahra Publishing.

Jadi, bagaimana supaya bisa menulis ?
BUKAN IKUT PELATIHAN!
BUKAN NGOBROLIN CARANYA NULIS!
BUKAN YANG LAIN!
SUPAYA BISA NULIS……????
CARANYA YAAA …….NULIS-LIS-LIS-LIS!

Workshop Pembuatan Modul Pembelajaran Kesetaraan SPNF SKB Lebong
Lebong, 29/12/2018. Dalam rangka peningkatan kapasitas tutor dan penyelenggara pendidikan masyarakat maka Satuan Pendidikan Nonformal SKB Lebong melaksanakan workshop Pembuatan Modul Pembelajaran Kesetaraan Tahun 2018. Kegiatan dilaksanakan tanggal 28-29 Desember 2018 bertempat di Hotel Asri Kel. Kampung Jawa, Lebong.

Acara dibuka oleh Bapak Andri Darmawan, S.Pd Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong. Dalam arahannya beliau memberi apresiasi dan ucapan terima kasih atas inisiatif Kepala SPNF SKB Lebong yang telah mengagas kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini. Ini kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh satuan pendidikan nonformal di Lebong yang bertempat di Hotel. Hal ini menunjukkan bahwa Satuan ini eksis dan nyata aktifitasnya dalam pengelolaan pendidikan masyarakat. Saya bangga dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan oleh satuan pendidikan nonformal lainnya.

Ibu Maryani, S.Pd Kepala SPNF SKB Lebong melaporkan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas tutor bantu yang mengabdi di SPNF dan juga relawan yang menjadi tutor di Desa Topos, salah satu Desa binaan yang berada di daerah terisolir dan tertinggal di Kabupaten Lebong.

Materi-materi yang disampaikan antara lain Sosialisasi Kurikulum 2013 dan Pembuatan Modul Kesetaraan yang disampaikan oleh Bapak Irawan, S.Pd. Beliau adalah Tutor Berprestasi Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2018 dan trainer yang telah mengikuti TOT pelatih kurikulum 2013 yang dilaksanakan oleh Direktorat Kesetaraan Ditjen PAUD dan Dikmas.

Selanjutnya materi pembuatan soal evaluasi pembelajaran berbasis digital dan pembuatan raport digital disampaikan oleh Kms Fahrudin, S.Pd. Beliau adalah Tim Teknis dan Operator di PKBM Az Zahra Kepahiang. Alumni ngandroid ala PKBM di Bandung, Jawa Barat yang dilaksanakan oleh Tim 7kata publishing.

Para tutor sangat antusias mengikuti workshop. Mereka saling membantu dalam pembuatan modul dan memilih tema-tema pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Harapannya setelah kegiatan ini proses belajar mengajar lebih menyenangkan dan berjalan dengan maksimal.

Tutor siap
Kesetaraan oke
SPNF SKB luar biasa
Lebong Maju
