ARTIKEL PKBM
Percepatan Pencairan Dana PIP & Download Link SK PIP Kesetaraan 2018, 2019 dan 2020
Download Link SK PIP Kesetaraan 2018, 2019 dan 2020
Menindaklanjuti surat nomor 4923/C/BP/2020 tentang Percepatan Pencairan Dana PIP Tahun 2018 tanggal 28 Mei 2020 maka PKBM Az zahra Kepahiang segera memberitahukan kepada peserta didik untuk mengumpulkan buku rekening dan mencairkan dana tersebut.
Informasi dari surat tersebut adalah bahwa batas akhir pencairan PIP tahun 2018 oleh siswa sampai dengan 30 Juni 2020, jika dana tidak dicairkan sampai batas waktu tersebut maka dana akan disetor ke kas negara oleh bank penyalur selambatnya 15 Juli 2020.

Bagi PKBM/SPNF, silakan cek apakah anak didiknya memperoleh PIP melalui link ini. Update final Link SK KIP-PIP 2018 Kesetaraan Paket A tahap 18, Paket B tahap 9, dan Paket C tahap 4 SK Dikdasmen:
Update link SK KIP-PIP 2019 Kesetaraan (Paket A dan Paket B tahap 7 serta Paket C tahap 5):
Update link SK KIP-PIP 2020 Kesetaraan (Paket C di mulai dari 6 propinsi Indonesia Timur):
Syarat untuk pencairan cukup menyerahkan:
- SK penetapan penerima oleh Direktorat terkait (terlampir)
- KIP,
- surat keterangan sekolah dari SPNF, SK dan
- Nomor rekening atau rekening virtual yang tertera di lampiran, serta
- kartu keluarga untuk pembukaan rekening baru.
Semoga bermanfaat.
Catatan: untuk Paket A dan B di bank BRI, untuk paket C di bank BNI




Labsite Kesetaraan dan Nikmatnya Kopi Kepahiang
Kepahiang, 16/8/2019. Monev Labsite dan Kopi Kepahiang
Pukul 09.10 Wib kami mendapat pemberitahuan jika Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Bengkulu akan datang ke Kepahiang. Beliau bersama tiga orang tim auditor Itjen Kemdikbud, Ibu Eri, Ibu Tari dan Bapak Karno. Tujuan ke Az Zahra untuk uji petik audit kegiatan Labsite Kesetaraan Tahun 2018 dan bertemu dengan anak-anak paket A yang sedang jadwal tatap muka hari ini.
Ketika mereka sampai di Az Zahra, waktu menunjukkan pukul 10.36 wib. Dan mereka disambut oleh ananda Marvel (9 tahun) siswa Paket A di pintu gerbang. Beberapa siswa lainnya yang sedang asyik membaca buku berdiri dan menyalami mereka satu persatu. Seperti halnya tamu-tamu kami yang lainnya, ketika bertemu dan bertatapan langsung dengan peserta didik paket A yang masih muda belia. Pertanyaan sama selalu muncul, “Mengapa mereka tidak sekolah formal?”

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Umi Yesi Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang meminta Marvel untuk menjawabnya. Namun anak tersebut enggan menjawab. Dia malu dan buru-buru keluar bermain dengan teman sebayanya. Umipun menjelaskan alasan banyaknya anak usia sekolah yang bersekolah di az Zahra dan mengapa mereka tidak bersekolah di formal. Salah satu alasannya karena tidak ada akte lahir, anak yang lahir tanpa ayah (anak ibu), faktor usia dan faktor ekonomi keluarga. Mereka adalah anak-anak spesial yang ditemukan pendamping anak dan tutor az Zahra, yang dibujuk dan dijemput agar mau kembali bersekolah. Hal ini juga yang menjadi alasan Bu Sa’adah Kepala BP PAUD dan Dikmas Bengkulu sebelumnya mempercayai Az zahra sebagai penerima labsite kesetaraan tahun 2018.

Setelah mereka melakukan wawancara dan mengecek kegiatan labsite tahun 2018 selesai, kami mengajak Pak Hendri Kepala BP PAUD dan Dikmas Bengkulu berkunjung ke unit usaha pengelolaan kopi yang dilakukan oleh alumni paket C PKBM Az Zahra Kepahiang yang berada di Desa Bandung Jaya Kecamatan Kabawetan.
Alumni program kesetaraan ini awalnya hanya ibu rumah tangga biasa yang lulus Sekolah Dasar. Pada tahun 2008 beliau lanjut sekolah paket B dan lulus paket C pada tahun 2014. Setelah lulus paket C beliau mendirikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di desanya. Selanjutnya beliau terpilih menjadi Kepala Desa ketika desanya mengalami pemekaran dari Desa Bandung Baru (Desa Induk).
Supriyanti namanya, satu-satunya Kepala Desa Perempuan di Kecamatan Kabawetan. Berkat tangan dingin beliau, desanya semakin maju dan menjadi percontohan di Kabupaten Kepahiang.

Unit Usaha yang dikelola adalah pengelolaan kopi yang diberi label Baja coffe. Menurut beliau, usaha kopi ini cukup menjanjikan dan prosfeknya cerah.
“Banyak mahasiswa dan masyarakat yang belajar pengelolaan kopi di sini. Bahkan kami pernah kedatangan tamu dari luar negeri yang melihat usaha ini. Alhamdulillah, meski dulu hanya tamat SD saya bisa seperti ini, berkat ikut sekolah Paket saya bisa jadi Kades. Bahkan saya juga ikut kelas menulis bersama Umi Yesi. Sampai saat ini PKBM Az Zahra Kepahiang jadi idola di desa. Beberapa perangkat desa yang belum tamat SMP dan SMA saya daftarkan ikut sekolah Paket B dan Paket C.” Ujar Ibu Supriyanti memberikan testimoninya.

Sebelum pulang, kami diajak berkeliling melihat proses pengelolaan kopi dan merasakan langsung minum kopi yang fresh karena baru diolah. Rasanya segar dan nikmat sekali. Pecinta kopi wajib mampir ke sini, melihat pengelolaan kopi dan menikmati langsung kopi khas Kepahiang. Yang berminat oleh-oleh kopi bisa menghubungi Bu Supriyanti langsung di nomor Hp. 0823-7339-0140.


Peran Kader dalam Penangulangan Tuberkulosis di Kepahiang
Kepahiang, 9/8/2019. Peran Kader dalam Penangulangan Tuberkulosis di Kepahiang
Hari ini adalah hari terakhir pelatihan kader TBC ‘Aisyiyah di Kabupaten Kepahiang. Apa itu kader tuberkulosis? Kader Tuberkulosis adalah anggota masyarakat yang bekerja secara sukarela dalam membantu Program Penanggulangan TB dan sudah di latih. Mereka adalah anggota masyarakat yang bersedia, berminat dan mempunyai kepedulian terhadap masalah sosial dan kesehatan, khususnya TB.

Sebanyak 25 orang kader telah dilatih selama tiga hari oleh narasumber dari Dinas Kesehatan kabupaten Kepahiang, Petugas TB dari Puskesmas Ujan Mas dan Puskesmas Pasar Kepahiang serta Fasilitator Tuberkulosis.
Hari ini seluruh kader yang telah dilatih tersebut ditugaskan praktik lapangan untuk melakukan investigasi kontak dan menemukan terduga TB. Metode pencairan suspect (orang terduga TBC) oleh kader dengan menggunakan titik kasus (investigasi kontak); penyuluhan masyarakat lokus TBC; dan atau melalui skrining massal bersama petugas puskesmas dan dinas kesehatan.

Ada 5 kelompok dengan masing-masing pendampingnya. Kelompok 1 dan 2 bertugas ke wilayah Kecamatan Ujan Mas dengan pendamping Bapak Chandra Buana. Mereka menemukan 4 orang suspect dan sudah diberi pot spitum untuk pemeriksaan lebih lanjut ke Puskesmas Ujan Mas. Kelompok 3 turun ke Dusun Kepahiang Kecamatan Kepahiang dipandu Bapak Mgs Hasim dan mereka menemukan 3 orang suspect.

Kelompok 4 praktik ke Desa Kelobak dengan pandamping Ibu Lidiawati Saragih bersama Ibu Wati Herlina anggota Dewan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Bengkulu. Kelompok ini menemukan 9 orang suspect. Serta kelompok 5 menuju Desa Pagar Gunung yang didampingi Petugas TB Puskesmas Kelobak dan Bapak Ujang Sutrisno. Mereka menemukan 4 orang suspect.

Kegiatan Pelatihan Kader TBC ‘Aisyiyah ini berakhir setelah pemaparan hasil praktik lapangan. Total suspect atau terduga TB yang telah mereka temukan hari ini berjumlah 21 orang. Selanjutnya seluruh kader mendapat mandat untuk bertugas mendapatkan suspect dan CNR tersebut. Target suspect di Kabupaten Kepahiang sebanyak 250 orang dan CNR 50 orang.
Kegiatan ditutup secara resmi oleh Bapak Drs. Abdul Rohim, M.Pd Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kepahiang. Dan pada akhir acara dilakukan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik dengan nilai post test tertinggi yaitu Bapak Khaidir Syah dan Ibu Helmiyesi. Juga peserta teraktif dan berpenampilan rapi yaitu Ibu Neti Herawati dan Bapak M. Haslimi. Mereka mendapat bingkisan hadiah yang diberikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kepahiang, anggota DPW ‘Aisyiyah Provinsi Bengkulu, Ketua DPD ‘Aisyiyah Kabupaten Kepahiang dan Wakil Supervisor Kepahiang. Selamat bertugas yaaa…


