"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Program Desa Setara

Pencanangan Desa Setara Bukan Hanya Tentang Ijazah Semata, Tetapi Tentang Membuka Pintu Kesempatan Kedua

Pencanangan Desa Setara Bukan Hanya Tentang Ijazah Semata, Tetapi Tentang Membuka Pintu Kesempatan Kedua

 Tebat Karai, 14 Juli 2025 – Hari ini, setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) program Desa Setara bersama Yayasan Az Zahra Kepahiang. Kepala Desa Juhardi dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa inisiatif ini akan menjadi kunci utama peningkatan harkat dan martabat warga desanya.

“Saya sangat percaya, program Desa Setara ini akan membawa perubahan signifikan,” ujar Kades Juhardi. Ia meyakini bahwa pendidikan nonformal adalah fondasi utama kemajuan. “Jika nanti ada warga kita yang berhasil sukses, misalnya mendapatkan pekerjaan lebih baik atau punya usaha maju karena punya ijazah, saya yakin masyarakat lain akan melihat dan pasti meniru. Mereka akan berbondong-bondong ikut program Desa Setara ini.”

Kades Peraduan Binjai melihat program ini sebagai langkah strategis untuk memberdayakan masyarakatnya yang mungkin selama ini terhambat dalam akses pendidikan. Dengan adanya kesempatan untuk mendapatkan ijazah setara SD, SMP, hingga SMA, ia berharap setiap warga dapat memiliki bekal yang cukup untuk bersaing dan mengembangkan potensi diri.

“Kami hadir untuk membantu mewujudkan wajib belajar 13 tahun di Desa Peraduan Binjai, melalui jalur pendidikan nonformal,” jelas Umi Yesi, Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang. “Ini bukan hanya tentang meraih ijazah, tapi juga membuka gerbang kesempatan yang lebih luas bagi semua lapisan masyarakat.”

Pencanangan Desa Setara ini bukan hanya tentang ijazah semata, tetapi tentang membuka pintu kesempatan, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun pondasi masa depan yang lebih cerah bagi seluruh warga Desa Peraduan Binjai.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Desa Setara di Desa Peraduan Binjai bisa menghubungi Koordinator Kecamatan, Merti (0821 8261 1190) dan atau datang langsung ke secretariat di PAUD Alifah, Pevi (0821 7631 0843)

MOU DESA SETARA DI PERADUAN BINJAI: Langkah Awal Menuju Desa Yang Berpendidikan Dan Berdaya Saing

MOU DESA SETARA DI PERADUAN BINJAI: Langkah Awal Menuju Desa Yang Berpendidikan Dan Berdaya Saing

Tebat Karai, 14 Juli 2025 – Semangat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, ditandai dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MOU) Desa Setara. Acara bersejarah ini berlangsung di Balai Desa Peraduan Binjai, disaksikan oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari Yayasan Az Zahra Kepahiang.

Kepala Desa Peraduan Binjai, Bapak Juhardi, menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap program ini. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kecerdasan saja tidak cukup untuk membawa perubahan dan pembangunan bagi desa. “Kita bisa pintar, tapi tanpa ijazah, kita tidak bisa berbuat banyak untuk pembangunan desa kita,” ujar Kades, disambut tepuk tangan hadirin.

Beliau pun mengajak seluruh warganya, terutama yang belum memiliki ijazah setara SD, SMP, atau SMA, untuk tidak malu dan segera kembali bersekolah melalui program kesetaraan. Kades optimistis bahwa dengan pendidikan yang lebih baik, masyarakat Desa Peraduan Binjai akan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan diri dan berkontribusi secara nyata bagi kemajuan desa.

Yayasan Az Zahra Kepahiang hadir sebagai pelopor dan fasilitator utama program Desa Setara ini. Helmiyesi, Ketua yayasan menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan nonformal bagi masyarakat yang terhambat, baik karena faktor usia, ekonomi, maupun geografis. Mereka berkomitmen penuh untuk mendampingi warga Desa Peraduan Binjai hingga berhasil meraih ijazah setara yang mereka butuhkan.

MOU ini menjadi langkah awal yang monumental bagi Desa Peraduan Binjai menuju desa yang lebih berpendidikan dan berdaya saing. Diharapkan, inisiatif ini akan menginspirasi desa-desa lain untuk turut serta dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Desa Setara di Desa Peraduan Binjai bisa menghubungi Koordinator Kecamatan, Merti (0821 8261 1190) dan atau datang langsung ke secretariat di PAUD Alifah, Pevi (0821 7631 0843)

 

Pak Efendi: “Putus Sekolah itu Warisan Kolonial, Jangan Mau Terjajah!”

Pak Efendi: “Putus Sekolah itu Warisan Kolonial, Jangan Mau Terjajah!”

 

Bermani Ilir, 13 Juli 2025 – Semangat membara untuk memajukan pendidikan di Desa Bukit Menyan semakin terasa dengan dukungan penuh dari Koordinator Kecamatan Bermani Ilir, Bapak Efendi. Dalam pidatonya yang penuh semangat, Pak Efendi menegaskan bahwa Program “Desa Setara” adalah solusi konkret untuk mendekatkan pendidikan langsung ke desa-desa, sekaligus membangkitkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi kemerdekaan bangsa.

“Program ‘Desa Setara’ ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk memastikan semua anak wajib sekolah,” tegas Pak Efendi. “Tidak ada lagi alasan bagi anak-anak kita untuk tidak mengenyam pendidikan. Kita harus menjemput bola, membawa sekolah ke tengah-tengah masyarakat.”

Pendidikan sebagai Senjata Melawan Penjajahan Modern

Dengan nada berapi-api, Pak Efendi juga menyentil isu putus sekolah yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. “Putus sekolah itu adalah warisan kolonial! Itu adalah cara penjajah untuk membuat kita bodoh, agar kita mudah diatur, mudah dieksploitasi,” serunya. “Jangan mau terjajah lagi! Pendidikan adalah senjata kita untuk melawan penjajahan modern, untuk meraih kemerdekaan sejati!”

Menurut Pak Efendi, Program “Desa Setara” bukan hanya sekadar program pendidikan, melainkan sebuah gerakan moral untuk memutus rantai kebodohan yang diwariskan dari masa lalu. Dengan konsep pendidikan kesetaraan yang fleksibel dan mudah diakses, diharapkan tidak ada lagi anak di Bermani Ilir, khususnya di Desa Bukit Menyan, yang tertinggal dari pendidikan.

“Mari kita jadikan Desa Bukit Menyan sebagai percontohan, bahwa dengan semangat gotong royong dan kesadaran akan pentingnya pendidikan, kita bisa menciptakan generasi yang cerdas, mandiri, dan tidak mudah dipecah belah,” pungkas Pak Efendi, disambut tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.

 

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang