Program Desa Setara
Sejarah Baru Program Desa Setara: Gema Harapan dari Desa Cugung Lalang
Zahra Publishing. Sejarah Baru Program Desa Setara: Gema Harapan dari Desa Cugung Lalang
UJAN MAS, 11 Juli 2025 – Pada hari ini digelar Sosialisasi Program Desa Setara di aula PAUD Gemilang Desa Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas. Inisiatif revolusioner dari Yayasan Az Zahra Kepahiang ini membawa kabar gembira yakni kesempatan kembali bersekolah secara gratis bagi anak-anak desa yang berusia 6-22 tahun.
Program Desa Setara dirancang untuk merangkul kembali mereka yang sempat putus sekolah, membuka pintu menuju ilmu pengetahuan dan keterampilan tanpa beban finansial. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab berlangsung hidup, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk kembali menimba ilmu.
Para kader desa dan perwakilan desa Tanjung Alam, Meranti Jaya, Suro Bali, Air Hitam turut hadir, menunjukkan sinergi kuat dalam mewujudkan impian pendidikan bagi masyarakat desa Cugung Lalang dan sekitarnya. Kehadiran Babinsa juga memberikan jaminan keamanan dan dukungan moril, memperkuat keyakinan bahwa program ini akan berjalan sukses dan berkelanjutan.
Kepala Desa Cugung Lalang dengan tegas menyatakan dukungan penuhnya, “Pendidikan adalah investasi terbesar kita untuk masa depan desa. Melalui program Desa Setara ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terhambat pendidikannya karena alasan biaya. Ini adalah kesempatan emas, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya!”
Dengan dicanangkannya Program Desa Setara, Desa Cugung Lalang menorehkan sejarah baru. Ini bukan hanya tentang kembali ke bangku sekolah, tetapi tentang menghidupkan kembali harapan, membangun potensi terpendam, dan bersama-sama menciptakan generasi yang lebih cerdas dan berdaya saing, membawa Cugung Lalang menuju masa depan yang lebih cerah.
Informasi lebih lanjut mengenai Desa Setara di Desa Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas dapat menghubungi Koordinator Kecamatan, Suci Amelia (0812-7130-0678) dan Mardhatilla (0813-6845-6250)

Ngotori Absen: Bagaimana Seharusnya Guru Berbicara?
Zahra publishing. Bagaimana Seharusnya Guru Berbicara?
Jumat, 11/7/2025. Ada kasus menarik yang disampaikan salah satu peserta sosialisasi Program Desa Setara mengenai alasan putus sekolah. Dia tersinggung dengan kalimat guru di sekolah sebelumnya, NGOTORI ABSEN! Fenomena kata guru “mengotori absen” memang bisa jadi pemicu anak putus sekolah. Hal ini termasuk kekerasan verbal yang dilakukan guru di sekolah.
Mari kita bahas dampak perkataaan guru tersebut, terutama bagaimana kalimat yang seolah sepele bisa berujung pada keputusan anak tidak mau datang ke sekolah lagi. Kalimat seperti “Kamu ini mengotori absen saja!” mungkin bagi guru hanya ekspresi kekecewaan sesaat. Namun, bagi beberapa anak yang sudah bergumul dengan berbagai kesulitan ekonomi, membantu orang tua, kata-kata itu bisa terasa seperti cap atau label negatif yang sangat merendahkan.
Dampak dari kekerasan verbal, meskipun tidak berupa pukulan fisik, bisa sangat dalam dan membekas, antara lain: (1) Menurunnya Kepercayaan Diri: Perkataan itu bisa membuat anak merasa malu di depan teman-teman, memperparah isolasi social, (2) Hilangnya Motivasi Belajar: Jika di sekolah ia hanya mendapat cercaan, motivasinya untuk datang dan belajar akan hilang. (3) Trauma Psikologis: Dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kecemasan, depresi, bahkan ketakutan berlebihan terhadap sekolah atau figur otoritas, (4) Putus Sekolah: Ini adalah konsekuensi paling ekstrem, di mana anak memilih menarik diri dari lingkungan yang dirasa toxic dan tidak mendukung.
Bagaimana Seharusnya Guru Berbicara?
Seorang guru memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan masa depan siswa. Berikut adalah beberapa cara guru seharusnya berbicara kepada anak yang sering terlambat: (1) Pendekatan Personal dan Privat: Jangan tegur di depan kelas. Ajak anak bicara empat mata, setelah jam pelajaran atau saat istirahat. Ini mengurangi rasa malu dan menciptakan ruang aman bagi anak untuk bercerita, (2) Mulai dengan Empati, Bukan Penghakiman, (3) Tawarkan Bantuan dan Solusi: Mengingatkan anak akan potensinya dapat menumbuhkan kembali semangatnya, (4) Komunikasi dengan Orang Tua/Wali: Jika perlu, komunikasikan masalah ini dengan orang tua secara bijak, bukan untuk mengeluh, tetapi untuk mencari tahu akar masalah dan bekerja sama mencari solusi.
Intinya, dalam kasus seperti ini, guru perlu menjadi jembatan, bukan tembok. Memahami bahwa di balik “masalah” seorang anak, seringkali ada cerita dan perjuangan yang lebih besar.
Nah, Bapak dan ibu guru di sekolah formal maupun nonformal, mari bijak dalam berkata-kata. Bisa jadi anak enggan ke sekolah karena kalimat kita yang tak di sengaja, sepele namun berat dampaknya.
Bagi anak yang tertarik kembali bersekolah, mari daftar ke PKBM Az zahra Kepahiang, Jln. Pengabdian. Kelurahan Padang Lekat. Kecamatan Kepahiang. Kabupaten Kepahiang. Provinsi Bengkulu. Kunjungi kami di https://maps.app.goo.gl/CghSGTGamDQ8FH9D6?g_st=ac
MoU Program Desa Setara, Wujud Komitmen Nyata Atasi Anak Putus Sekolah
Zahra Publishing. Program Desa Setara Resmi Dikukuhkan, Wujud Komitmen Nyata Atasi Anak Putus Sekolah di Desa Sidorejo
Kabawetan, Kepahiang – Satu langkah maju yang signifikan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di pedesaan hari ini terwujud di Desa Sidorejo. Bertempat di Balai Desa, telah dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Desa Setara antara Yayasan Az Zahra Kepahiang dengan Pemerintah Desa Sidorejo. Peristiwa ini menjadi komitmen nyata dari kedua belah pihak untuk secara serius mengatasi permasalahan anak putus sekolah dan memberikan akses pendidikan kesetaraan bagi seluruh warga yang membutuhkan, demi terwujudnya desa yang lebih berdaya dan berpendidikan.
Melalui penandatanganan PKS ini, Yayasan Az Zahra Kepahiang sebagai inisiator akan menyediakan kurikulum, tenaga pendidik, dan dukungan teknis untuk pelaksanaan program Paket A, B, dan C di Desa Sidorejo. Sementara itu, Pemerintah Desa Sidorejo berkomitmen penuh dalam memfasilitasi sarana dan prasarana belajar, mobilisasi calon peserta didik, serta dukungan anggaran melalui Dana Desa sesuai regulasi yang berlaku. Kerjasama strategis ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkelanjutan, memberikan kesempatan emas bagi setiap individu, terutama mereka yang terpaksa berhenti sekolah, untuk kembali mengejar impian dan mendapatkan ijazah yang setara.
Langkah konkret ini membuka lebar pintu masa depan bagi anak-anak putus sekolah dan masyarakat desa yang sebelumnya tidak memiliki akses memadai. Manfaatnya sangat luas: mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) desa, peningkatan keterampilan hidup dan peluang ekonomi warga, hingga penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Penandatanganan PKS Desa Setara ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan simbol harapan baru dan fondasi kuat bagi terwujudnya masyarakat Desa Sidorejo yang lebih cerdas, produktif, dan sejahtera.




