"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Uncategorized

KETERLIBATAN PKBM/SKB DALAM PENDIDIKAN KELUARGA

Keluarga merupakan pihak yang paling berkepentingan terhadap keberhasilan pendidikan anak. Maka pelibatan keluarga dalam proses pendidikan adalah sebuah keniscayaan.

Oleh karena itu Bapak Edy, S.S.M.Pd Kasi Evaluasi Subdit Prasarana dan Evaluasi Direktorat Pedidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas menyampaikan bahwa tahun 2019 ada 70 Kab/Kota sebagai penyelenggara pendidikan keluarga, salah satunya di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Untuk itu telah dilakukan bimbingan teknis penyelenggaraan pendidikan keluarga mulai tanggal 30 Juli s.d 2 Agustus 2019 di Golden Rich 88 Hotel, jln Iskandar Ong. Curup. Kabupaten Rejang Lebong. Peserta bimtek adalah Kepala Sekolah/Pengelola Pendidikan Formal dan Nonformal dari tingkat PAUD, SD, SMP dan PKBM/SKB serta pengawas/penilik dan perwakilan wali siswa yang berjumlah 50 orang.

 

PKBM Az Zahra Kepahiang dan SKB Kabupaten Kepahiang menjadi wakil penyelenggara pendidikan keluarga di Pendidikan nonformal. Mengapa PKBM/SKB harus berperan dalam pendidikan keluarga?

Seperti yang kita ketahui bahwa sasaran peserta didik di PKBM/SKB adalah anak yang BERMASALAH, baik masalah ekonomi, sosial, waktu, kesempatan dan geografi tidak dapat mengikuti pendidikan di sekolah formal. Permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dengan tuntas tanpa keterlibatan orangtua. Apalagi SDM dan sarana prasarana yang dimiliki lembaga nonformal masih jauh dari harapan. Maka peran orangtua sangat penting di PKBM/SKB.

Apa saja peran orangtua dalam pendidikan keluarga yang dapat dilakukan di PKBM/SKB?

  1. Orangtua mengantar anak pertama sekali ke PKBM/SKB. Mengantar anak pertama sekali ke PKBM adalah bentuk dukungan orangtua terhadap anak yang mau melanjutkan pendidikannya. Apalagi jika anak sudah lama tidak/putus sekolah, mereka cenderung malu dan tidak percaya diri untuk kembali bersekolah. Dengan mengantar anak untuk pertamasekali ke PKBM, anak merasa bahwa dia diperhatikan dan disayang orangtuanya. Bentuk empati seperti ini berpengaruh besar pada tumbuh kembang anak hingga anak dapat kembali melanjutkan pendidikan dan dapat berprestasi seperti teman sebayanya.
  2. Mengarahkan anak untuk rajin mengikuti tatap muka yang ditentukan. Orangtua harus mengetahui kapan jadwal tatap muka dilaksanakan sehingga dapat mengingatkan dan mengontrol kehadiran mereka di PKBM
  3. Menandatangani kontrak belajar mandiri. Orang tua menyadari bahwa belajar mandiri mutlak dilakukan agar ketuntasan belajar tercapai. Sumber belajar mandiri dapat diperoleh dari modul atau bahan belajar yang lainnya
  4. Mengikuti kelas orangtua. PKBM sudah selayaknya memprogramkan kelas orangtua ini minimal 2 kali dalam semester. Hal ini penting untuk menyampaikan pola asuhan positif dan dukungan psikologis awal. Tanpa kita sadari pola asuhan di keluarga berpengaruh erat dengan permasalahan yang dihadapi anak. Di kelas orang tua mereka bisa saling curhat dan berdiskusi untuk mencari solusi permasalahan anak. Di kelas orang tua mereka belajar empati dan mengerti dunia anak-anak mereka.
  5. Memotivasi anak mengikuti Kelas Inspirasi. Kelas ini dapat dikelola dengan mendatangkan alumni-alumni program kesetaraan yang sukses dan berhasil dengan segala profesinya. Atau dapat mengundang  peserta didik penyandang disabilitas yang berhasil dalam pendidikannya dan memiliki prestasi gemilang. Kelas inspirasi bertujuan untuk memotivasi peserta didik agar dapat mengeskplore minat dan bakatnya melalui contoh nyata dari alumni atau lingkungan sekitar.
  6. Berperan aktif dalam mengadakan pentas seni/karya akhir tahun. Orang tua dapat ikut serta dalam mempersiapkan anak mengikuti pentas seni/karya akhir tahun yang dilakukan sekolah. Setiap anak pasti memiliki talentanya masing-masing. Maka melalui pentas seni/karya ini prestasi anak dapat diekspresikan dengan baik.

 

Menurut Greenwood & Hickman (dalam Gürbüztürk & Sad, 2010) menyebutkan bahwa keterlibatan orang tua di sekolah memberikan kontribusi yang positif dalam prestasi akademis, frekuensi kehadiran, iklim sekolah, persepsi orang tua dan anak tentang belajar di kelas, sikap dan perilaku positif anak, kesiapan anak untuk mengerjakan PR, peningkatan waktu yang dihabiskan anak bersama orang tuanya, aspirasi pendidikan, kepuasan orang tua terhadap guru, dan kesadaran anak terhadap kehidupan yang baik. Lalu apa Manfaat Pelibatan Keluarga Bagi Anak, Orangtua dan Satuan Pendidikan nonformal?

  1. Meningkatkan kehadiran anak
  2. Meningkatkan sikap dan perilaku positif anak
  3. Meningkatkan keinginan anak untuk bersekolah
  4. Meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak
  5. Meningkatkan harapan orang tua pada anak
  6. Meningkatkan dukungan orang tua kepada sekolah
  7. Meningkatkan semangat kerja guru
  8. Mendukung iklim sekolah yang lebih baik
  9. Mendukung kemajuan sekolah secara keseluruhan

 

Bimtek Pendidikan Keluarga di Kabupaten Kepahiang yang diketua Netti Herlina, S.Sos Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF dan dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan dipandu oleh Eka Wahyu A, S.Pd Fasilitator Pusat dan para Fasilitator Kabupaten yaitu Elfi Adriyani, M.Pd; Netti Herawati, M.Pd dan Yasmisona, S.Pd. Narasumber lainnya dari BP PAUD dan Dikmas Bengkulu yaitu Bapak Murhin, M.Pd; Ibu Nyimas Masrita, M.Pd dan Ibu Ir. Yeny Setyati, M.Pd

 

PROFIL LANSIA DAMPINGAN AZ-ZAHRA KEPAHIANG

 

 

NO

PROFIL

FOTO

1

Nama   : SALIEM

NIK      : 1708060107430019

Umur    : 75 tahun

Alamat : Desa Tangsiduren

Lansia miskin sudah 10 tahun tidak bisa bergerak dari tempat tidur
(baddriden).

2

Nama   : NGADINEM

NIK      : 01/SK/SR/III/2017

Umur    : 80 tahun

Alamat : Desa Sidorejo

Lansia miskin mengalami stroke sudah 10 tahun. Tinggal bersama
anak (janda) berjualan sayur sayuran.

3

Nama   : WONGSO REJO

NIK      : 1708064304470001

Umur    : 73 tahun

Alamat : Desa Sidorejo

Lansia stroke, memakai tongkat. kondisi miskin, tinggal dengan
isteri yang berjualan kerupuk

 

4

Nama   : KOTIJAH

NIK      : 1708064301410001

Umur    : 77 Tahun

Alamat : Desa Bandung Jaya

Lansia miskin, tinggal di kamar yang sempit dan penggap. Kondisi
stroke.

 

5

Nama   : HAUNA

NIK      : 1708044107380066

Umur   : 80 tahun

Alamat : Desa Kelobak

Lansia miskin sudah tidak bisa berpindah tempat (badridden) karena
patah kaki setelah kecelakaan 3 tahun yang lalu.

 

6

Nama   :  RABIAH

NIK      : 1708040308790005

Umur    : 82 Tahun

Alamat : Desa Pelangkian

Lansia sudah tidak bisa berpindah tempat (badridden). Lansia hanya
di temani pada malam hari. Siang di tinggal sendirian.

7

Nama   : IMANDIRI

NIK      : 1708011401400001

Umur    : 90 tahun

Alamat : Desa Taba  Tebelet

Lansia sudah pikun. Kondisi stroke hanya bisa duduk dan bergerak
terbatas

 

8

Nama   : SUYONO

NIK      : 1708030306370001

Umur    : 81 tahun

Alamat : Desa Tebing Penyamun

Lansia miskin, Menderita Prostat dan hernia. Tidak bisa beraktifitas
selain duduk saja.

 

9

Nama   : KGS ARFAN

NIK      : 1708011401480001

Umur    : 70 tahun

Alamat : Kel Psr Kepahiang

Lansia miskin, lumpuh karena stroke. Tidak bisa beraktifitas
selain duduk saja.Tinggal dengan isteri yang berjualan mpek mpek

 

10

Nama   : Mat Suher

NIK      : 1708040107530001

Umur    : 65 tahun

Alamat : Kel Padang Lekat

Keterangan:

Mengalami Kebutaan sejak kecelakaan di bacok orang tak di kenal,
tidak bisa bekerja lagi dan hanya bergerak di dalam rumah saja. Kondisi
miskin.

 

 

11

Nama   : Burhan

NIK      : 1708040107600109

Umur    : 68 tahun

Alamat : Kel Padang lekat

Keterangan:

Tuli dan buta total mata sebelah kiri dan mata sebelah kanan
rabun. Hanya tinggal di rumah bagian depan karena bagian dapur agak curam
(rumah tidak ramah lansia) dan tidak bisa beraktifitas banyak lagi

12

Nama   : SILAMIA

NIK      : 1708045008380002

Umur    : 80 tahun

Alamat  : Kel Padang Lekat

Keterangan:

Lansia miskin hidup sendirian (sebatangkara) di rumahnya yang
sempit, dan memiliki penyakit rhematik. Hidup bergantung pada tetangga

13

Nama   :  SUBI

NIK      : 1708045008540001

Umur    : 65 tahun

Alamat : Kel Padang Lekat

Keterangan:

Lansia hidup bersama isteri, tanpa keturunan dan berpenyakit
diabetes. Hidup menumpang di Mes Kebersihan. Isteri berjualan ikan keliling.

14

Nama   : KASIAWATI

NIK      : 1708044107640118

Umur    : 70 tahun

Alamat : Kel Padang Lekat

Lansia ini baru di tinggal suami meninggal dunia. berpenyakit
kelainan usus. Hidup sendirian karena
anak anaknya bekerja dan tinggal di daerah lain. Kondisi sangat miskin

15

Nama   : PAINEM

NIK      : –

Umur    : 79 tahun

Alamat : Desa Kutorejo

Hidup bersama cucu
laki-laki yang masih remaja. Sudah linglung dan pikun. penghasilan dari
bantuan tetangga sekitar

16

Nama   : KOSASIH

NIK      : 1708040610540001

Umur    : 62 tahun

Alamat : Kel. Psr Sejantung

 

Lansia miskin, hidup menumpang dengan orang lain. Kondisi sudah
rabun dan sering sakit sakitan.

 

17

Nama   : SALAMIATI

NIK      : 1708044107350005

Umur    : 82 tahun

Alamat : Kel. Psr Sejantung

 

Lansia berjalan memakai tongkat dari kayu. kondisi miskin dan
tinggal dengan anak (janda) penjual lotek

18

Nama   : NURHUDA

NIK      : 453647441702012036

Umur    : 83 tahun

Alamat : Desa Weskust

Lansia miskin hidup
sendiri tanpa anak dan suami (sebatangkara).

 

19

Nama   : KARTINEM

NIK      : 1708044106800001

Umur    : 71 tahun

Alamat : Kel. Psr Sejantung

Hidup
berpindah-pindah dari satu anak ke anak yang lainnya. Kondisi kaki lumpuh
sehingga memakai tongkat dan perlu bantuan orang lain untuk beraktifitas
. Kondisi miskin.

 

20

Nama     : SAHARUDIN

NIK        : 1708041810330001

Umur      : 85 tahun

Alamat   : Desa Weskust

Lansia ini sudah lama lumpuh dan hanya bisa duduk di tempat
tidurnya.

Hidup bersama istri yang juga sakit-sakitan, dengan kondisi rumah
yang tidak ramah lansia.

21

 Nama   : DASIEM

NIK       : 1708041910680003

Umur     : 90 tahun

Alamat   : Desa Kutorejo

 

Lansia miskin, hidup bersama anak dan sakit sakitan

 

22

Nama     : RODIYAH

NIK       : 1708044107280003

Umur     : 90 tahun

Alamat   : Kel. Padang Lekat

Kondisi lansia lumpuh. Tinggal bersama anak (janda) yang berjualan
kue keliling.

23

Nama   : SUMIRAH

NIK      : 1708044602450001

Umur      : 73 tahun

Alamat : Kel. Psr Kepahiang

 

Lansia lumpuh dan hidup bersama suami yang menjual baju bekas.
Tanpa keturunan dan rumah menumpang

24

Nama   : SETA

NIK      : 02/SK/WK/2017

Umur    : 85 Tahun

Alamat : Desa Weskust

 

Lansia miskin tinggal
bersama anak laki laki (bujangan). Sering di tinggal sendirian di dalam rumah
karena anak bekerja.

25

Nama      : MENCEP

NIK        : 1708064402360001

Umur        : 82 tahun

Alamat   : Desa Sidorejo

 

Lansia tinggal di bagian dapur rumah karena rumah tidak ramah
lansia. kondisi bungkuk karena kecelakaan dan memakai tongkat.

 

26

Nama   :  BARIA

NIK      : 1708045206460001

Umur    : 72 tahun

Alamat : Desa Permu

Lansia miskin, buta total dan stroke. Aktifitas hanya di kamar dan
di temani malam hari saja.

 

27

Nama   :  HAMIDA

NIK      :  541/6/II/1971

Umur    : 87 tahun      

Alamat : Desa Nanti Agung

 

Lansia lumpuh. Tinggal dengan anak yang buruh tani dan kondisi
miskin.

28

Nama    :  NUYA

NIK
:19708/474.4/17.02.01.2034/1993

Umur    : 85 tahun

Alamat : Desa Nanti Agung

 

Lansia miskin, tinggal bersama anak (janda) yang bekerja sebagaim
buruh teh

29

Nama   :  SAKADA

NIK      :
474.4.1685.17.02.14.2034

Umur    : 86 tahun

Alamat : Desa Nanti Agung

 

Hidup Sebatang kara di rumah yang sudah tak layak huni. Hidup
bergantung dengan tetangga

30

Nama   :  WATI

NIK      :  11108/474.4/17.02.01

Umur    : 80 tahun      

Alamat : Desa Imigrasi Permu

Miskin dan tuli. Hidup bersama anak yang masih bujangan

31

Nama   :  M SALEH

NIK      :
1708040107440036 

Umur    : 74 tahun      

Alamat : Desa Imigrasi Permu

Lansia tinggal sendirian (sebatang kara). Berpenyakit darah tinggi
dan bertongkat

32

Nama   :  SAHARIA. S

NIK      :  14954/474.4/17.02.01.20

Umur    : 92 tahun      

Alamat : Desa Taba Santing

Lansia tinggal sendirian (sebatang kara).

33

Nama   :  HAPSAH

NIK      : 1708034107240001

Umur    : 76 tahun

Alamat : Desa Taba Santing

 

Lansia tinggal sendirian (sebatang kara).

34

Nama   :  MARPUA

NIK      : 1708044107480112

Umur    : 70 tahun      

Alamat : Desa Sukamerindu

 

Lansia tinggal sendirian (sebatang kara).

35

Nama   :  MENAH

NIK      :  1708044107280010

Umur    : 90 tahun      

Alamat : Desa Imigrasi Permu

 

Lansia miskin, sudah pikun. sering berjalan dan tidak tau jalan
pulang

36

Nama   :  WAN ALI

NIK      : 1708011007500000

Umur    : 70 tahun

Alamat : Desa Cinta Mandi Baru

Lansia sudah tuli dan kondisi rumah sangat memprihantinkan

37

Nama   :  DAMSI

NIK      : 1708014506400001

Umur    : 78 tahun

Alamat : Desa Cinta Mandi Baru

 

Lansia tuli, hidup sendiri dengan cucu yang masih kecil (kelas 5
SD) karena anaknya menjadi TKW

38

Nama   :  AJI PAHYA

NIK     :  1708016055050001

Umur   : 68 tahun       

Alamat : Desa Cinta Mandi Baru

 

Lansia miskin hidup bersama suami, kondisi tuli dan suami buta.

39

Nama      :  DEMANG BAKSIR

NIK        :
1708014707300001

Umur      : 78 tahun    

Alamat   : Desa Cinta Mandi
Baru

 

Lansia tinggal di gubuk dan mengurusi anak nya yang cacat sejak
kecil. Kondisi sangat miskin

40

Nama   :  BIN

NIK      :  1708014707500001

Umur    : 68 tahun      

Alamat : Desa Cinta mandi

Lansia buta total. Hidup bergantung dengan
pertolongan orang lain

41

Nama   :  BAUNA

NIK     : 1708016506410001 

Umur   : 77 tahun

Alamat : Desa Sosokan Cinta Mandi

Lansia tinggal di dapur tanpa kamar, dengan
alasan mudah di angkat jika akan ke kamar mandi.

42

Nama   : NET

NIK     : 1708014707400001

Umur   : 78 tahun

Alamat : Desa Sosokan Cinta Mandi

Lansia berada di rumah yang sangat tinggi,
tinggal dengan anak bekerja sebagai buruh tani.

43

Nama   : ISMAIL

NIK      : ‘470/02/CM/2017

Umur    : 86 tahun      

Alamat : Desa Cinta Mandi

Lansia buta dan lumpuh. Hanya tinggal di kamar
dengan bantuan orang lain.

44

Nama   : M. RASYID

NIK      : 02/SKD/LL/2015   

Umur    : 79 tahun

Alamat : Desa Limbur Lama

 

Lansia miskin, berada di rumah papan yang tinggi. Di temani oleh
cucu

45

Nama   : RAKYA

NIK      : 470/02/CM/2017

Umur    : 88 tahun      

Alamat : Desa Cinta Mandi

 

Lansia dalam kondisi rabun. Tinggal sendiri di rumahnya

46

Nama   : MARYA

NIK      : 1708046503420002

Umur    : 76 tahun

Alamat : Desa Tebat Monok

 

Lansia miskin, berpenyakit darah tinggi dan
hidup dengan cucu

47

Nama   : FATIMAH

NIK      : 1708042910410001

Umur    : 73 tahun      

Alamat : Desa Tebat Monok

 

Lansia tinggal sendiri di rumah, kondisi
sangat miskin.

48

Nama   : MAT CIK

NIK      : 1708011404400001

Umur
: 78 tahun

Alamat : Desa Tebat Monok

Lansia stroke, tinggal menumpang

49

Nama   : RISUNA

NIK      : 1708015002490001

Umur
: 69 tahun

Alamat : Desa Tebat Monok

 

Lansia sebatangkara, dengan kondisi rumah yang
tak layak huni dan hidup bergantung dengan bantuan tetangga. Kondisi juga
stroke memakai tongkat.

 

50

Nama   : ARSAD

NIK      : 1708030107330001

Umur
: 85 tahun

Alamat : Desa Tebat Monok

 

Lansia sakit stroke dan kondisi miskin

 

 

Nama Lembaga: Yayasan Az Zahra Kepahiang

Nama Pimpinan: Helmiyesi, M.Si

No Tel/Hp: 085267887453

Alamat lembaga: Jl. Pengabdian.
Kelurahan Padang Lekat. Kecamatan Kepahiang. Kabupaten Kepahiang. Provinsi
Bengkulu. Kode pos 39372

Donasi untuk lansia tersebut ke rekening berikut

 

Ganti “game” di gadget dengan bermain PUZZLE

Saat ini, zaman yang serba canggih dan berteknologi tinggi, sudah tidak aneh jika anak lebih sering membawa GADGET untuk memainkan ‘game’ favoritnya. Hal ini membuat dampak buruk bagi anak terutama anak usia dini. Sebab pancaran radiasi pada gadget dapat merusak mata dan pertumbuhan otak anak. Psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Jakarta, Jane Cindy, menegaskan gadget dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Gadget memiliki dampak yang dapat menyebabkan kecanduan, terutama bila anak terbiasa bermain dengan gadget. Anak akan terus-menerus menggunakan gadget dan perkembangan interaksi sosial menjadi terhambat.

Padahal permainan yang sederhana tidak kalah seru untuk anak anda. Selain itu beberapa permainan akan membantu dalam perkembangan emosi anak anda. Salah satu permainan yang dapat anda kenalkan pada anak adalah bermain PUZZLE. Puzzle adalah mainan menyusun gambar, gambar diacak terlebih dahulu. Sehingga anak mencoba menyusunnya di dalam bingkai dengan menghubungkan potongan-potongan kecil sehingga menjadi gambar utuh. Kepingin gambar puzzle umumnya dibuat tidak simetris sehingga keping gambar itu unik dan membantu pemain dalam memudahkan menyusun. Dari bentuk dan potongan puzzle dapat disesuaikan sesuai dengan anak anda. Pilihan potongan puzzle yang tidak terlalu rumit untuk metode awal mengenalkan permainan puzzle pada anak.

 

Puzzle sudah dapat dikenalkan pada anak berusia 10 bulan dengan kepingan puzzle yang sedikit dan mudah. Makin tinggi usia anak anda dapat mengenalkan dengan kerumitan yang lebih tinggi dengan gambar dan kepingin gambar yang semakin banyak. Taukah anda, bahwa bermain puzzle yang terlihat sederhana ini dapat membantu dalam perkembangan emosi anak.

Menurut situs https://bidanku.com/manfaat-bermain-puzzle-untuk-anak, Berikut ini adalah beberapa manfaat bermain puzzle untuk anak :

  1. Problem solving

Dengan bermain puzzle akan membantu meningkatkan memecahkan masalah. Permainan ini akan membantu anak anda untuk berpikir dari berbagai sudut pandang untuk menyelesaikan potongan-potongan puzzle hingga membentuk gambar. Bermain puzzle juga dapat membantu anak anda untuk mencapai tujuan dan memiliki sesuatu yang dibanggakan sehingga membuatnya terdorong untuk tetap tekun menghubungkan potongan-potongan puzzle. Hal ini akan mendorong anak untuk belajar dan mencoba untuk memecahkan masalahnya dengan cara/sudut pandang yang bervariasi.

  1. Mengembangkan kordinasi mata dan tangan

Puzzle memilii berbagai gambar, bentuk dan warna. Dengan ragam yang berbeda akan membantu anak dalam meningkatkan kordinasi mata dan tangan mereka. Anak anda akan dilatih untuk meletakan potongan puzzle dengan membentuk beberapa bagian yang berbeda-beda. Sehingga membuat anak belajar dalam melibatkan gerakan dan juga kosentrasi saat mengenal pada saat waktu bersamaan.

  1. Mengembangkan Keterampilan motorik anak

Dengan bermain puzzle, anak anda harus mengambil sesuatu yang membuat garis dan memindahkan barang tanpa harus membuat rusak. Ini akan menambah keterampilan motori. Bukan hanya dalam gerakan dasar melainkan puzzle juga akan membantu dalam mengontrol gerakan dan meletakan pada suatu di tempatnya. Dengan permainan yang dapat  melatih  keterampilan motorik akan membantu anak berlatih kemampuan, seperti menulis dan juga  makan dengan baik.

  1. Mengembangkan keterampilan kognitif

Taukah anda, bahwa dengan bermain puzzle anak anda dilatih mengenali ukuran, gambar dan bentuk yang berbeda sehingga akan membantu anak anda dalam meletakan potongan puzzle di segala arah dengan harmonis dan bersamaan. Sehingga dengan latihan seperti itu akan membuat anak anda berlatih keterampilan kognitif. Permainan ini akan membantu dalam dasar-dasar yang dilakukan termasuk dalam alfabet, objek dan hitungan yang menjadi dasar pembelajarannya.

  1. Melatih Kesabaran

Dengan bermain puzzle anak akan dituntut untuk menggabungkan potongan puzzle sehingga harus sabar dalam menyusun gambar yang ada di kotak yang sudah disediakan. Anak akan berlatih sabar dalam menjalankan proses hingga menemukan ‘goal’ yang diinginkan

Azzahra memasarkan alat permainan edukatif (APE) bagi anak usia dini, umur 10 bulan hingga 6 tahun. Unit usaha ini dikelola oleh badan hukum Koperasi Syariah yaitu Baitul Maal wat Tamwil Azzahra yang merupakan Badan Usaha Milik PKBM Azzahra Kepahiang. Dengan SK menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 07/BH/IX.8/XI/2015 tanggal 23 November 2015.

Salah satu APE yang di tawarkan adalah PUZZLE.

Harga puzzle ukuran kecil Rp.25.000,-

Harga puzzle ukuran sedang Rp.45.000,-

 

 

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang