"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Tutor Menulis Untuk Pendidikan Berkarakter di SPNF SKB Lebong

Lebong, 30/12/2018. Tutor Menulis Untuk Pendidikan Berkarakter adalah Tema yang dipilih oleh Bu Nurhasanah Ketua Pelaksana Kegiatan Peningkatan Mutu Tutor Pendidikan Kesetaraan di SPNF SKB Lebong. Kegiatan ini diikuti oleh Tutor Bantu, Tutor Kunjung Desa Topos dan Penyelenggara sebanyak 20 orang. Acara dibuka oleh Bapak Andri Darmawan, S.Pd Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong. Beliau sangat mendukung dan antusias dengan kegiatan Tutor Menulis, apalagi ketika mendapat hadiah dari Umi Yesi, Penulis Buku Pendidikan Masyarakat yang sedang naik daun di provinsi Bengkulu.

 

Menurut Pak Andri, Tutor wajib bisa menulis. Karena pekerjaan sebagai Tutor menuntut hal tersebut, baik itu menulis persiapan belajar (Silabus, RPP dan Modul) maupun menulis buku-buku bacaan seperti Umi Yesi. Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang ini sangat produktif dalam menulis, sebab dalam waktu 3 bulan sudah menerbitkan 3 buku. Artinya satu bulan satu buku. Ini layak kita jadikan contoh. “Saya berharap Tutor SPNF SKB Lebong dapat menjadi pelopor dalam hal penulisan buku.”

Kepala SPNF SKB Lebong, Ibu Maryani, S.Pd ikut serta memantau dan memberi semangat kepada para Tutor agar mampu menulis. Menurut beliau, saat ini gerakan literasi Indonesia sudah sampai ke desa-desa. Untuk itu perlu ditunjang dengan bahan bacaan yang bermutu dan berkarakter. Peserta didik harus dibekali dengan pemahaman keilmuan dengan baik, salah satunya melalui buku bacaan. Dan buku bacaan terbaik adalah buku yang ditulis oleh Tutor itu sendiri.

Umi Yesi, sapaan akrab Helmiyesi, M.Si yang menjadi narasumber kegiatan ini mengatakan bahwa Semua Orang, tak terkecuali siapa pun dia, mempunyai potensi yang sama dalam menulis. Sebab menulis itu semudah orang berbicara. Dia memberikan tips agar menulis itu menjadi mudah yaitu (1) Menulis adalah kesenangan, (2) Menulis adalah berbicara, (3) Menulis berarti berbagi, (4) Menulis Ekspresi Diri, (5) Menulis wujudkan mimpi.

Dengan bahasa sederhana dan ulasan cara menulis yang asyik membuat peserta tertarik untuk mengikuti jejak Umi Yesi. Ketika mereka ditantang untuk menulis selama sepuluh menit dengan kata kunci TUTOR, MODUL, BERKUALITAS dan ditulis minimal satu halaman. Peserta langsung serius menulis dan praktek di bukunya masing-masing. Hasilnya??

Di luar dugaan…hampir semua peserta mampu menulis satu halaman, bahkan ada yang lebih. Dan dengan percaya diri mereka membacakan tulisan tersebut di depan peserta lainnya. Ada cerita yang lucu, ada yang gembira, ada pula cerita yang romantis. Semua Tutor mampu menulis dengan gaya bahasanya masing-masing.

Di akhir sesi, mereka berjanji akan menulis minimal 1 tema per tutor dan tulisan tersebut akan dikumpulkan hingga layak menjadi sebuah buku. Untuk editing naskah, lay out, desain cover dan menerbitkan buku hingga ber-ISBN akan dibantu sepenuhnya oleh Tim Azzahra Publishing.

Jadi, bagaimana supaya bisa menulis ?

BUKAN IKUT PELATIHAN!

BUKAN NGOBROLIN CARANYA NULIS!

BUKAN YANG LAIN!

SUPAYA BISA NULIS……????

CARANYA YAAA …….NULIS-LIS-LIS-LIS!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − two =