"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

TIPS PUASA RAMADHAN DALAM MASA DARURAT COVID-19

Kepahiang, 24/4/2020. TIPS PUASA RAMADHAN DALAM MASA DARURAT COVID-19

Hari ini adalah puasa pertama di bulan Ramadhan yang terasa sunyi. Puasa perdana yang paling mengelisahkan hati. Ramadhan pertama terasa berbeda. Saat adzan isya berkumandang tadi malam, ingin rasanya datang dan memenuhi masjid namun MUI, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta beberapa ormas islam menghimbau untuk shalat taraweh di rumah saja. Kita tidak boleh datang ke masjid untuk shalat dan taraweh berjamaah sebagaimana mestinya. Aah….sedih rasanya.

Hal ini dikarenakan wabah Penyakit coronavirus (COVID-19) yang sedang melanda sejumlah daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Kepahiang. Dan Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Kepahiang yaitu Bupati Kepahiang,  Hidayattullah Sjahid telah mengumumkan hasil swab test yang telah dijalani oleh ke 3 warga Kabupaten Kepahiang. “Pasien 01 (48 Tahun), Pasien 02 umur 46 Th warga Tebat monok (istri) dan Pasien 03 Laki-laki umur 8 tahun (anak) dan berdasarkan hasil swab pasien 01, 02, dan 03 hasilnya Positif Covid-19,” terang Ketua Gugus Tugas Covid 19, Selasa (21/04).

Informasi ini menambah ketakutan masyarakat untuk keluar rumah dan pemerintah daerah gencar mensosialisasikan gerakan tinggal di rumah saja. Jangan kemana-mana…shalat dan taraweh di rumah. Ramadhan tahun ini tidak dapat dilakukan di ruang publik, seperti masjid. Meski tidak bisa tadarus bersama, tarawih bersama dan iktikaf di masjid, tetapi tidak boleh mengurangi amalan dengan tetap beribadah di rumah.

Ramadhan tahun ini hadir saat dunia sedang dilanda pandemi COVID-19. Maka, banyak hal yang harus disesuaikan agar nilai ibadah tidak berkurang sekaligus berikhtiar melawan corona di rumah. Berikut amalan-amalan menyambut Ramadhan di tengah masa pandemi:

Menata niat yang baik, ikhlas dan menyambutnya dengan penuh kegembiraan

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka.”

Begitu mulianya bulan Ramadhan sehingga menyambut dengan perasaan senang dan gembira saja Allah SWT akan memberikan jaminan surga kepadanya. Dengan catatan jika semua itu dilaksanakan dengan penuh keimanan dan keihlasan. Artinya puasa di rumah dan tidak boleh kemana-mana harus kita taati dengan ikhlas dan tetap berbahagia karena untuk kemaslahatan bersama.

Membaca Al Qur’an dan Perbanyak Sedekah

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 29-30)

Di masa pandemi ini kita manfaatkan untuk membaca alquran di rumah, begitu besar manfaat membaca alquran di bulan Ramadhan dimana nilai pahalanya dilipatgandakan hingga sepuluh kali lipat dari biasanya.

Sedekahpun dapat kita lakukan dengan cara membeli dagangan saudara kita yang berjualan di rumah melalui delivery online, karena mereka tidak memiliki pendapatan seperti hari biasanya, sebelum masa darurat ini. Menyumbangkan rejeki melalui donasi-donasi yang digerakkan pemerintah atau berbagai organisasi untuk membeli APD tim medis atau memberi bantuan kepada masyarakat yang kena dampak corona ini.  

Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Untuk kegiatan silaturahmi dan saling meminta maaf bisa dilakukan melalui media sosial dan media daring mengingat masih ada kebijakan untuk physical distancing dan PSBB.

“Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar diat kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu nikmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. (QS Al-Baqarah ayat 178).

 Ikut Kajian Online

Di zaman yang serba modern ini, kita tak perlu keluar rumah untuk melakukan kajian. Sebab saat ini sudah banyak kajian-kajian via online. Kita bisa mendengarkan ceramah dari ustaz melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram hingga YouTube. Kita juga bisa memilih tema kajian apa yang diinginkan.

 Olahraga

Kegiatan lainnya yang bisa dilakukan saat bulan puasa ditengah masa pandemi covid-19 adalah berolahraga. Olaharaga bisa dilakukan dimana saja, termasuk di rumah. Tak perlu olahraga berat, bisa melakukan beberapa olahraga ringan agar tubuh tetap sehat. Seperti peregangan, yoga, hingga lari-lari kecil. Kita bisa melakukan olahraga disaat pagi hari atau sore hari saat menunggu waktu berbuka tiba.

Demikian Tips atau amalan yang dapat kita lakukan selama bulan Ramadhan tahun ini. Meski ruang gerak terbatas, tapi ibadah tetap harus maksimal. Kita berdoa agar wabah ini cepat berlalu dan kita dapat segera bertemu dan bertegur sapa sebagaimana mestinya.

Puasa di rumah happy…nikmat…dan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − five =