"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

BERDAMAI DENGAN ALLAH

BERDAMAI DENGAN ALLAH

Pagi sekali, ada pesan dari dokter Ramadhanus di grup Alumni PPA For Healing. Beliau guru saya dalam upaya kebaikan, sedekah energy. Sebuah upaya membantu sesama yang sedang sakit fisik atau psikisnya.

Sejak mendalami ilmu terapi yang diajarkan di kelas dr.Rama, sudah beberapa kasus yang saya tangani. Kasus dominan permasalahan perempuan dan anak. Hal ini sejalan dengan tugas dan fungsi saya sebagai Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia di Kabupaten Kepahiang.

Dalam membantu permasalahan perempuan dan anak, ada kalanya mendapat hambatan disana sini. Salah satunya pertentangan dari pihak tertentu yang tidak ingin anaknya “dibantu” dalam menghadapi kasusnya. Hal ini tentu membuat saya kecewa, uluran tangan tulus untuk membantu dibalas dengan penolakan.

Lalu, seolah tahu pergolakan bathin yang saya rasakan, dokter Rama menulis nasehatnya melalui grup whatsapp alumni PFH pagi. Nasehat untukku dan untuk semua alumni yang sedang rutin menjalankan sedekah energy untuk membantu sesama.

Setelah membaca nasehat tersebut, maka bismillah…saya siap menghadapi hari ini dengan damai. Saya tidak peduli apakah usaha ini akan disukai orang atau tidak. Saya adalah hamba, tugas saya adalah ikhtiar untuk peduli dan terus membantu semampu saya. Hasilnya untuk Allah semata, boleh jadi satu anak yang saya bantu hari ini akan menyelamatkan nasib anak-anak saya sendiri di kemudian hari.

Aku merasa ini nasehat untukku pribadi yang sedang dilema karena “merasa” telah berbuat baik. Padahal kebaikan itu datangnya dari Allah. Allahlah yang maha membolak-balikkan hati manusia. Jika orang jahat datang ke kita lalu menjadi baik, itu karena Allah yang berkenan membuatnya menjadi orang baik. Bukan lantaran saya mereka jadi baik. Kasih sayang Allah lah yang meresab di hati mereka, hingga hidayah masuk dan menjadikan keburukan menjadi kebaikan. Astaqfirrullah al adhim….ampuni hamba ya rabb

Berikut nasehat gurunda dr. Rama

BERDAMAI DENGAN ALLAH

 Pernahkah Anda kebingungan dan bahkan merasa susah serta menderita, di saat Anda menginginkan orang-orang yang dicintai kembali di jalanNya? Akan tetapi tanggapan mereka malah sebaliknya, kerusakannya semakin menjadi-jadi. Padahal niat baik serta kebaikan terus menerus Kita lakukan untuk memberikan penyadaran pada mereka.

Kecewa? Putus asa?

Jangan, sahabatku …

Inilah fase di mana Kita mesti berdamai dengan Nya.

Tentang orang lain yang belum berjalan di atas jalan Nya.

Kita janganlah memaksakan kehendak orang yang Kita cintai mesti berubah, apapun alasannya.

Sebab sejatinya, perubahan itu bukan dari Kita, tapi dari Nya.

 Allah saja, membatasi diriNya dengan mengatakan, “Allah takkan mengubah kondisi suatu kaum, sehingga kaum itu berniat untuk berubah.”

Ada Nabi yang ngga bisa mengubah ayahnya (Ibrahim ‘alaihissalam).

Ada Nabi yang ngga bisa mengubah istrinya (Luth ‘alaihissalam).

Ada Nabi yang ngga bisa mengubah anaknya (Nuh ‘alaihissalam).

Ada Nabi yang ngga bisa mengubah pamannya (Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam).

Dan ada Nabi yang belum bisa mengubah satupun dari kaumnya (Nabi Yunus ‘alaihissalam).

 Do’a dan loving kindness (cinta dan ketulusan) adalah cara termudah untuk mendatangkan hidayah wa taufiq dari Nya untuk perubahan orang-orang yang Kita cintai.

So, setiap Kita akan ditanya satu-satu, mempertanggungjawabkan ‘amalnya masing-masing.

 Jangan sampai keinginan Kita agar orang lain berubah, malah Kita merasa jadi besar diri (merasa sudah baik), padahal Kita juga sedang berusaha untuk tetap istiqomah di jalan Nya.

 Siapa yang menjamin masa depan Kita tetap istiqomah di jalan Nya.

Wallaahu A’lam. Sahabat belajar Anda

 Ramadhanus, CHt., CI.

Healing Soul Practitioner & Instructor

PPA For Healing Master Trainer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =