"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

300 Pelajar Mendapat Terapi Kasih Sayang

Kepahiang, 15/2/2020. TERAPI KASIH SAYANG PADA PELAJAR

Hari ini, Ketua DPC FPPI Kabupaten Kepahiang melaksanakan kunjungan ke SMPN 03 Kepahiang di Kelurahan Padang Lekat. Umi Yesi bersama Siti Asma dan Eni Lestari datang ke sekolah pukul 07.30 wib sesuai jadwal yang disepakati sebelumnya.

Di sekolah, anak-anak sudah berbaris rapi di halaman sekolah. Jumlah keseluruhan diperkirakan 300 anak. Di pandu dengan anak-anak Risma, acarapun dimulai dengan pembacaan syalawat dan doa. Hingga acara inti, Ketua DPC FPPI Kabupaten Kepahiang itupun diminta mengisi siraman rohani.

 

Umi Yesi tampil ke depan dengan senyum cerianya. Beliau menyampaikan materi tentang kasih sayang pada pelajar. Kasih sayang adalah sebuah kenikmatan yang dirasakan manusia di dunia. Dengan adanya rasa kasih sayang, tercipta kepedulian, kedamaian dan rasa empati kepada orang lain. Tidak hanya itu, kasih sayang bisa mendorong manusia untuk membantu meringankan penderitaan yang dialami oleh manusia lainnya. Tanpa adanya rasa kasih sayang, mungkin manusia akan menjadi sangat individualistis, egois dan tidak memikirkan kepentingan orang lain.

Kasih sayang seorang pelajar itu kepada siapa saja sih?

Kepada Allah SWT. Semua siswa beragama islam? Sudah baca syahadat? Yuk kita syahadat sama-sama.

Kepada orangtua. Ridho Allah adalah ridho orangtua. Sebelum berangkat sekolah pamit, cium tangan, cium pipi ayah dan ibumu. Minta doa sama ortu agar tidak ngantuk dikelas, tidak malas, tidak bete, biar semangat dan bahagia ke sekolah. Sarapan dulu supaya konsen belajar, minimal minum air putih.

Kepada Guru. Mereka adalah orangtua kedua setelah ayah dan ibu di rumah. Maka ridho bapak/ibu guru adalah ridho orangtua, otomatis Allahpun ridho. Ikuti peraturan di sekolah, seragamnya bagaimana?, lokalnya dimana? (karena banyak yang salah lokal, pamit sekolah tapi tidak sampai ke sekolah), sayangi fasilitas di sekolah, jangan suka corat-coret dan manjat pagar. Tidak ada gunanya, bahkan itu menjadi label “anak nakal”. Lama-lama menjadi doa, nakal benaran, tawuran (senggol dikit ngajak belago), jahil, pembully. Hormon kejahatan menguasai diri, tidak bisa terselamatkan. Dampaknya adalah cemas, khawatir, takut, merasa dosa, merasa bersalah, dimusuhi teman dan pastinya tidak bahagia. Kalaupun bisa tertawa, itu hanya topeng belaka. Hatinya kering….yang menderita tentu diri sendiri, ayah ibu dan gurumu.

Kepada Teman. Bentuk kasih sayang kepada teman seperti apa? Tolong menolong, empati kalo kawan dapat masalah atau musibah. Teman bukan untuk dimanfaatkan kebaikan dan kepintarannya. Tetapi untuk dijadikan contoh. Banyak kasus kekerasan di sekolah terhadap anak pintar dan baik. Dicontek, kertas ulangan dirobek-robek atau diminta ngerjakan tugas kelompok sendirian, karena dia pintar, yang lain lepas tangan. Bentuk sayang yang lain adalah kasih sayang yang overload, berlebihan. Jika sesama jenis laki-laki dengan laki-laki akan terjadi kasus sodomi. Perempuan dengan perempuan kasus lesbian. Ini bukan sayang namanya, ini menghancurkan teman. Kalo sayang, temannya dijaga, dipelihara. Kalo pacaran, jaga perempuanmu. Kalo orang lain tidak boleh menyentuh pacar kita, maka kamu juga tidak boleh menyentuhnyo. Jaga 4 area yang tidak boleh disentuh oleh siapapun yaitu mulut, dada, pantat dan kemaluan.

 

Selanjutnya Umi Yesi melakukan terapi kasih sayang melalui doa dan gerakan membuka titik meridian pada tubuh. Karena peserta berjumlah 300-an maka metode terapi sederhana yang beliau lakukan yaitu dengan menimbulkan rasa sayang kepada ayah dan ibu. Menimbulkan rasa hormat dan sayang dengan guru serta menerapi diri sendiri agar merasa nyaman dan tenang. Peserta mengikuti intruksi Umi dengan fokus sambil menutup mata hingga benar-benar timbul rasa kasih dan sayang dalam diri dengan beruraian air mata.

Terakhir, Umi berpesan, saatnya kita saling berkasih sayang. Tiap saat, tiap waktu, di manapun berada. Tidak perlu waktu, bulan atau tahun khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 4 =