"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Usulkan Rumah Singgah dan Pemberdayaan Perempuan dalam Musrenbang Kabupaten Kepahiang

Kepahiang, 18/3/2020. Musrenbang Kabupaten Kepahiang

Bertempat di Aula Guest House Kepahiang hari ini telah dilaksanakan Musrenbang Kabupaten Kepahiang yang dibuka oleh Gubernur Bengkulu, Dr. Rohidin Mersyah. Hadir Bupati dan wakil Bupati Kepahiang, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Ketua dan Waka 1 DPRD Kepahiang, Kapolres, Waka Pengadilan Negeri, Anggota Dewan Perempuan, Kepala Dinas, para Camat, organisasi perempuan/LSM Cahaya Perempuan dan Forum Anak Kepahiang (Fadek).

Setelah penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD dan beberapa materi dari narasumber yaitu Edwar Samsi dari DPRD Provinsi Bengkulu, Kepala Bappenas, Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu dan Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, maka dilakukan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh bapak Pisman.

Penanya pertama adalah perwakilan dari Forum Anak Kepahiang (Fadek) yang mengeluhkan tentang permasalahan anak di Kabupaten Kepahiang yang kian memprihatinkan. Namun mereka tidak dapat berbuat banyak karena SK Kepengurusan yang baru belum diterbitkan. Mereka berharap Pemda dapat mendukung dan memperhatikan permasalahan anak lebih baik ke depannya, sebab tahun 2019 Kepahiang mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak.

Umi Yesi, Ketua DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia dan Ketua Bidang Advokasi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) turut hadir dan menyampaikan usulannya. Beliau menyimak penjelasan Pak Agus narasumber dari Bappenas yang menyatakan bahwa Visi Presiden tahun 2019-2024 yang pertama adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia. (1) Pemerintah menjamin kesehatan ibu hamil dan anak usia sekolah, (2) Pemerintah akan meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen talenta.

Mengapa pembangunan SDM menjadi prioritas? Sebab kita perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi bonus demografi yaitu jumlah penduduk usia produktif (15-65 tahun) lebih besar dibandingkan jumlah penduduk usia tidak produktif. Untuk itu Umi mengusulkan dua hal yaitu perlunya rumah singgah dan dukungan pada perempuan pengrajin batik diwo Kepahiang.

Apabila SDM ini tidak segera kita persiapkan maka akan menjadi ancaman Pemerintah Daerah. Maraknya kenakalan remaja dan pergaulan bebas juga menjadi PR yang harus segera dituntaskan. Untuk itu dalam rangka mempersiapkan bonus demografi dan menciptakan penduduk produktif yang sehat, cerdas, terampil produktif dan religius sebagaimana tema musrenbang hari ini, maka kami mohon untuk dibangun RUMAH SINGGAH/RUMAH AMAN. Rumah ini sangat dibutuhkan untuk penanganan kasus terhadap perempuan dan anak yang semakin meningkat.

 Usulan kedua yaitu pemberdayaan perempuan melalui batik Diwo. Saat ini sudah ada kelompok perempuan Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan yang sudah dilatih untuk membatik. Harapan ke depan setiap Kecamatan memiliki kelompok perempuan dengan keterampilan lokal kepahiang yaitu Batik Diwo. Jika hasil karya perempuan ini dapat kita hargai dan dapat mensejahterakan mereka maka kekerasan terhadap perempuan di Kepahiang dapat kita minimalisir.

 Dua usulan dibidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tersebut direspon positif oleh Pak Feri Irawan Kepala Bappedda Kepahiang dan diapresiasi oleh Pak Zamzami Sekda Kepahiang.

Urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ini juga di respon oleh Pak Zainal anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Beliau prihatin dengan minimnya anggaran dana untuk perempuan dan anak. Untuk itu perlu adanya sinergi dan gerakan dari organisasi perempuan di Kabupaten Kepahiang agar permasalahan perempuan dan anak dapat menjadi prioritas.

Pak Zamzami juga sangat menyayangkan tahun ini, anggaran untuk Organisasi Wanita atau GOW ditiadakan, padahal Kabupaten lain masih menganggarkan. Peran organisasi perempuan sangat penting di Kepahiang, mengingat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat tajam dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2021 anggaran untuk perempuan jangan sampai terlewat, pesannya.

Ayo perempuan Kepahiang….kita bergerak…tunjukkan aksimu!

Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kepahiang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × four =